
Raisa keluar dari kamar mandi dengan wajah yang ditekuk kesal.
Arsya yang melihat Raisa telah keluar pun tersenyum tipis, namun Raisa tak menghiraukannya dan melangkah kemeja rias untuk menyisir rambut panjang nya.
Arsya menatap Raisa bingung, ia pun langsung melangkahkan kakinya memasuki kamar mandi untuk membersihkan dirinya.
Raisa yang melihat Arsya enjoi santai kayak dipantai pun hanya mendengus kesal.
Bukannya minta maaf eh Arsya malah langsung nyelonong masuk kamar mandi tanpa menyapa atau pun berbasa-basi dengan nya sekedar minta maaf kek gitu.
'huh dasar suami enggak peka, bisa-bisanya dia merasa enggak berdosa setelah mengerjai aku, awas aja ya kamu bang, liat aja pembalasan dari ku' batin Raisa, yang sedang menyisir rambutnya.
Sekitar 15 menit Arsya pun keluar dari kamar mandi dengan keadaan segar dan pakaian lengkap.
Arsya menatap sekeliling kamar, ia mencari sosok keberadaan seseorang siapa lagi kalau bukan Raisa istri tercintanya itu.
"mungkin dibawah kali ya" gumam Arsya pada dirinya sendiri.
ia pun melangkah kaki keluar kamar untuk menyusul Raisa dibawah.
Saat tiba dibawah Arsya melihat bi Sumi yang sedang membersihkan peralatan masak, namun ia tak menemukan keberadaan Raisa.
Arsya pun melangkahkan kaki menghampiri meja makan, menarik salah satu kursi dan mendudukan bobot tubuhnya.
"bi Sumi?" panggil Arsya, bi Sumi pun langsung melangkah cepat untuk menemui tuan mudanya itu.
__ADS_1
" iya den ada apa?" tanya bi Sumi sopan saat ia telah tiba dihadapan Arsya.
" Raisa mana ya bik?" tanya Arsya to the point, bi Sumi pun menunjuk kearah kompor, disana terlihat Raisa sedang membuatkan sup istimewa buat Arsya.
Arsya pun tersenyum manis, dan mengangguk pelan.
" yasudah kalau begitu saya permisi dulu ya den mau ngelanjutin pekerjaan " pamit bi Sumi sopan, Arsya pun mengangguk kecil dan tersenyum tipis, bi Sumi pun berlalu meninggalkan Arsya.
Setelah sup yang Raisa buat khusus untuk Arsya pun telah selesai, ia berjalan kearah meja makan dengan membawa semangkuk sup ditangannya.
Diletakkan nya sup itu didepan Arsya, dan tersenyum manis saat Arsya melirik nya .
"dimakan ya bang sup nya, ini aku buat khusus loh buat abang" ucap Raisa tersenyum manis, Arsya pun mengangguk cepat dan memakan sup yang telah dibuat khusus oleh Raisa untuk dirinya itu.
'kok rasanya agak aneh ya, astaga pedas, ini sup atau sambal sih' gumam Arsya dalam hati, saat ia telah menikmati sesendok sup buatan Raisa itu.
Arsya terus memakan sup itu, ia tidak mau membuat Raisa kecewa, ia ingin menghargai kerja keras sang istri yang telah membuatkan sup itu khusus untuk nya.
Raisa yang melihat Arsya dengan muka memerah pun hanya tersenyum simpul.
Baru dua sendok yang Arsya makan, ia sudah tidak sanggup lagi rasanya, ia pun menyerah dan langsung menghabiskan air putih yang ada dalam teko sampai tandas.
Raisa yang melihat Arsya kepedasan pun pura-pura tidak tau dan berusaha setenang mungkin.
" dek, kamu kok masak sup nya pedas banget sih, kan kamu tau Abang enggak suka pedas" Ucap Arsya dengan mata berkaca-kaca.
__ADS_1
" masa sih bang pedas?" tanya Raisa pura-pura, Arsya pun mengangguk cepat.
" sini coba Raisa cicipin masa iya pedas" Arsya pun memberikan mangkuk sup itu kepada Raisa, Raisa pun mulai mencicipi masakan yang kata Arsya pedas banget itu.
satu sendok sup menadarat dimulut Raisa, Arsya memperhatikan ekspresi Raisa yang biasa saja ,dan terus memakan sup itu.
'astaga kok dia biasa aja, padahal kan tuh sup pedas banget' gumam Arsya dalam hati, dan terus memperhatikan Raisa yang telah menghabiskan setengah mangkuk sup itu.
"astaga dek, kamu habiskan sampe setengah nya, emangnya kamu enggak kepedasan, itu tuh pedas banget tau, entar kamu sakit perut loh" ucap Arsya panik, Raisa pun hanya diam dan tersenyum tipis.
" issss, Abang apaan sih boong ya, pedas juga enggak" ucap Raisa hendak memakan sup nya lagi, namun langsung ditarik cepat oleh Arsya.
" pokoknya kamu enggak boleh makan lagi, ini tuh pedas banget tau" cerocos Arsya, Raisa pun hanya memutar bola matanya malas.
"pedas apanya, orang cabe nya aja cuma cabe rawit 15 biji kok" ucap Raisa enteng, Arsya pun langsung mendelik lebar.
" astaga 15 biji cabe rawit" ulang Arsya lagi, Raisa pun mengangguk tersenyum manis.
"ooh, jadi ini yang katanya sup istimewa khusus buat aku, ternyata kamu mau balas dendam dengan Abang pake cara seperti ini ya?" Arsya menatap tajam Raisa, namun yang ditatap pun hanya acuh Saja.
" emang dasar tukang jahil, suka banget ya buat suaminya kesal, sekarang kamu harus dapat hukuman dari Abang" Arsya tersenyum misterius, Raisa pun bergidik ngeri dan cepat-cepat berlalu meninggalkan meja makan.
" kamu enggak akan bisa lepas dari hukuman aku sayang, mau pergi dan bersembunyi kemana pun kamu, Abang pasti bisa menemukan mu, ingat itu" teriak Arsya, saat punggung Raisa telah menghilang dibalik dinding.
'hahaha, siapa suruh jahil sama suami sendiri, kalo udah gitu kena sendiri kan' gumam Arsya dalam hati sembari tersenyum tipis.
__ADS_1