Kehidupan Ku (Menikah Muda)

Kehidupan Ku (Menikah Muda)
Bagian 100


__ADS_3

" pak Bayu kenapa belum menikah sih, pak Arsya aja anak nya udah gede loh?" tanya Siska, mendengar itu pun Bayu sontak langsung menghentikan kegiatan, ia pun meletakkan kembali makanan yang hendak masuk kedalam mulutnya.


" lah kamu sendiri kenapa belum nikah?" tanya Bayu balik.


" lahh kok pak Bayu malah nanya saya sih, saya kan nanya bapak kenapa bapak malah nanya saya balik, aneh ihh sih bapak?" jawab Siska bingung, pasalnya ia bertanya kenapa Bayu malah balik bertanya.


"loh, kan benar kamu nanya saya, ya saya nanya balik dong?" ucap Bayu santai


" iya, tapi kan bapak belum jawab pertanyaan saya pakkkkkkk" jawab Siska penuh penekan.


"kamu mau tau aja atau mau tau banget?" tanya Bayu tersenyum jahil.


"astaga bapak tiban jawab doang apa susah nya sih, pake acara berbelit-belit segala" jawab Siska kesal, Bayu hanya tersenyum tipis.


"belum ada yang srek dihati" jawab Bayu sekenanya.


"kok bisa gitu sih pak?" tanya Siska bingung.


" ya bisa lah" jawab Bayu dingin, ia pun mengambil capuccino dan menyeruput nya perlahan.


" mungkin bapak banyak pilihan kalii, makanya enggak ada yang srek, memang nya tipe pak Bayu itu seperti apa sih?" tanya Siska semakin kepo.


Bayu meletakkan kembali capuccino itu keatas meja, ia menatap dalam Siska , sehingga membuat Siska menjadi salah tingkah.


"kamu yakin mau tau tipe saya gimana?" tanya Bayu mendekatkan wajah nya kehadapan Siska, membuat jantung Siska semakin tak beraturan.


" i..iya pak " jawab Siska gugup, pasalnya ia sedang berusaha menetralkan detak jantung nya. Bayu pun tersenyum tipis saat melihat Siska yang sedang salah tingkah, ia pun kembali menjauhkab tubuh nya.


'astaga pak Bayu please jangan begitu lagi jantung saya enggak kuat, enggak ada cadangan lagi nanti copot gimana dong, bisa berabe kan, mana saya belum nikah sama bapak lagi, kan enggak lucu" batin siska


" saya suka perempuan yang lembut, kalem, enggak neko-neko, cantik, penyayang, lucu, gemesin, karir bagus, tinggi, putih, berpendidikan tinggi, ya setara dengan saya gitulah" ucap Bayu santai dan kembali menyeruput cappucino ditangan nya.


Siska yang mendengar penuturan Bayu pun hanya bisa menelan ludah, pasal nya kriteria wanita idaman Bayu sangat lah jauh dari dirinya.

__ADS_1


Kalau masalah cantik sih Siska juga enggak kalah cantik, tinggi iya Siska juga tinggi, pun dengan kulit putih kulit nya pun juga putih, pendidikan tinggi pun ia punya walaupun hanya S1 sih, tapi untuk sifat lembut, dan kalem itu Siska agak bingung pasalnya ia sendiri suka bar-baran.


Kalau untuk setara dengan Bayu yang memiliki banyak kelebihan Siska rasa itu enggak akan mungkin.


Melihat Siska yang hanya diam mematung pun, Bayu menjadi bingung iapun meletakkan kembali capuccino nya dan memanggil nama Siska, ia takut nanti tuh anak kesambet.


" Siska" panggil Bayu, namun sang empunya nama tak merespon.


" heyy Siska" ucap Bayu setengah berteriak, mendengar itu pun Siska langsung tersadar dari lamunannya.


" i...iya pak kenapa?" tanya Siska gelagapan


" kamu ini kenapa sih?" tanya Bayu bingung


" eng..enggak kenapa-kenapa kok pak" jawab Siska gugup, Bayu hanya diam dan kembali melanjutkan makan nya.


