
Terdengar suara ribut-ribut dari dalam kamar Rashya, ia kedua bocah itu sekarang tengah berdebat. Baik Rashya maupun Mikayla tidak ada yang mau mengalah.
"kamu itu cewek, enggak sopan tau main masuk kamar orang, apalagi kamar cowok" ucap Rashya dengan kedua tangan disaku celana.
" terserah aku dong mau masuk ke kamar siapa, lagian lebay banget sih kamu tiban masuk doang kan aku cuma pengen lihat aja" jawab Mikayla tak mau kalah.
" tapi itu namanya enggak sopan, kamu sekolah kan masa gitu aja enggak tau sih?" cibir Rashya tersenyum miring.
"Halah kamu aja yang lebay, udah ahh aku mau tidur capek" Mikayla mendorong sedikit tubuh Rashya agar menyingkir, dan menghempaskan tubuhnya di atas kasur.
" enak aja main tidur, ini itu kasur aku bukan kasur kamu" Rashya menarik tangan Mikayla.
" ihh apaan sih cuma tiduran aja, kasur jelek kayak gini" Mikayla bangkit dari tidurnya dan menatap nyalang Rashya.
Krittt...
Tiba-tiba pintu kamar pun terbuka muncullah dua orang sosok perempuan yang mengenakan hijab memasuki ruangan.
Rashya dan Mikayla yang sibuk berdebat pun tak menyadari kedatangan kedua perempuan cantik itu.
" ehemmm" deheman Rania berhasil menghentikan perdebatan antara kedua bocah itu, serentak Rashya dan Mikayla pun menoleh.
" berantem terus kerjaan nya udah kayak Tom and Jerry aja kalian ini" ucap Rania menatap kedua bocil itu.
" kalian ini kenapa sih setiap ketemu pasti ada aja yang diperdebatkan, bunda jadi pusing tau dengar suara kalian yang ribut itu" ucap Raisa lembut.
Rashya dan Mikayla pun hanya menunduk kepala tak berani menatap wajah Rania maupun Raisa.
" Rashya?" panggil Raisa lembut, sontak Rashya pun mengangkat pandangan nya menatap sang bunda.
"minta maaf sama Mikayla " ujar Raisa lembut mengusap kepala sang putra.
"Mikayla, kamu juga minta maaf sama Rashya kalian ini saudara tau enggak baik terus berdebat terus" ucap Rania menatap Mikayla yang masih menundukkan pandangan nya.
Mendengar ucapan sang mama barusan membuat Mikayla langsung mengangkat pandangan nya, ia menatap sang mama dengan wajah kesal.
__ADS_1
" apaan sih ma, Mikayla itu enggak salah. lagian tuh bocil aja yang lebay" kesal Mikayla.
" lah itukan salah kamu main masuk kamar orang," jawab Rashya, Mikayla menatap tajam Rashya.
"sudah pokoknya kalian berdua harus saling meminta maaf dan memaafkan, mama enggak mau dengar suara ribut kalian paham" ucap Rania tegas dan berlalu meninggalkan Raisa, Mikayla, dan Rashya.
"yasudah sayang kalian yang akur ya jangan ribut terus, " ucap Raisa mengelus lembut kepala Rashya dan Mikayla kemudian ia pun berlalu meninggalkan kedua bocil itu.
Kedua bocil itu pun saling menatap nyalang, baik Rashya maupun Mikayla tetap saja saling menatap tak suka, padahal baru saja tadi mereka bermaafan.
"ngapain kamu natap aku kayak gitu?" ketus Mikayla
" siapa juga yang natap kamu, ogah" Rashya juga gak kalah ketus nya.
"heleh, ehh kamu itu jadi cowok enggak pengertian banget sih" ucap Mikayla mendudukkan tubuhnya di atas kasur.
" enggak pengertian bagaimana sih? ehhh siapa yang suruh kamu duduk disitu?" Rashya mendelik tajam,
" lah tibang numpang duduk doang enggak boleh pelit amet sih jadi orang, awas aja ya kalau Om Arsya pulang aku aduin kamu" ucap Mikayla kesal.
