
Sore ini Arsya tengah bersiap-siap untuk menghadiri undangan makan malam Mr. Robert, Raisa yang sedari tadi memperhatikan gerak-gerik Arsya pun menjadi bingung.
"Abang mau kemana sih? dari tadi Raisa perhatiin grasak-grusuk emangnya abang cari apa?" Raisa menghampiri Arsya yang tengah memilih-milih baju.
"mau menghadiri undangan makan malam dari Mr. Robert, tapi Abang bingung mau pake baju yang mana" Arsya menggaruk kepala kikuk, Raisa pun langsung mengambil alih dan memilih pakaian yang cocok untu Arsya kenakan.
" coba Abang pake yang ini" Raisa menyerah kan baju kemeja navy panjang, jas warna hitam, serta celana dasar warna hitam.
Arsya pun mengangguk patuh, dan berlalu kekamar mandi untuk mengganti pakaian,setelah 5 menit berlalu Arsya pun keluar dari kamar mandi dan berjalan menghampiri Raisa.
" gimana dek?" tanya Arsya, Raisa pun tersenyum manis.
" bagus bang cocok, tambah ganteng" goda Raisa, Arsya pun tersenyum senang.
Raisa pun membantu Arsya bersiap-siap, setelah selesai semuanya Raisa dan Arsya pun melangkah keluar kamar, saat menuruni anak tangga Arsya melihat Bayu yang telah menunggu disofa ruang tamu sembari memainkan gawainya.
" ekhemm,, fokus banget sih Bay, lagi chattingan sama siapa?" Bayu pun terjengkit kaget, tiba-tiba Arsya sudah ada dihadapannya, karena saking asyiknya ia tidak menyadari kedatangan bos nya itu.
" astaga bos, ngagetin aja untung aku enggak punya riwayat penyakit jantung" Bayu tersenyum kikuk.
"hehe sorry bay, lagian kamu sih kelihatan nya fokus banget, sampai-sampai enggak sadar kalo aku udah ada dihadapan kamu" Arsya tersenyum tipis.
"Bu Raisa apa kabar?"ucap Bayu mencari topik pembicaraan lain.
" Alhamdulillah baik Bayu, kamu sendiri bagaimana?" tanya Raisa balik.
" saya juga baik Bu, ohya pak Arsya sudah siap?" baru melirik Arsya yang tengah duduk memainkan gawainya.
"sudah, dari tadi malahan" Arsya tersenyum tipis.
"dek Abang pergi dulu ya, kamu istirahat aja, jangan tungguin Abang " Arsya beralih menatap Raisa yang tengah asyik berbincang dengan Bayu
"iya bang, lagian siapa juga yang mau nungguin Abang" Raisa terkekeh kecil, Arsya pun menjadi gemas dan mengacak-acak puncak kepala Raisa yang tertutup jilbab.
"dasar nakal, suka banget bikin suami kesal" Raisa hanya menyengir kuda.
"yaudah yuk Bay kita berangkat enggak enak kalau kita datang nya terlambat" ajak Arsya, Bayu pun mengangguk patuh.
"Abang pergi dulu ya dek, assalamualaikum" pamit Arsya mencium lembut kening Raisa.
" iya bang, hati-hati, waalaikumsalam" ujar Raisa mencium tangan Arsya.
" saya pamit Bu Raisa, assalamualaikum" pamit Bayu dan berlalu bersama Arsya.
" waalaikumsalam" ucap Raisa saat Bayu dan Arsya yang tidak terlihat lagi.
__ADS_1
Diperjalanan hanya ada keheningan, Bayu yang fokus mengemudi, dan yang fokus pada gawainya.
"Bayu kamu sudah tau alamat yang kita tuju?" tanya Arsya memecah keheningan diantara mereka.
" sudah pak, asisten Mr. Robert sudah memberi tahu saya tadi siang" jawab Bayu melirik kaca spion didepannya.
"yasudah, kamu fokus aja mengemudi nya" ujar Arsya tersenyum tipis, Bayu pun mengangguk patuh.
Setelah menempuh perjalanan sekitar 20 menit, mobil mereka pun tiba diloby restauran bintang lima yang terkenal di Jakarta itu.
Bayu pun langsung memarkirkan mobilnya, setelah itu ia pun membuka pintu dan berlari kecil kesisi kiri pintu belakang untuk membuka kan pintu untuk sang bos.
"terima kasih Bayu" ucap Arsya saat keluar dari mobil.
"sama-sama pak" Arsya dan Bayu pun melangkahkan kaki memasuki gedung restauran tersebut.
Saat tiba didalam gedung, Arsya disambut oleh pelayan yang telah menunggu nya dan menunjukkan tempat yang telah dipesan oleh Mr. Robert.
"selamat datang pak Arsya dan pak Bayu" ucap pelayan itu ramah, Arsya dan Bayu pun mengangguk dan tersenyum tipis sebagai jawaban.
"silahkan pak, ikuti saya pak Robert telah menunggu anda" ujar pelayan tersebut dengan sopan, Arsya dan Bayu pun mengikuti langkah kaki pelayan itu.
"selamat malam pak Arsya" sapa seseorang yang telah menunggu disebuah ruangan khusus.
" selamat malam Mr. Robert," Arsya pun menjabat tangan Mr. Robert begitupun dengan Bayu.
" terima kasih Mr. Robert" Arsya pun mendudukkan bokong nya dikursi yang telah disediakan, begitu dengan Bayu.
