
Siang ini Raisa dan Arsya pergi kerumah sakit untuk memeriksakan kandungan kepada dokter Bayu sepupunya Arsya.
"gimana kak kandungan Raisa, baik-baik aja kan?" tanya Arsya setelah dokter Bayu memeriksa keadaan bayi didalam kandungan Raisa.
" Alhamdulillah semuanya baik-baik saja, tapi ingat tetap harus istirahat, dan makan makanan yang bergizi serta minum vitamin biar bayinya sehat." jelas dokter Bayu.
"kira-kira jenis kelamin nya apa kak? cewek cowok?" tanya Arsya antusias.
" kalau untuk jenis kelaminnya Kakak belum tau sya, karena posisi kaki bayi menghalanginya." terang dokter Bayu sembari menuliskan resep.
"ini resepnya sudah kakak tulis, jangan lupa ya Raisa harus tetap istirahat oke," lanjut dokter Bayu.
"iya kak terima kasih" jawab Raisa sembari tersenyum.
mereka pun berlalu meninggalkan ruangan dokter Bayu.
Dimobil Raisa upun hanya menatap keluar jendela, sedangkan Arsya fokus mengemudi.
Tiba-tiba..
" bang stop" teriak Raisa, ketika melihat jualan rujak dipinggir jalan.
Dengan spontan Arsya pun menghentikan laju mobil.
" ada apa sih dek? tiba-tiba minta berhenti? kalo terjadi apa-apa sama kamu gimana? " ucap Arsya kesal.
" hehehe, maaf bang aku cuma mau beli rujak yang dipinggir jalan itu, beliin ya bang" kata Raisa sembari tersenyum manis, Arsya pun mau tak mau harus memenuhi permintaan dari Raisa.
" yaudah Abang beliin, kamu tunggu disini aja ya?" pinta Arsya sembari keluar dari mobil, Raisa pun hanya mengangguk patuh.
Sembari menunggu Arsya, Raisa pun memutar murotal Qur'an yang ada di gawai nya, tak berselang lama Arsya pun kembali dengan bungkusan plastik putih ditangannya.
" nih dek rujaknya" ucap Arsya memberikan bungkusan plastik yang ada ditangannya.
__ADS_1
" makasih suamiku sayang" ucap Raisa dengan mata berbinar melihat isi plastik itu.
Raisa pun memakan rujak tersebut dengan lahap, sampai-sampai Arsya pun tidak kebagian.
" eh bang Arsya mau rujaknya, tapi maaf ya cuma tinggal segini" cengir Raisa kepada Arsya sembari memperlihatkan rujak yang tersisa sedikit.
" nggak ah Abang nggak suka rujak, yaudah kamu abisin dulu baru kita jalan lagi" ucap Arsya sembari mengelus puncak kepala Raisa yang tertutup pashmina.
Raisa pun hanya mengangguk patuh sembari melahap habis rujak tersebut.
Setalahnya mereka pun melanjutkan perjalanan menuju rumah.
***
" Hem enak banget baunya siapa sih yang masak" gumam Raisa sembari berjalan kearah dapur.
" Abang ngapain disitu?" tanya Raisa saat melihat Arsya yang tengah sibuk berkutat dengan alat masak.
Arsya pun langsung menoleh kearah Raisa dan tersenyum manis.
" ya aku kan cuma nanya bang? emang abang bisa masak?" ragu Raisa, karena yang ia tahu kalau Arsya nggak bisa masak.
" emm jadi kamu ngeremehin suami kamu yang tampan ini hah?" Arsya pun kesal, Raisa yang melihatnya hanya bisa tertawa.
" nih kamu cobaain dulu sup buntut buatan chef Arsya Widiansyahputra yang tampannya tiada tara" bangga Arsya sembari meletakkan sup kedalam mangkuk yang sudah disediakannya.
Raisapun hanya mencebikan bibir.
" ck, tingkat kepedean nya kumat lagi deh" gerutu Raisa kesal.
Raisa pun mulai mencicipi masakan Arsya, dengan ragu ia menyuapkan sendok kedalam mulutnya.
satu detik dua detik ternyata enak juga masakan Arsya, Raisa pun tak menyangka ternyata Arsya yang manja itu bisa masak juga.
__ADS_1
" gimana sayang enakkan masakan Abang? iya iyalah enak orang yang masaknya aja tampan kayak gini" bangga Arsya sembari menepuk dadanya.
Raisa pun hanya geleng-geleng kepala dan tersenyum manis menanggapinya.
" iya bang enak, ternyata bang Arsya bisa juga masak, aku kira nggak bisa, secara kan bang Arsya paling anti dengan kotor, mana anak mama lagi, plusnya lagi manjanya nggak ketulungan hahaha.." ledek Raisa kepada Arsya sembari memakan kembali sup buntut buatan Arsya.
Arsya pun hanya memasang muka cemberut karena kesal dengan perkataan Raisa, padahal kan itu kenyataan.
" biar pun, manja begini banyak loh yang ngantri untuk jadi yang kedua sayang nya abang nggak mau aja" bangga Arsya dengan gayanya yang sok cool itu.
" terus kenapa Abang nggak mau? ya bagus toh berarti banyak yang ngejar," sahut Raisa judes
" nggak lah karena abang bukan tipe laki-laki mata keranjang di luaran sana, abang masih punya pikiran, masih punya iman, tapi kalo kamu nya maksa buat abang cari istri lagi ya udah hayok, nanti kamu tinngal tunggu aja deh diri rumah kedatangan istri baru abang" ucap Arsya mencubit hidung Raisa
" issss abang, ngeselin" kesal Raisa.
Arsya pun tertawa terbahak-bahak sampai-sampai ia terbatuk.
" uhuk..uhuk."
" tuh syukurin makanya jangan suka iseng sama istri sendiri kualatkan jadinya" ledek Raisa
" jahat amet dek kamu sama abang? bukannya ambilin minum kek malah dikatain" Rajuk Arsya.
" siapa suruh jahil sama aku, ya sudah adek ambilin minum dulu ya bang" ucap Raisa seraya berlalu ke dapur.
***
"nih bang minum nya"
" terimakasih sayang"
" iya sama-sama, bang adek mau keatas duluan ya, mau istirahat"
__ADS_1
" iya " jawab Arsya
Raisa pun melangkahkan kaki menuju keatas, meninggalkan Arsya sendiri diruang keluarga yang sedang asyik menonton TV.