
" sebagai hukuman untuk kalian berdua yang telah berani-beraninya membandingkan suami kalian yang tampan ini dengan opa-opa Korea itu, kalian harus menuruti semua perintah kami" tegas Reno.
Rania dan Raisa pun hanya bisa pasrah menerima hukuman yang diberikan oleh suami-suami mereka.
"ni kak daftar nya" Arsya memberikan gulungan kertas kepada Reno.
"oh, iya kakak lupa sya" ucap Reno sembari menerima gulungan kertas tersebut, dan langsung membuka gulungan kertas tersebut.
"astaga ini mau ngasih hukuman atau mau ngasih daftar belanjaan sih kok panjang gitu" gerutu Rania yang melihat gulungan kertas yang panjangnya sekitar 1 meter.
" kata siapa daftar belanjaan, ini tuh daftar hukuman buat kalian berdua tau" Reno menatap tajam Rania dan Raisa.
"apaan sih mas hukum ya tinggal hukum aja, nggak usah pake daftar segala, emangnya kita ini anak SMA apa yang harus dihukum berdasarkan tata tertib" kesal Rania, Reno pun hanya mencebikan bibir.
" ck, udah nggak usah banyak protes, ikutin aja napa ribet amet" ucap Arsya kesal.
Akhirnya Rania dan Raisa pun hanya bisa pasrah dan menurut saja.
Reno pun mulai membacakan daftar hukuman untuk Rania dan Raisa.
" yang pertama kalian berdua harus memasak makanan buat kita" ucap Reno
" ya kalau masak sih emang tugas kita ya nggak Raisa" Rania bersorak senang, Raisa pun hanya mengangguk patuh.
" eit, jangan senang dulu memasak emang tugas kalian, tapi kali ini beda, kalian harus memasaknya menggunakan kayu bakar" terang Reno tersenyum miring.
" ingat ya kayu bakar" ingat Arsya.
" apa kayu bakar? yang benar aja mas kamu? mau nyari kayu bakar dimana coba kita, dirumah nek Uti kan nggak pake kayu bakar lagian kan disini nggak ada hutan ataupun pepohonan, palingan cuma pohon mangga dibelakang rumah" bantah Rania.
"iya juga ya kak, mau nyari kayu bakar dimana?" Tambah Raisa
"pintar-pintar kalian lah" ucap Reno berlalu meninggalkan Rania dan Raisa.
"Abang, tolong kita ya cari kayu bakar nya please" mohon Raisa, namun Arsya pun hanya tersenyum tipis.
" ogah, Abang ngantuk mau tidur, ingat setelah kita bangun tidur nanti makanannya harus siap oke" Arsya pun berlalu meninggalkan mereka berdua.
" gimana nih kak, kita harus nyari kayu bakar nya dulu" tanya Raisa bingung
" iya Raisa, tapi biar kakak tanya nenek dulu ya, siapa tau nenek ada simpanan kayu bakar" jawab Rania sembari berpikir.
__ADS_1
" iya kak" ucap Raisa menganggukan kepala.
Rania dan Raisa pun melangkahkan kaki menuju kamar nek Uti, setibanya didepankamar nek Uti Rania dan Raisa mengetuk pintu kamar nek Uti.
tok..
tok..
tok..
Mendengar ada yang mengetuk pintu kamarnya nek Uti pun langsung bangkit dari tempat tidur nya, dan membuka pintu, tampaklah Rania dan Raisa yang tersenyum manis didepan pintu.
" lah kalian toh ternyata, kenapa nggak langsung masuk aja, kan pintunya juga nggak nenek kunci" ucap nek Uti memasuki kamar dan diikuti oleh Raisa dan Rania.
" hehe, lupa nek" Cengir Rania.
"nek?" panggil Raisa.
" iya sayang ada apa? apa kamu perlu sesuatu?" tanya nek Uti.
"emm gini nek, nenek punya simpanan kayu bakar nggak atau nenek pernah nggak sekiranya memasak pake kayu bakar?" tanya Rania
"kayu bakar? buat apa? emang nya kalian mau masak pake kayu bakar? emang pernah apa kalian masak pake kayu bakar?" tanya nek Uti beruntun
"terus kalian tanya kayu bakar buat apa?" tanya nek Uti lagi
"kita itu lagi dihukum nek sama bang Arsya dan kak Reno, katanya kita harus masak makanan buat mereka pake kayu bakar, kalo kita nggak nurutin permintaan mereka bisa gaswat nek bisa-bisa jatah bulanan kita nggak ditambah dikurangin iya" jelas Raisa, nek Uti pun hanya mengerutkan dahi bingung.