"ngomong-ngomong pak Arsya datang bersama siapa?" tanya Mr. Robert
" saya datang bersama asisten pribadi saya, namanya Bayu" ucap Arsya melirik Bayu, Bayu pun mengangguk kecil, dan tersenyum manis.
"Oh, iya pak Arsya" jawab Mr. Robert tersenyum tipis.
"Mr. Robert sendiri datang bersama siapa?" tanya Arsya balik.
"saya datang bersama putri saya, tapi sekarang dia sedang ketoilet" jawab Mr. Robert tersenyum tipis.
Arsya dan Bayu pun mengangguk kecil dan tersenyum tipis.
" mari pak Arsya pak Bayu silahkan dinikmati makanannya, maaf makanan nya sudah saya pesankan duluan tadi"
" iya pak, enggak apa-apa" Arsya tersenyum tipis, dan mulai menyantap makanan yang telah terhidang rapi diatas meja.
Saat menikmati makanan, seseorang datang menghampiri Mr. Robert dan tersenyum tipis kearah Arsya dan Bayu yang melihat nya.
__ADS_1
"Kamu ini Shiren, kok lama sekali ditoilet, kan jadi enggak enak sama pak Arsya dan pak Bayu yang dari tadi sudah datang" ucap Mr. Robert saat Shiren telah mendudukan bobot tubuhnya disamping sang ayah.
" maaf Pi," lirih Shireen melirik Arsya, Arsya yang merasa merasa diperhatikan oleh Shireen pun langsung membuang pandangannya.
"maaf ya pak Arsya" ucap Mr. Robert tidak enak hati.
" tidak apa-apa Mr." Arsya tersenyum tipis, Shireen yang sedari tadi memandangi Arsya pun semakin takjub betapa sopan nya lelaki ini.
"ohya pak Arsya, kenalkan ini anak saya Shiren, dan Shiren perkenalkan ini pak Arsya Widiansyahputra CEO dari Widiansyah group" ucap Mr. Robert kepada sang putri, Shireen pun tersenyum semanis mungkin dan mengulurkan tangannya yang sambut baik oleh Arsya.
" Shiren"
" Arsya"
" Ohya pak Arsya udah punya pacar, atau istri?" tanya Shireen tersenyum manis, Arsya pun mengangguk dan tersenyum tipis.
"pacar atau istri" tanya Shireen tak sabaran
" istri" jawab Arsya singkat, Shiren pun tersenyum kecut.
" Oh" lirih Shiren.
Menyadari perubahan raut wajah sang putri Mr. Robert pun membuka suara yang membahas tentang informasi yang beredar mengenai Widiansyah group yang telah membuat rencana kerja sama diantara kedua belah pihak itu menjadi kacau.
"emm pak Arsya, bagaimana dengan informasi yang beredar mengenai perusahaan bapak, jujur saja saya juga tidak percaya jika Widiansyah group seperti itu, karena setahu saya banyak rekan-rekan bisnis saya yang lain bilang kalau perusahaan yang bapak kelola sekarang adalah perusahaan yang bagus, dan bertanggung jawab, apakah bapak bisa menjelaskan kepada saya mengenai ini semua?" ujar Mr. Robert, Arsya pun menghela nafas panjang.
" begini Mr. Robert sebelumnya saya minta maaf atas beredarnya informasi yang tidak benar ini tentang perusahaan saya, namun disini saya tegaskan bahwa perusahaan kami tidak sama seperti informasi-informasi yang telah beredar saat ini, saya pun merasa bingung siapa yang telah tega mefitnah saya, dan ingin menghancurkan perusahaan saya," Arsya menjelaskan dengan santai kepada Mr. Robert.
" iya Mr. Robert, berita yang beredar diluaran sana adalah berita bohong, itu fitnah, 100 persen saya pastikan bahwa berita itu tidak benar, dan saya yakin pasti ada pihak ketiga yang ingin menjatuhkan perusahaan kami," tambah Bayu, Arsya pun mengangguk cepat setuju dengan apa yang dibilang oleh Bayu.
"Iya pak, saya hanya perlu bukti agar tidak salah menilai, maka dari itu untuk sementara waktu rencana kerja sama kita tunda dulu sampai pak Arsya bisa membuktikan bahwa informasi tersebut tidak benar" Ucap Mr. Robert yang dibalas anggukan kecil oleh Arsya dan Bayu.
" baik, Mr. kalau begitu saya pamit pulang, karena jam sudah menunjukkan pukul 10 malam, terima kasih atas jamuannya Mr. Robert, selamat malam" ucap Arsya bengkit dari duduknya dan diikuti oleh Bayu, Mr. Robert, dan Shiren yang masih setia memandangi wajah Arsya.
"iya pak Arsya sama-sama, selamat malam"
ucap Mr. Robert dan berjabat tangan dengan Arsya dan Bayu.
Begitu pun Shiren yang menjabat tangan Arsya dan menatap lekat Arsya, sehingga membuat Arsya merasa sedikit risih.
" ehem, maaf tangan saya" ujar Arsya tersenyum tipis.
" eh, maaf" ucap Shiren kikuk.
" tidak apa-apa, kalu begitu kita pamit ya Mr. Robert"
__ADS_1
" iya pak Arsya" Jawab Mr. Robert tersenyum tipis.
Arsya dan Bayu pun melangkahkan kaki keluar dari restauran tersebut, dan melangkah menuju parkiran, setelah itu mereka pun memasuki mobil dan berlalu dari meninggalkan gedung restauran tersebut.