Kehidupan Ku (Menikah Muda)

Kehidupan Ku (Menikah Muda)
Bagian 41


__ADS_3

Selama diperjalanan hanya ada keheningan Arsya yang fokus dengan jalanan, dan Raisa yang fokus dengan gawainya.


Setelah menempuh perjalanan selama 3 jam, akhirnya mobil mereka tiba dihalaman depan rumah.


Arsya langsung memarkirkan mobilnya dan turun diikuti oleh Raisa yang juga membuka pintu dan keluar melalui sisi lain.


Arsya membuka bagasi dan mengeluarkan koper-koper mereka, dan melangkahkan kaki masuk kedalam rumah.


"sini den biar bibi yang bawa nya?" tawar bi Sumi hendak mengambil alih koper dari tangan Arsya.


" enggak usah bi, biar Arsya aja" Arsya pun berjalan meninggalkan bi Sumi dan Raisa menuju kekamar mereka yang ada dilantai dua.


"non Raisa udah makan?" tanya bi Sumi, Raisa pun menggeleng.


"yaudah biar bibi siapin ya makanan nya" tawar bi Sumi.


" enggak usah bi, nanti aja" jawab Raisa tersenyum tipis.


" yasudah kalo begitu bibi pamit ya non mau kebelakang" pamit bi Sumi sopan dan berlalu kedapur.


Raisa pun melangkahkan kakinya menaiki tangga menuju kamarnya, setibanya di depan pintu kamar samar-samar Raisa mendengar suara Arsya yang terdengar marah, Raisa pun mulai penasaran kenapa Arsya bisa semarah itu, dan siapa yang membuat Arsya bisa menjadi semarah itu.


Sekitar 5 menit Raisa berdiri didepan pintu kamar, tiba-tiba pintu kamar dibuka Raisa pun menjadi panik dan berusaha bersikap setenang mungkin.


" loh kamu kenapa ada disini dek, kok enggak langsung masuk aja?" tanya Arsya dengan mengerutkan dahi, terlihat gurat kecemasan diwajah nya.


"Raisa baru nyampe tau bang, baru aja mau pegang handle pintu eh pintunya udah dibuka duluan sama Abang" jawab Raisa tersenyum tipis, Arsya pun hanya ber O ria saja.

__ADS_1


"Abang mau kemana?" tanya Raisa yang melihat Arsya sudah berpenampilan rapi.


" ke kantor, tiba-tiba ada masalah sama perusahaan jadi mau enggak mau Abang harus datang"


" tapi kan kita baru sampai bang, lagian Abang pasti masih capek"


" enggak apa-apa kok, yaudah Abang berangkat ya, kamu langsung istirahat aja kan capek tuh assalamualaikum" Arsya mencium lembut kening Raisa, dan berlalu meninggalkan Raisa.


" waalaikumsalam" jawab Raisa saat punggung Arsya tidak terlihat lagi.


'sebenarnya ada apa sih, kok aku merasa bang Arsya menyembunyikan sesuatu dari aku, astaga Raisa jangan berpikiran yang aneh-aneh iiiss ni otak kok jadi suka berprasangka yang enggak-enggak sama suami sendiri,' gumam Raisa dalam hati dan berlalu masuk kedalam kamar.


Dilain tempat Arsya sedang mengemudikan mobilnya dengan kecepatan tinggi, saat ini ia benar-benar pusing, bagaimana bisa client penting dari Amerika yang akan menandatangani surat kontrak kerja sama itu tiba-tiba saja membatalkan semuanya secara sepihak.


Arsya semakin melajukan mobilnya, tak dihiraukannya mobil-mobil yang lalu lalang melintas tujuan nya saat ini hanya cepat sampai kekantor dan meminta penjelasan pada Bayu asisten nya.


kurang lebih 15 menit mobil Arsya pun memasuki lobi kantor, jarak tempuh yang seharusnya memakan waktu 30 menit.


Setibanya didepan ruangannya Arsya pun langsung masuk dan menutup kembali pintu ruangannya.


Arsya menghempaskan tubuhnya diatas kursi kebesarannya, dengan sebelah tangan yang memijit pelan pelipisnya.


'kenapa semuanya jadi begini, apa penyebab mereka membatalkan kontrak kerja sama yang bahkan belum terlaksana, akhhh memikirkan semua ini yang ada tambah mumet ni kepala, aku harus menghubungi Bayu, ya aku harus meminta penjelasan darinya' gumam Arsya dalam hati.


Arsya pun mengambil gawai yang ada di saku celananya dan mencari kontak Bayu, lalu melakukan panggilan telepon.


"halo, assalamualaikum pak Arsya" jawab suara disebrang sana.

__ADS_1


" waalaikumsalam, Bayu sekarang kamu ada dimana?" tanya Arsya dengan nada dingin.


" bapak sudah pulang?" tanya Bayu basa-basi.


" sudah enggak usah basa-basi sekarang saya minta kamu kesini sekarang" ucap Arsya penuh penekanan.


" i..iya pak " jawab Bayu, panggilan pun langsung diputuskan oleh Arsya.


10 menit berlalu Bayu pun sampai didepan ruangan Arsya, dan mengetuk pintu tersebut.


tok..


tok..


tok..


"masuk" jawab Arsya dari dalam, Bayu pun membuka pintu dengan perlahan dan melangkah masuk dengan senyuman manis terukir di bibirnya.


"Bayu duduk lah ada yang mau saya tanya kan sama kamu" perintah Arsya, Bayu pun mendudukkan bobot tubuh nya dikursi depan Arsya.


"bapak pasti mau bertanya tentang client penting dari Amerika itukan?" tebak Bayu, Arsya pun mengangguk cepat.


"saya juga bingung pak, kenapa mereka tiba-tiba memutuskan kontrak kerja sama yang bahkan belum ditandatangani ini, saya sudah mengkonfirmasi pihak mereka, bahkan saya datang langsung ketempat penginapan mereka, namun mereka bilang kalau perusahaan kit ini tidak bertanggung jawab pak, tidak efisien, dan curang pak" jelas Bayu panjang lebar, Arsya pun hanya diam mendengarkan.


"saya sudah menjelaskan kepada mereka, bahwa apa yang mereka ketahui dan dengar itu tidak benar pak, namun mereka tidak percaya pak, sehingga mereka membatalkan semuanya pak," tambah Bayu lagi.


" yasudah sekarang kita selidiki dulu siapa yang sudah menyebarkan berita hoax tentang perusahaan kita, setelah pelakunya ketemu batu kita bisa bicarakan lagi baik-baik kepada pihak NC group" usul Arsya, yang dibalas anggukan oleh Bayu.

__ADS_1


" sekarang kamu boleh keluar" perintah Arsya Bayu pun mengangguk patuh, dan berlalu meninggalkan Arsya yang sedang duduk sambil menatap layar laptopnya.


'astaga baru kali ini saya melihat pak Arsya bersikap dingin seperti ini, lagian siapa sih yang tega menyebar berita hoax kayak gitu, awas aja sampe ketemu tuh pelaku" gumam Bayu melangkah keluar dari ruangan Arsya.


__ADS_2