
Dreeetttt...
Gawai Raisa yang berada diatas nakas bergetar, Raisa yang baru saja keluar dari kamar mandi segera berjalan menuju nakas.
Diambilnya benda pipih itu dan melihat kelayar siapa yang telah menelpon nya sepagi ini.
"mbak Tika?" gumam Riasa pada dirinya sendiri, ia pun langsung menggeser tombol hijau dan panggilan suara pun terhubung.
" Halo assalamualaikum mbak?" sapa Raisa saat sambungan telepon telah terhubung.
" waalaikumsalam Raisa, maaf ya aku ganggu kamu," ucap Tika disebrang sana.
"enggak apa-apa kok mbak, ohya mbak Tika ada perlu apa?" tanya Raisa to the point, dan duduk dipinggir ranjang.
" Emm, enggak ada apa-apa sih cuma mau ngajak kamu jalan-jalan aja, kita shopping gitu ke mall" ujar Tika, merebahkan tubuhnya diatas ranjang.
" emm gimana ya mbak, Riasa bingung, nanti deh Raisa minta izin dulu sama suami Raisa, nanti kalo udah fixs Raisa kabarin deh gimana?" Ucap Raisa dengan sedikit ragu, pasalnya ia takut Arsya tidak akan mengizinkan nya pergi, mengingat waktu ia akan pergi dengan Sindi, harus melalui drama dan larangan dulu.
" em, yaudah deh, mbak sih berharap kamu diizinin sama suami kamu, abisnya mbak enggak mau sendirian, kalo ada kamu kan enak Mbak ada temennya" ucap Tika penuh harap.
" iya mbak In Sya Allah doakan aja semoga suami ku mengizinkan" Ucap Riasa berusaha menghibur Tika.
" ya udah kalo gitu mbak tutup dulu ya telponnya, assalamualaikum" ucap mematikan sambungan telepon,
" iya mbak waalaikumsalam " Raisa meletakkan kembali gawainya diatas nakas.
Dilain tempat Arsya tengah sibuk berkutat dengan laptop dihadapannya, jari-jari nya dengan lincah menari diatas keyboard.
Bayu yang sedang duduk disofa sudut ruangan pun juga terlihat sangat sibuk.
__ADS_1
Sesekali Bayu melirik kearah Arsya, Bayu hanya geleng-geleng kepala melihat tingkah boss nya yang gila kerja itu.
Gawai Bayu bergetar disaku, dengan cepat Bayu mengeluarkan benda pipih itu dan menatap layar tertera no anak buahnya.
" halo, ada informasi apa?" jawab Bayu cepat, saat panggilan suara telah terhubung.
" boss kami telah berhasil menemukan dalang dibalik berita hoax yang beredar tentang Widiansyah group boss" ucap anak buah Bayu dari sebrang sana.
" siapa, cepat katakan?" ucap Bayu tidak sabaran.
"orang itu adalah Dimas boss keponakan nya pak Dedi, ia yang telah menyebarkan berita hoax itu boss." ucap anak buah Bayu, Bayu hanya tersenyum miring mendengar informasi dari mereka.
" yasudah kalian urus orang itu, dan pastikan kalian melakukan nya dengan baik, ingat saya enggak mau menerima kegagalan paham" ucap Bayu penuh penekanan, dan memutuskan panggilan secara sepihak.
Bayu kemudian melirik Arsya yang telah selesai dengan laptopnya.
" boss ternyata seseorang dari Kevin group yang telah menyebarkan berita hoax itu adalah keponakan dari pak Dedi bos, pemilik Kevin group tersebut" Bayu memulai percakapan, Arsya sontak menoleh kearah Bayu dengan wajah bingung nya.
" iya bos, sekarang anak buah saya akan segera memberikan pelajaran buat dia" ucap Bayu meyakinkan, Arsya hanya diam dan mengangguk kecil.
" oke saya percaya sama kamu" ucap Arsya berlalu keluar ruangan, Bayu pun dengan setia mengikuti langkah sang bos.