" aku kenpokan nya, dan om Arsya itu om nya aku" jawab Mikayla ketus,
"haha, cuma keponakan lah aku anak nya gimana coba?" ejek Rashya.
" auu ahh debat sama kamu enggak ada ujungnya" ucap Mikayla kesal bangkit berdiri dan melangkahkan kakinya pergi.
Rashya tersenyum miring saat melihat tubuh sang sepupu yang telah hilang dibalik pintu.
" ck, Rashya dilawan" lirih Rashya tersenyum miring.
Mikayla melangkahkan kakinya dengan penuh kesal, ia menghampiri mama dan Tante kesayangan nya yang sedang asyik mengobrol sembari menonton TV.
Mikayla pun menghempaskan tubuhnya disamping sang mama sembari menarik nafas kasar.
Rania dan Raisa pun menoleh kearah Mikayla yang tengah menahan kesal itu.
__ADS_1
" kamu kenapa sih Mi?" tanya Rania
"pulang yuk ma" ajak Mikayla, Rania pun menatap heran sang putri.
" loh kenapa? kan kita belum lama disini, kata nya tadi kamu kangen banget sama Tante Raisa sampai-sampai ngebet ngajak mama kesini?" tanya Rania bingung, Mikayla menghembuskan nafas kasar.
" hufftt, iya Mikayla emang kangen sama Tante Raisa, tapi kalau Mikayla lama-lama disini bisa-bisa Mikayla darah tinggi ma, mama kan tau sendiri Rashya itu nyebelin banget" ucap Mikayla menjelaskan.
"loh bukan nya kalian udah baikan tadi ya?" tanya Raisa lembut, Mikayla mengangguk kecil.
"iya Tante, memang udah baikan tapi pas waktu ada Tante dan mama, terus pas waktu kalian pergi si Rashya berulah lagi, suka banget bikin kesal" jawab Mikayla dengan perasaan kesal.
Raisa pun hanya tersenyum tipis mendengar jawaban Mikayla.
" ayok ma kita pulang" ajak Mikayla lagi
" tapi kan om Arsya belum pulang sayang" ucap Rania, berusaha membujuk sang putri.
"aku enggak mau tau pokok nya Mikayla mau pulang" ucap Mikayla tegas, Raisa pun tersenyum tipis dan mengelus lembut kepala Mikayla.
"nanti aja sayang pulang nya, Tante masih kangen tau sama kamu, emangnya kamu enggak mau ketemu Tante lama-lama ya,?" tanya Raisa lembut berusaha membujuk bocah Lima tahun itu.
"Mikayla sih mau aja Tante, tapi anak Tante itu nyebelin banget, Mikayla dengan suka" jawab Mikayla jujur dengan pandangan menunduk kebawah.
" yaudah nanti Tante akan tegur Rashya jika dia membuat kamu kesal lagi, Tante minta maaf ya atas nama Rashya " ucap Raisa lembut, Mikayla pun mengangguk kecil dan langsung memeluk erat tubuh Raisa.
" iya Tante, Mikayla maafin, Mikayla sayang banget sama Tante " ucap Mikayla.
" iya sayang Tante juga sayang banget sama kamu, udah ya jangan ngambek lagi entar cantik nya hilang loh" Raisa melerai pelukan dan menangkupkan kedua telapak tangan nya di pipi Mikayla, gadis kecil itu pun mengangguk cepat dan tersenyum manis.
"nah gitu dong senyum, kan cantik nya nambah tuh, huh cantik nya keponakan Tante" puji Raisa mengelus lembut kedua pipi gadis kecil itu.
" hehe, iya dong Tante keponakan siapa dulu dong, kan keponakan Tante Raisa " jawab Mikayla antusias,
" ekhemmm" deheman suara Rania pun membuat Mikayla dan Raisa pun menoleh,
__ADS_1
" hehe, anak nya mama Rania yang paling cantik tentu nya" jawab Mikayla tersenyum manis, Rania dan Raisa pun hanya tersenyum tipis melihat kelakuanku gadis kecil itu.