
" sayang where are you, i am coming!!!" teriak Arsya setibanya dikamar, karena dia baru saja pulang bekerja.
"iih.. apaan sih bang teriak-teriak emangnya ini hutan belantara apa yang nggak ada penghuninya, nggak usah teriak-teriak Napa kan, budek ni rasanya kuping dengar teriakan abang yang suaranya cempreng nauzubillah" sungut Raisa karena merasa kesal oleh tingkah laku Arsya, nggak tau orang lagi khusyuk nonton Drakor apa ganggu aja.
Arsya yang melihat Raisa kesal hanya menggaruk kepalanya yang tidak gatal seraya menyengir kuda.
Raisa pun geleng-geleng kepala dibuatnya.
"udah mandi dulu sana bau taukk, ini bukannya langsung bersih-bersih diri malah gelayutan manja di lengan ku," ucap Raisa pada Arsya yang sejak tadi terus bergelayut manja di lengan nya.
" iya..iya ibu negara bawel amat, untung istri sendiri coba kalo bukan udah gua penyet- penyet tuh kayak iga penyet" gerutu Arsya yang terlihat kesal, hendak berlalu kekamar mandi, namun masih sempat didengar oleh Raisa.
" Abang bilang apa tadi coba diulang?" ucap Raisa pada Arsya dengan menatap nya tajam, bak harimau ingin menerkam mangsanya.
"hehehe.. nggak kok sayang abang cuma bilang kamu makin cantik aja deh," cengir Arsya sembari menggaruk kepalanya yang tidak gatal.
"Oh..awas kalo bilang yang bukan-bukan, nggak bakalan dapat jatah selama satu Minggu" sungut Raisa kepada Arsya
__ADS_1
" yah ja..jangan gitu dong dek aku nggak sanggup lah, sehari nggak dekat kamu aja aku berasa hampa, bahkan satu detik aja aku rasanya gimana gitu" rayu Arsya, namun Raisa bersikap bodo amat..
" tau ahh bodo amat, siapa suruh buat adek kesal" jawab Raisa acuh sembari berlalu keluar kamar, hendak turun kebawah untuk membantu mama Maya dan bi Sumi didapur.
***
Dimeja makan semua nya sudah berkumpul untuk menikmati makan malam, setelah makan malam usai semuanya pun memutuskan untuk beristirahat dikamar masing-masing.
" dek kamu masih ngambek ya sama Abang? Abang minta mangap ya, eh maksudnya minta maaf kalo udah buat adek kesal" bujuk Arsya yang melihat Raisa sudah berbaring diatas ranjang.
Raisa pun diam tak bergeming biarkan saja ia toh siapa suruh ngomong yang nggak-nggak tentang nya, biar tau rasa ia hahaha, auto nggak dapat jatah malam ini batin Raisa.
abang nggak sanggup kalo kamu diemin terus seperti ini!!" pasrah Arsya yang merasa bersalah.
" dek kamu udah tidur ya? dek kok nggak ngerespon sih? dek budek ya?" kesal Arsya karena dikacangin.
Akhirnya ia pun ikut merebahkan diri disamping Raisa, selanjutnya ia pun tertidur dengan memeluk Raisa dari belakang.
__ADS_1
Raisa yang belum terlelap pun hanya bisa menahan tawa, karena rencana nya untuk membuat Arsya kesal pun berhasil.
' maafin adek ya bang udah diemin abang, abis abang sih suka ngeselin' batin Raisa
Selanjutnya Raisa pun mulai memejamkan mata menyusul Arsya yang sudah terlelap disampingnya.
***
Pagi ini semua sudah berkumpul dimeja makan untuk menikmati sarapan pagi.
setelah sarapan selesai Raisa mengambil kotak bekal makan siang untuk Arsya sebagai wujud permintaan maaf nya karena sudah mengacangi Arsya semalam.
" nih bang, jangan lupa dimakan loh itu aku masak penuh dengan cinta untuk mu" ucap Raisa sembari memberikan kotak bekal nya.
"makasih istriku sayang, siap nanti aku makan kamu tenang aja" jawab Arsya sembari memberi hormat, Raisa pun hanya geleng-geleng kepala melihat tingkah Arsya.
"yasudah kalo gitu abang berangkat ya, awas loh jangan rindu abang kan cuma kerja nggak pergi kemana-mana kok, kalo kangen suaraku kamu tinggal calling saja, oke" pungkas Arsya sedikit bernyanyi lagu ti*tok yang lagi booming itu.
__ADS_1
"haiss, punya suami kok tingkat kepedean nya melebihi tingkat kapasitas, yaudah bang Arsya yang guanteng nya tiada tara hati-hati dijalan ya" ucap Raisa sembari mencium tangan Arsya dengan penuh takdzim, dan dibalas kecupan singkat dikening Raisa.
Setelah mobil Arsya berlalu Raisa pun langsung masuk kedalam rumah.