Didalam mobil terasa hening Bayu yang fokus mengemudi dan Arsya yang fokus dengan berkas ditangannya, karena saat ini mereka sedang dalam perjalanan menuju Restoran XX untuk melakukan meeting penting dengan klien dari perusahaan Singapura.
Derrrttttt, gawai Arsya yang ia disimpan disaku celana bergetar, repleks Arsya pun mengehentikan aktivitasnya, dan mengeluarkan benda pipih tersebut, sebuah senyuman tipis terbit diwajah tampannya.
Dengan cepat Arsya pun menggeser tombol hijau, panggilan suara pun terhubung.
" halo assalamualaikum dek, kenapa kamu kangen ya sama Abang?" goda Arsya saat sambungan telepon telah terhubung.
__ADS_1
" ck, apaan sih bang ke PD an amet jadi orang, siapa juga yang rindu" decak Raisa kesal, Arsya hanya tertawa kecil.
" hehe, terus kenapa nelpon Abang kalo enggak rindu?" tanya Arsya terkekeh kecil.
"Raisa nelpon Abang, cuma buat minta izin" ucap Raisa.
" izin buat apa, kalo izin buat mencintai Abang udah enggak usah pake izin segala" Arsya mencoba menggombali Raisa, Raisa yang mendengar hanya memutar bola matanya malas.
" haisss, apaan sih bang, Raisa cuma mau minta izin keluar, karena Raisa mau jalan-jalan sama teman Raisa boleh ya bang, boleh ya?" tanya Raisa penuh harap, Arsya yang mendengar pun hanya menautkan alisnya.
" pergi kemana? teman kamu itu cowok atau cewek?" tanya Arsya terdengar datar, Raisa yang mendengar nya hanya menghela nafas berat.
"huuuffftttt, ke mall bang, temen Raisa cewek kok, nanti kapan-kapan Raisa kenalin deh biar Abang enggak curiga terus sama Raisa, jadi gimana bang boleh ya?" ucap Raisa, Arsya pun terpaksa harus menyetujui nya.
" Hem, yasudah tapi habis itu kamu langsung pulang oke" ujar Arsya dengan penuh penekanan, Raisa yang mendengar pernyataan Arsya pun tersenyum tipis.
" oke bang, makasih Abang Arsya yang guanteng nya tiada tara, love you muaaccchh" ucap Raisa girang, Arsya pun hanya tersenyum simpul dan mematikan sambungan telepon.
"dasar perempuan ada maunya aja muji-muji suami eh giliran enggak ada maunya mana mau tuh muji-muji kayak gitu, dasar wanita makhluk unik"gumam Arsya sembari tersenyum memandang gawainya.
Bayu yang melihat Arsya tenang tersenyum melalu kaca spion didepannya pun ikut tersenyum tipis.
" kenapa kamu senyum-senyum bay?" tanya Arsya bingung yang baru menyadari kalau Bayu juga ikut tersenyum.
"ya elah pak boss, saya tersenyum itu karena liat pak boss yang lagi tersenyum, emang benar ya boss wanita itu makhluk unik, saya aja terkadang kagak ngerti apa mau mereka" ucap Bayu tersenyum tipis.
" iya bay, terkadang kita sebagai lelaki harus mengalahkan ego kita" ucap Arsya tersenyum tipis, Bayu pun mengangguk dan membenarkan perkataan Arsya.
" iya boss, kan udah ada peraturan nya, dimana-mana wanita itu selalu benar, meski pun mereka salah tapi imbasnya sama kita para lelaki yang selalu salah ya meskipun kita benar tetap aja kembali pada pasal pertama kalau wanita itu selalu benar" ucap Bayu yang fokus pada jalanan, sesekali melirik kebelakang melalui kaca spion didepannya.
__ADS_1
" iya bay bener banget" Arsya pun ikut membenarkan peraturan tersebut, yang entah siapa orang yang telah membuat peraturan yang terdengar aneh itu.