
Dughhhhh...
Arsya meninju dinding dihadapan nya untuk menyalurkan emosinya yang sudah memuncak.
Semua yang ada disitu menatap takut kearah Arsya, terutama para karyawan Arsya yang sangat takut sekaligus terkejut saat melihat Arsya tengah emosi begitu, karena selama ini yang mereka lihat bahwa boss mereka itu adalah orang yang sabar, tidak pernah melakukan kekerasan, bahkan saat ada karyawan nya yang melakukan sebuah kesalahan Arsya hanya menegur nya dengan baik, agar tidak melakukan kesalahan itu lagi.
Itulah mengapa mereka semua sangat syok saat melihat boss mereka yang benar-benar murka.
Arsya pun memandang tajam keseluruh karyawan nya.
" kenapa kalian masih berada disini cepat kembali bekerja" bentak Arsya.
Semua orang yang ada disitu pun akhirnya bubar dengan perasaan takut, dan kembali melanjutkan pekerjaan masing-masing.
Arsya pun kembali keruangan kerjanya, karena tragedi tadi terpaksa meeting harus ditunda.
Setalah sampai diruangan nya Arsya menghempaskan tubuhnya di kursi kerja nya, sembari memijit pelipisnya, kepalanya saat ini benar-benar pusing.
Pranggg...
Arsya melemparkan gelas yang ada didekatnya itu kedinding, membuat gelas itu pecah berhamburan.
__ADS_1
"Lo nantangin gue, oke gue terima tantangan Lo Tika," ucap Arsya sembari tersenyum sinis.
ting...
sebuah pesan masuk melalui aplikasi berwarna hijau dan tampaklah notifikasi pesan dari Raisa, seketika Arsya yang sedang emosi pun mendadak menyunggingkan bibirnya.
[assalamualaikum bang, Abang lagi apa sekarang? Abang baik-baik saja kan? perasaan Raisa nggak enak teringat Abang terus, Abang baik-baik kan disana?]
Arsya pun tersenyum tipis setelah membaca pesan dari Raisa, kemudian Arsya pun melakukan panggilan telepon kepada Raisa.
" hallo assalamualaikum bang" sapa Raisa disebrang sana.
" waalaikumsalam dek, kamu gimana baik-baik saja kan disana?" tanya Arsya
" Alhamdulillah Abang juga baik-baik saja, ohya kamu lagi apa dek? Abang kangen tau nggak sama kamu? kamu kangen nggak sama Abang?" goda Arsya.
" emm Raisa lagi nemenin nenek nonton televisi bang, Abang udah makan?"
" Oh, belum sih"
" kok belum, ini udah jam 1 siang loh? kok Abang belum makan?" bingung Raisa.
__ADS_1
"emm tadi Abang lagi sibuk dek jadi belum sempat buat makan" elak Arsya.
" yaudah Abang sekarang makan dulu, nanti kalo sudah selesai baru telpon Raisa lagi, awas jangan sampai nggak makan, entar kalo Abang sakit siapa yang akan merawat Abang disana? Raisa kan nggak ada disamping Abang." cemas Raisa.
" iya nanti Abang makan kok dek tenang aja?" ucap Arsya
" nggak ada nanti-nanti, pokoknya sekarang Abang harus makan awas kalo sampai nggak makan" ancam Raisa
" iya ibu negara bawel amet sih, udah dulu ya Abang mau makan ni nanti kamu marah lagi kalo Abang nggak makan" ucap Arsya
" yaudah makan yang banyak biar cepat gede" ledek Raisa.
" kamu kira Abang apaan dek? Abang bukan anak kecil ya, kamu tuh yang seharusnya makan banyak biar cepat gede biar cepat tinggi, nggak malu apa badan pendek, kecil kayak marmut gitu" jahil Arsya
" Abangggg... dengerin ya biar pendek dan kecil gini masih banyak Lo yang ngantri buat jadi laki kedua Raisa" kesal Raisa.
" hahaha sorry dek, lagian biar pun kamu pendek kecil, imut-imut kayak marmut tapi Abang tetap cinta kok tenang aja ya" ledek Arsya.
"idih gombal, nggak mempan taukk" Rajuk Raisa
" hahaha idih pake acara merajuk segala, entar cantiknya ilang loh tambah jelek iya" ledek Arsya lagi
__ADS_1
" Abanggggggggg" teriak Raisa karena kesal dan langsung mematikan sambungan telepon.
Arsya yang melihat sambungan telepon sudah diputus oleh Raisa pun tertawa terbahak-bahak karena telah berhasil membuat kesal istri tercinta nya itu.