Kehidupan Ku (Menikah Muda)

Kehidupan Ku (Menikah Muda)
Bagian 34


__ADS_3

Setelah menunggu hampir 1 jam Raisa dan Rania pun langsung menghampiri mang Ujang yang baru pulang dari pasar.


" gimana mang ada jualan kayu bakarnya?" tanya Rania antusias


" iya mang gimana ada nggak?" tanya Raisa


" ada neng tadi mamang harus nunggu dulu, dan susah juga ternyata jaman sekarang non nyari kayu bakar nya, lagian disini juga nggak ada hutan pemukiman padat semua" ucap man Ujang panjang lebar.


" iya juga sih mang, makasih ya mang" ucap Rania tulus


" iya neng sami-sami atuh" ucap man Ujang


Rania dan Raisa pun melangkahkan kaki menuju halaman belakang dimana tempat kayu bakar yang sudah dijadikan api oleh mang Ujang dan langsung beraksi.


" astaga mata gue perih banget, emang dasar ni asap nggak ada akhlak banget" gerutu Rania kesal karena matanya yang sudah berair terkena asap.


"yang sabar kak, namanya juga masak pake kayu bakar" ucap Raisa lembut.


" tuh kan apinya harus dijaga Raisa, kamu aja deh yang niup nya kakak nggak kuat nih pedih banget mata kakak, seumur-umur baru kali ini kakak masak pake kayu bakar, mana banyak asap lagi, liat nih muka kakak kayak terasi lecek tau nggak" ucap Rania kesal

__ADS_1


Raisa pun hanya terkekeh pelan melihat tingkah Rania yang terus saja menggerutu.


"ahhh, asap kenapa ngarah ke gue sih udah tau mata gue pedih dasar asap nggak ada akhlak, gue benci Lo asap" gerutu Rania kesal saat asap yang ditiup oleh Raisa berlari menghampirinya.


"uhuk uhuk uhuk" Rania terbatuk-batuk gara-gara asap.


" Kak Rania nggak apa-apa?" tanya Raisa, Rania pun menggeleng dan melanjutkan masaknya.


Setelah hampir 20 menit mereka berkutat dengan kayu bakar, masakan, dan drama tragedi asap akhirnya selesai juga masakan yang mereka buat, dan langsung mereka sajikan diatas meja makan.


Tak berselang lama Reno dan Arsya pun telah tiba di meja makan, hendak menikmati makanan mereka.


"Tuh muka kenapa lecek kayak terasi basah, nggak ada cantik-cantik nya" ucap Reno datar


" ini semua gara-gara kalian tau, nyuruh kita masak pake kayu bakar" gerutu Rania kesal


"kok gara-gara kita sih?" tanya Reno dan Arsya berbarengan.


"iya salah kalian, udah tau kita nggak pernah masak pake kayu bakar, ini disuruh pake kayu bakar, mana nyari kayu bakarnya susah banget, kalian nggak tau seberapa besarnya perjuangan kita buat masak makanan ini tau" kesal Rania menatap tajam Arsya dan Reno

__ADS_1


" iya bener tuh, sampai-sampai kita nyuruh mang Ujang buat beli kayu bakar dipasar" ucap Raisa antusias.


"ya namanya juga hukuman, ya kalian harus patuhi lah" ucap Reno enteng tersenyum tipis.


" ck, dasar suami lucnut" lirih Rania, namun masih bisa didengar oleh Reno.


" kamu barusan bilang apa dek?" ucap Reno menatap tajam Rania


" hehehe, nggak ada apa-apa kok mas, Rania cuma bilang mas Reno makin ganteng aja, uhh jadi makin cinta deh" ucap Rania cengengesan sembari merangkul mesra pundak Reno.


" ck, dasar bucin" umpat Arsya, namun Rania hanya acuh saja.


" yaudah dimakan gih makanannya entar dingin Lo" ucap Raisa menengahi.


" oh iya sampe kelupaan gara-gara kalian" ucap Arsya


" kok gara-gara kita sih bang?" tanya Raisa bingung


" ya iyalah gara-gara kalian, mau makan aja kita harus dengar curhatan kalian" ucap Arsya enteng

__ADS_1


"enak aja kamu bang, udah syukur dimasakin, bukanya terima kasih ehh malah ngedumel" kesal Raisa


" loh kok kamu sih dek yang kesal, kan seharusnya Abang, emang dasar cewek selalu benar " ucap Arsya sembari memakan makanannya.


__ADS_2