Kehidupan Ku (Menikah Muda)

Kehidupan Ku (Menikah Muda)
Bagian 82


__ADS_3

Suara sepatu hak tinggi membuat Raisa terbangun dari tidurnya, ya Raisa tertidur saat ia merasa kelelahan untuk melepaskan ikatan tali di tangannya.


Raisa mengerjapkan mata nya melihat sosok orang yang tengah berdiri didepan nya, minimnya pencahayaan membuat Raisa agak kesulitan melihat orang itu.


Orang itu berjalan mendekat kearah Raisa dengan gaya anggun nya, Raisa yang melihat nya hanya diam tak percaya orang yang datang menghampiri nya adalah orang yang sedang ia cari-cari, orang yang sedang ia pikirkan, orang yang harus ia selamat kan pikir nya.


Senyuman manis terbit di sudut bibir Raisa, ia mengucap syukur dalam hatinya, bersyukur Tika dalam keadaan baik-baik saja.


"Mbak Tika?" ucap Raisa tak percaya, ia benar-benar senang melihat Tika yang baik-baik saja.


" Alhamdulillah syukur lah mbak Tika baik-baik saja" ucap Raisa senang, Tika hanya tersenyum simpul sebagai tameng jahat nya.


"iya Raisa Alhamdulillah mbak baik-baik saja, tapi kamu yang tidak baik-baik saja sekarang" jawab Tika dengan senyuman miring.


Raisa mendadak bingung mendengar ucapan Tika, ia tak mengerti apa yang Tika maksud.


Tika menatap wajah Raisa lekat, tersirat rasa kebencian di mata Tika, Raisa yang melihatnya menjadi takut.


" kenapa?" tanya Tika tersenyum smirk, Raisa membuang muka nya.


" Raisa Salsabila, istri dari Arsya Widiansyah putra" Raisa menatap Tika bingung bagaimana Tika tau bahwa ia adalah istri Arsya, padahal selama ini Tika belum pernah bertemu ataupun berkenalan dengan suami nya.

__ADS_1


" kenapa? kamu bingung kenapa saya bisa tau?" Raisa mengangguk kecil, Tika hanya tersenyum miring.


"iya kan mbak Tika dan bang Arsya belum pernah ketemu, apalagi berkenalan" ucap Raisa.


" asal kamu tau ya Raisa, Arsya suami kamu itu adalah laki-laki yang sangat saya cintai, ia adalah kekasih saya dimasa lalu yang sempat saya ceritakan sama kamu, ia adalah laki-laki yang sampai sekarang masih ada dalam hati saya" Raisa terkejut mendengar ucapan Tika, ia tidak mengetahui semuanya.


"Dulu kami pernah berjanji untuk saling setia, tapi sayang saya mengingkari janji itu, sekarang saya mau menebus segala kesalahan yang say perbuat, saya ingin memperbaiki hubungan yang pernah kami jalin, saya ingin Arsya menjadi milik saya lagi, saya ingin Arsya menjadi satu-satunya orang yang saya cintai"


" tapi mbak, sekarang semuanya telah berubah dan bang Arsya sekarang sudah menjadi suami saya" ucap Raisa lembut, Tika menatap tajam Raisa ia tidak terima apa yang dikatakan Raisa barusan.


"enggak, semua tidak akan pernah berubah jika kamu tidak merebut Arsya dari saya Raisa, kamu perebut kebahagiaan saya, kamu penghancur kebahagiaan saya" teriak Tika tak terima.


" tapi mbak sendiri yang menghancurkan semua nya mbak sendiri yang menghancurkan kebahagiaan mbak, mbak sendiri yang menghancurkan hidup mbak" jawab Raisa.


" enggak mbak, aku enggak akan pergi dari kehidupan bang Arsya, seharusnya mbak Tika yang pergi dari kehidupan kami, apa mbak Tika enggak malu menghancurkan hidup orang, apa enggak Tika enggak malu hah, mbak Tika sendiri yang sudah menggores luka untuk bang Arsya, dan mbak Tika sendiri yang berusaha untuk memperbaiki semua nya, enggak mbak enggak semuanya sudah berubah, seiring dengan berjalannya waktu, mbak seharusnya sadar seharusnya mbak mikir kalau bang Arsya sudah bahagia" ucap Raisa panjang lebar, Tika yang mendengar ucapan Raisa menjadi hilang kesabaran, dicengkeram nya dagu Raisa kuat membuat Raisa meringis kesakitan.