'pak Bayu bisa enggak sih standar nya dikurangin dikit, saya yang kentang ini apakah daya' gumam Siska dalam hati, dan memandang dalam Bayu yang tengah sibuk mengunyah makanan.


Rahsya pun menghampiri sang papa yang tengah duduk sembari memainkan gawai nya.


"pa" panggil Rashya, Arsya pun melirik kesamping dilihat nya wajah sang putra yang tengah ditekuk itu.


" tuh muka kenapa kayak ditekuk gitu, jelek tau" ucap Arsya, Rashya pun hanya diam sembari mencebikkan bibir nya kesal.


ia pun menyandarkan punggungnya dikursi dan mulai memejamkan matanya.


"lohhh Mikayla Rashya kemana?" tanya Raisa melirik kebelakang, namun tak dilihat nya wajah sang putra.


" ya Mikayla enggak tau Tante, bukan nya tadi ada didekat kita?" tanya Mikayla balik.


Raisa dan Mikayla pun mencari keberadaan Rashya, mereka berkeliling toko itu hanya untuk mencari Rashya, namun tidak ada yang tau keberadaan bocah tersebut, Raisa pun semakin panik dibuat nya.


"Ya Allah Rashya kamu dimana sih nak" lirih Raisa cemas, ia pun mengambil gawai nya dari dalam tas dan mencoba untuk menghubungi sang suami, namun belum sempat ia menghubungi Arsya, Mikayla yang tak sengaja menoleh kearah kiri pun membulat kan mata nya saat melihat dari arah kejauhan Rashya yang sedang tertidur disamping Arsya.

__ADS_1


" Tante Raisa itu Rashya " ucap Mikayla, Raisa pun melirik kearah yang dimaksud Mikayla.


Mereka berdua pun melangkahkan kaki menuju ketempat kedua laki-laki itu.


" astaghfirullah Rashya kamu disini ternyata " ucap Raisa cemas, namun ia juga merasa lega karena sang anak bersama sang ayah.


" lahh kenapa dek, kok kamu kayak cemas gitu?" tanya Arsya yang melihat raut wajah cemas di wajah sang istri.


" Abang tau enggak, Raisa cemas gara-gara Rashya menghilang gitu aja, lagian ni anak kok enggak bilang kalo mau jinguk Abang, Raisa kan jadi khawatir tau dia kenapa-kenapa " terang Raisa, Arsya pun mengangguk kecil dan menuntun sang istri untuk duduk agar ia bisa lebih tenang.


" nih minum dulu biar kamu tenang" Arsya menyodorkan sebotol air mineral kepada sang istri.


Raisa meminum air tersebut dengan tenang, setelah itu ia pun memberikan kembali botol tersebut ke sang suami.


" nih bang" Arsya pun menerima nya.


Rashya yang mendengar suara sang bunda pun akhirnya terbangun dari tidurnya.


" bunda?" ucap Rashya.


" ya Allah Rashya kamu ini bikin bunda cemas aja, bunda sama Mikayla nyariin kamu tau, bunda takut kamu kenapa-kenapa " ucap Raisa.


" maaf Bun, abis bunda sama Mikayla lama belanja nya, Rashya bosan tau kalo terus ngebuntutin kalian terus, mendingan Rashya nyamperin ayah" jawab Rashya dengan pandangan menunduk kebawah.


" yasudah lain kali bilang ya sayang, biar bunda enggak panik" Raisa menangkup pipi sang putra dengan kedua tangannya, Rashya pun mengangguk kecil.


"maka nya, punya mulut itu di pake" celetuk Mikayla tanpa dosa, Rashya pun langsung menatap tajam ke arah Mikayla.


"tuh mulut ada sopan santun nya enggak sih," jawab Rashya kesal.


" udahh jangan ribut kenapa sih saya capek denger kalian ribut melulu" ucap Arsya menengahi kedua bocah tersebut.


Mikayla dan Rashya pun hanya diam tak berkutik jika sudah Arsya yang turun tangan.

__ADS_1


__ADS_2