"iya nek, entar kita nggak bisa belanja deh" keluh Rania
" kamu ini Rania belanja aja pikiran kamu, kamu nggak kasian apa suami kamu susah-susah mencari uang" Ucap nek Uti kesal dengan cucunya itu
" ya nggak gitu juga sih nek, kan mas Reno nyari duitnya buat Rania, lah kalo Rania nggak belanja dan nggak mau ngehabisin tuh uangnya nanti mas Reno marah lagi, secara kan Rania istri kesayangan mas Reno" ucap Rania tersenyum manis.
"ini kenapa pada ngomongin soal uang dan belanja sih, kak Rania kita kesini kan mau nanya nek Uti ada simpanan kayu bakar nggak, ini udah hampir sore loh, entar tuh dua cecenguk bangun lagi dari tidurnya" ucap Raisa .
" oiya, ya nenek sih pake bahas uang segala kan Rania jadi lupa"
" kok nyalahin nenek sih, " ucap nek Uti tak terima disalahkan Rania
" jadi gimana ini nek ada nggak" tanya Raisa to the point.
__ADS_1
"entar nenek lihat dulu dibelakang" ucap nek Uti sembari berlalu keluar kamar dan diikuti oleh Rania dan Raisa.
Setibanya dibelakang nek Uti memeriksa seluruh halaman belakang namun tidak ditemukan satupun kayu bakar.
" kayaknya nggak ada deh, soalnya nenek nggak pernah masak pake kayu bakar" ucap nek Uti
" yaaa, gimana dong nih kak?" tanya Raisa kecewa
" ya kakak juga nggak tau Raisa, udah deh kita masaknya pake gas aja, kan mereka juga nggak tau tuh." ucap Rania yang juga kecewa.
"isss kamu ini Rania, ya jelas mereka tau lah kan dari bau masakan kalian nanti bisa kecium tuh kalo kalian masak pake gas, bukan pake kayu bakar" jelas nek Uti
"emangnya bau masakan pake gas dan kayu bakar itu beda ya nek?" tanya Rania bingung
" iya jelas beda dong kak Rania, kan masakan pake kayu bakar itu lebih alami dan baunya lebih harum" jawab Raisa.
" nah tuh pintar Raisa, Rania kamu ini masa gitu aja nggak tau" ucap nek Uti geleng-geleng kepala.
" ya aku kan nggak pernah tuh mencicipi apalagi makan masakan menggunakan kayu bakar," ucap Rania membela diri.
" terus gimana ni nek, kayu bakarnya nggak ada?" tanya Rania bingung.
"yaudah nanti nenek minta mang Ujang buat cari kayu bakarnya dipasar siapa tau ada yang jual tuh" ucap nek Uti.
Rania dan Raisa pun hanya mengangguk patuh dan berlalu masuk kedalam bersama nek Uti untuk memanggil mang Ujang tukang kebun nek Uti.
" mang Ujang" panggil nek Uti
mang Ujang yang sedang menggunting rumput pun langsung menghentikan aktivitasnya dan berlari kecil menemui sang majikan.
" iya buk ada apa" ucap mang Ujang sopan.
" tolong Carikan kayu bakar ya " perintah nek Uti
" kayu bakar? buat apa buk kan biasanya ibu nggak masak pake kayu bakar?" bingung mang Ujang.
"untuk cucu-cucu ku mereka mau masak pake kayu bakar, karena nggak ada kayu bakar dibelakang maka dari itu saya meminta mang Ujang buat cariin, bisa kan mang?" ucap nek Uti tersenyum tipis.
" iya Bu bisa, nanti saya cari dipasar siapa tau ada jualannya" jawab Mang Ujang sopan.
" makasih ya mang" ucap Raisa tersenyum manis
__ADS_1
" sama-sama non, kalau gitu saya pamit pergi kepasar dulu ya buk, non" pamit mang Ujang sopan.
" iya, kamu hati-hati dijalan" ucap nek Uti tersenyum tipis.