Kehidupan Ku (Menikah Muda)

Kehidupan Ku (Menikah Muda)
Bagian 53


__ADS_3

Pagi ini Tika memutuskan untuk jalan-jalan ketaman, berada dirumah terus membuatnya jenuh, apalagi beban pikirannya tentang Arsya pun semakin membuatnya merasa tertekan.


Ia memutuskan pergi ke taman yang letaknya tak jauh dari komplek perumahannya.


Tika pergi seorang diri, ia tidak menggunakan mobil atau pun sepeda motor melainkan ia pergi dengan mengoes sepeda.


Pagi ini matahari bersinar terang, cuaca yang sangat cerah menambah kesan indah, Tika mengoes sepeda nya dengan senyum tipis yang terukir diwajah cantiknya.


Saat seperti inilah yang dibutuhkan oleh Tika, pikiran nya tentang Arsya dan pengkhianatan yang telah ia lakukan membuat hidupnya menjadi tertekan, membuat hari-harinya dipenuhi oleh beban masa lalu.


Tika teringat saat ia dan Arsya sering sekali datang ketempat ini, untuk menikmati akhir pekan, atau pun sekedar membuang penat.


Seulas senyum simpul menghiasi wajah nya, saat ia mengingat bagaimana ia dan Arsya bercanda bersama, mengendarai sepeda bersama dimana Tika duduk didepan dan Arsya yang menggoes sepedanya, sungguh masa-masa indah yang ingin Tika ulangi lagi.


Flash back on


"ahhhh,, Arsya pelan-pelan bawa sepeda nya, entar jatuh" teriak Tika saat Arsya menggoes sepedanya dengan kencang.


"udah kamu diam aja jangan banyak gerak, susah ni aku bawanya, entar kita nyungsep lagi, pokoknya kamu percaya aja sama pacar mu yang tampan ini oke" Arsya semakin bersemangat menggoes sepedanya, Tika pun hanya diam dan berpegangan erat.


Arsya sangat bersemangat menggoes sepedanya namun tanpa ia sadari ada batu yang menghadang sehingga menyebabkan sepeda oleng dan akhirnya mereka pun terjatuh disemak- semak.


"iihh, tuh kan udah aku bilang jangan ngebut goes sepedanya, jadi kayak gini kan kita akhirnya nyungsep kedalam semak-semak" Tika membersihkan diri dari dedaunan yang menempel ditubuhnya.


" hehe, maaf sayang, abisnya aku terlalu bersemangat, apalagi yang ku bonceng ini wanita yang paling cantik di dunia ini, udah pasti aku bersemangat dong, eh kamu enggak apa-apa kan? ada yang sakit enggak?" Tika pun tersenyum tipis, dan menggeleng cepat.


" huh, gombal" Ucap Tika memukul lembut lengan Arsya, Arsya pun hanya tersenyum manis.


" siapa juga sih yang gombal, lagian aku tuh enggak bisa ngegombal, tau" ujar Arsya, Tika pun memicingkan matanya seolah tidak percaya


"aku enggak percaya" Tika bersidekap dada dan membuang pandangannya.


"kamu enggak percaya?" tanya Arsya memiringkan kepalanya menatap Tika.

__ADS_1


" iya" ucap Tika menahan senyum.


"beneran" tanya Arsya mengedipkan mata sebelah kanannya.


"yaudah kalo enggak percaya aku ngambek nih" ucap Arsya dengan bibir yang dikerucutkan membuat Tika gemas.


"yaudah ngambek aja sono, ngambek aja pake laporan segala" tantang Tika menahan tawa.


Arsya pun bangkit berdiri dan berjalan menjauh dari Tika, Tika pun menatap bingung, apa yang Arsya lakukan bagaimana kalo dia ngambek beneran pikir Tika.


Tika pun bangkit dan berjalan menyusul Arsya yang sedang menuntun sepedanya.


