Kehidupan Ku (Menikah Muda)

Kehidupan Ku (Menikah Muda)
Bagian 37


__ADS_3

Setelah hampir dua jam menghabiskan waktu untuk berbelanja Dua pasang pasutri tersebut akhirnya menyudahi kegiatannya berburu belanjaan. Mereka sekarang sedang berada dicaffe dalam mall tersebut.


" mbak" panggil Rania kepada salah satu waiters dicafe tersebut, Sang waiters pun melangkahkan kaki menuju meja yang ditempati oleh dua pasang pasutri tersebut.


"iya mbak mas mau pesan apa?" tanya waiters tersebut sopan.


"saya mau pesan 2 coklat panas, 2 cappucino 2 roll banana cake, 2 steak daging saos manis, udah mbak itu aja, makasih ya" ucap Rania tersenyum tipis, sang waiters pun dengan sigap mencatat apa yang disebut oleh Rania.


"baik semua pesannya sudah saya catat apakah ada tambahan lain?" tanya waiters itu sopan, Rania pun menggeleng dan tersenyum tipis.


" nggak ada mbak itu aja terima kasih" ucap Raisa tersenyum manis.

__ADS_1


" sama-sama, silahkan ditunggu pesanannya" ucap waiters tersebut sopan dan berlalu pergi.


Saat menunggu pesanan mereka datang keempat anak manusia itu tengah sibuk berbincang ria dan sesekali tertawa.


" kamu tau nggak Raisa waktu kecil Arsya itu suka banget loh ngintilin kakak, kemana kakak pasti ada dia juga, udah kayak buntut kakak tau nggak?" ucap Rania menceritakan masa kecilnya bersama Arsya.


"Ohya, berarti Kak Rania dekat banget dong sama bang Arsya?" tanya Raisa antusias.


" iiiss, kata siapa aku nggak ngambek kok, kakak aja yang terlalu lebay" elak Arsya


" ck, mau ngelak lagi, kamu nngak ingat apa waktu kakak mau berangkat sekolah kamu nangis-nangis takut kakak tinggal, sampai-sampai nek Uti keliyengan nenangin kamu sya, kakak masih ingat sya saat kamu jatoh dari sepeda terus gigi depan mu copot ehh kakak yang kena omelin habis-habisan sama nek Uti" ucap Rania tersenyum kala mengingat hal itu.

__ADS_1


"kan udah kakak bilang jangan main sepeda kakak, kamu nya sih maksa jadi jatoh deh, dasar anak bandel suka banget bikin onar, jahilnya nggak ketulungan" tambah Rania lagi sembari terkekeh kecil.


" jadi kakak Rania masih ingat semuanya kejadian waktu aku masih kecil,?" tanya Arsya antusias, Rania pun mengangguk sebagai jawaban


" iya sya kakak nggak pernah lupa semua hal tentang masa kecil kamu, masa kecil kita, karena bagi kakak kamu adalah adik laki-laki satu-satunya yang kakak sayangi kakak akan lakukan apapun buat adik kakak yang kakak sayangi ini, termasuk mengahadapi sikap jahil dan manja kamu " ucap Rania tersenyum manis menatap Arsya, Arsya yang ditatap pun ikut tersenyum manis dan memeluk Rania erat.


" makasih ya kak, sedari kecil kakak selalu ada buat Arsya, Kakak selalu ngertiin Arsya, Arsya juga sayang banget sama kakak," ucap Arsya tersenyum tipis.


" kakak juga sayang banget sya sama kamu, bagi kakak kamu tetap jadi adik kecil kak Rania yang kakak lindungi" ucap Rania haru.


Reno dan Raisa pun hanya memandang haru dan tersenyum tipis melihat sisi kedekatan antara Arsya dan Rania, meskipun mereka selalu berdebat layaknya kucing dan tikus, namun disisi lain rasa sayang diantara satu sama lain sangat lah kuat, apalagi Rania sebagai kakak yang selalu berusaha menjadi pelindung bagi Arsya, Rania akan melakukan apapun demi membuat adik sepupunya itu bahagia.

__ADS_1


Tak berselang lama akhirnya makanan yang mereka pesan pun telah tiba, mereka pun langsung menyantap makanan yang telah disajikan tersebut dan sesekali tertawa dan berbincang ria, terlihat jelas gurat kebahagiaan diwajah mereka berempat, terutama Rania dan Arsya karena sudah lama mereka tidak merasakan nostalgia waktu mereka kecil karena sekarang mereka sudah disibukkan oleh keluarga dan urusan pribadi masing-masing.


__ADS_2