" berani sekali kamu berbicara seperti itu kepada saya, berani sekali kamu menasehati saya, saya cuma minta kamu pergi dari kehidupan Arsya, jika perlu kamu gugat cerai dia" teriak Tika didepan wajah Raisa, Raisa menarik nafas panjang.


" saya tidak akan pernah pergi dari hidup bang Arsya dan saya tidak akan pernah sudi menuruti perkataan mbak Tika" jawab Raisa lantang, ditatapnya wajah Tika yang sudah memerah akibat emosi yang memuncak.


" kamu berani menolak perintah saya?" geram Tika dengan tatapan tajam, Raisa mengangguk kecil dan tersenyum tipis.

__ADS_1


" oke, kalau itu keputusan kamu jangan salah kan saya jika saya berbuat kasar kepada kamu, oh atau kamu mau anak yang ada didalam perut kamu ini saya keluarkan sekarang juga?" ancam Tika, Raisa yang awalnya tidak takut dengan Tika seketika menjadi diam ia takut Tika akan melakukan hal yang tidak-tidak kepada anak nya.


" kenapa kamu taku? saya enggak pernah main-main dengan ucapan saya ya" Tika melepaskan cengkraman tangannya dan menimbulkan bekas kemerahan didagu Raisa.


" cih, dasar wanita jahat kamu kira saya takut sama kamu, kamu itu tak ubahnya wanita iblis tau enggak, pantas saja bang Arsya lebih memilih saya menjadi istri nya lah orang kamu sendiri tak ubahnya seperti iblis, wajar saja hidup mu hancur berantakan." ucap Raisa lantang, Tika yang mendengar nya menjadi semakin geram.


" berani sekali kamu Raisa, Jeremy lakukan apa yang seharusnya kamu lakukan, jika perlu lenyapkan dia dari dunia ini" teriak Tika, Jeremy langsung melangkah mendekati Raisa, Raisa yang melihat Jeremy berjalan mendekat kearah nya pun langsung berteriak.


" Tika, jika akhirnya aku tiada aku rela karena aku tidak akan sudi pergi dari kehidupan bang Arsya, dan jika aku akhirnya tiada aku ikhlas setidaknya aku tak pernah mengucapkan kata-kata yang tak pantas didengar kan oleh nya, aku mencintai bang Arsya, begitu pun bang Arsya ia juga sangat mencintai, kami berdua sama-sama saling mencintai asal kamu tau itu, kamu datang kembali hanya untuk menghancurkan kehidupan kami, kamu benar-benar wanita jahat Tika, jika kehidupan mu hancur itu artinya karma Tuhan telah berlaku untuk mu" teriak Raisa penuh amarah, ia sudah tak dapat menahan emosi nya lagi nafas nya terengah-engah.


Tika mendadak diam membisu, sudut bibir nya melengkung tipis, dilangkahkan nya kaki mendekat kearah Raisa.


Plakkk..


Satu tamparan mendarat mulus di pipi Raisa yang putih, bekas kemerahan terpampang jelas di pipi nya.


" berani sekali kamu" geram Tika dengan emosi memuncak, Raisa tersenyum simpul dan menatap tajam Tika.


" aku tidak pernah takut dengan mu Tika, sampai mati pun aku tidak pernah takut" ucap Raisa, Tika kembali mengangkat tangan nya untuk menampar Raisa lagi.


Plakkk, satu tamparan lagi mendarat mulus di pipi Raisa, rasa panas menjalar keseluruh wajah nya,

__ADS_1


"akhhhhh" teriak Raisa yang terdengar miris, Tika tersenyum kecut sembari mencengkeram kuat dagu Raisa.


" dengar ya rubah kecil, kamu itu tidak ada apa-apa nya bagi saya, Jeremy tuntas kan tugas mu" perintah Tika, Jeremy mengangguk cepat, Tika melangkahkan kakinya dan berlalu dari tempat itu.


__ADS_2