Tika mempercepat langkah kakinya, saat telah sampai dibelakang Arsya, Tika langsung memeluk Arsya dari belakang, Arsya pun sedikit terkejut namu ia tersenyum manis.


"kamu mau kemana, jangan tinggalin aku, aku minta maaf, aku percaya kok sama kamu, kalo kamu itu enggak suka ngegombal" lirih Tika menempelkan kepalanya di punggung Arsya.


'haha, akhirnya trik gue berhasil juga' Arsya bersorak senang didalam hatinya.


Arsya pun membalikkan badan dan tersenyum tipis saat Tika menatapnya dengan mata berkaca-kaca.


"aaauww, iihh Arsya sakit tau, entar hidung aku pesek gimana?" protes Tika, Arsya pun hanya tersenyum tipis.


" enggak apa-apa kok, biarpun idung kamu yang mancung itu jadi pesek gara-gara aku cubit, tapi aku masih tetap cinta dan sayang kok sama kamu"


" ck, dasar tukang gombal" lirih Tika, namun masih bisa didengar oleh Arsya.


" apa kamu bilang" tanya Arsya, Tika pun menggeleng cepat.


" enggak ada kok" jawab Tika cepat, namun Arsya tak mempercayai nya.


Arsya pun mengikis jarak diantara mereka dan menggelitiki Tika.


" bilang lagi coba?" Arsya terus menggelitiki Tika, Tika pun tertawa terbahak-bahak karena merasa geli.

__ADS_1


" hahaha, udah Arsya geli tau" mohon Tika, namun Arsya tak menggubrisnya.


" enggak bilang lagi apa coba yang kamu omongin barusan" Arsya terus menggelitiki Tika tanpa ampun.


" engakk aku enggak akan bilang wleee" Tika berhasil lepas dari jeratan Arsya, dan berlari menghindari Arsya yang mengejarnya.


"ayo sya kejar aku wleeekk" cibir Tika, dan terus berlari, Arsya pun hanya tersenyum tipis saat melihat raut kebahagiaan diwajah kekasih hatinya itu.


Flash back off.


Tika tersentak kaget saat ada seseorang yang menepuk lembut pundak, ia pun langsung menoleh kebelakang dan terkejut saat melihat Raisa yang tengah tersenyum manis dihadapannya.


"eh, kamu Raisa " ucap Tika, Raisa pun mengangguk cepat.


" iya mbak, maaf ya kalo aku buat mbak Tika terkejut" ucap Raisa tulus, Tika menggeleng dan tersenyum tipis.


" enggak kok, eh ngomong-ngomong kamu kok bisa ada disini?" tanya Tika bingung.


" Oh, aku lagi jalan-jalan pagi mbak kebetulan aku tak sengaja melihat mbak Tika tengah duduk melamun gitu, jadi ya Raisa samperin aja takutnya nanti mbak Tika kesambet loh" Tika pun tertawa kecil, dan menggeser duduk nya.


" sini Raisa duduk" Raisa pun mendudukan bokong nya disamping Tika.


" mbak Tika sama siapa? sendirian?" tanya Raisa celingak-celinguk, Tika mengangguk cepat.


" iya tadi sih sendiri sekarang udah berdua" Tika melirik Raisa.


" haiss mbak Tika, aku kan seriusan"


" iya sendirian, kamu mau nemenin aku?" Raisa pun mengangguk cepat dan tersenyum manis.


" iya mbak mau, lagian aku juga bosen sih, perlu teman" ucap Raisa kikuk.


" yaudah mulai sekarang kita temenan aja gimana?" tawar Tika, Raisa pun tersenyum manis

__ADS_1


" iya mbak boleh juga tuh, oke sekarang kita teman" Raisa mengacungkan jari kelingkingnya dan dibalas oleh Tika.


" temanan haha" ucap Tika dan Raisa bersamaan, mereka pun bercerita panjang lebar dan sesekali terdengar suara tawa mereka.


__ADS_2