Kehidupan Ku (Menikah Muda)

Kehidupan Ku (Menikah Muda)
Bagian 50


__ADS_3

Saat ini Raisa telah sampai dirumah, ia meletakkan semua belanjaannya didapur dengan bantuan bi Sumi.


Riasa menyusun buah-buahan yang ia beli kedalam kulkas setelah dicuci bersih oleh bi Sumi tadi. setelah semuanya selesai, Raisa dan bi Sumi pun bersiap untuk memasak makan malam.


"non Raisa mau masak apa?" tanya bi Sumi yang melihat Raisa sedang memilih-milih bahan-bahan untuk dimasak.


" Raisa pengen banget makan sayur lodeh bi, kayaknya enak deh campur sama orek tempe" jawab Raisa tersenyum manis, bi Sumi pun manggut-manggut saja.


"yaudah biar bibi aja yang masak nya, non Raisa istirahat aja diatas kan capek tuh baru balik, nanti kalo makanan nya udah siap bibi panggil deh" Raisa pun tersenyum tipis, dan menggeleng cepat.


" enggak apa-apa kok bi, lagian Raisa juga pengen masak sendiri, gini aja Raisa masak orek tempe nya bi Sumi masak sayur lodeh nya oke" Bi Sumi mengangguk cepat dan tersenyum manis.


" oke deh non, siap atuh" jawab bi Sumi bersemangat, Raisa hanya tersenyum tipis dan mulai memotong tempenya.


Saat memotong tempe tanpa sengaja pisau mengores jari Raisa darah pun mulai keluar dari lukanya.


" akhh," desis Riasa pelan sembari mengibaskan tangannya, bi Sumi yang melihat jari tangan Raisa terluka pun langsung menghentikan aktivitasnya, dan berjalan mendekati Raisa.


" astaghfirullah kenapa bisa luka begini non sini biar bibi obatin entar infeksi loh?" ucap bi Sumi panik menarik tangan Raisa lembut, Raisa pun menggeleng cepat dan tersenyum tipis.


"enggak apa-apa cuma luka kecil kok, bibi enggak perlu khawatir," terang Raisa lembut, bi Sumi terdiam dan menatap dalam mata Raisa.

__ADS_1


" enggak non ini harus diobatin biar lukanya cepat sembuh, lagian nanti bibi takut den Arsya marah kalo liat bibi enggak perhatian sama non Raisa" ucap bi Sumi menunduk sendu, Raisa pun merasa tak tega dan membiarkan bi suni untuk mengobati lukanya.


" yasudah enggak apa-apa kalo bibi mau ngobatinnya, lagian ini cuma luka kecil bi, mana mungkin bang Arsya mau marah sama bibi gara-gara luka kecil yang tidak diobati ini, ada-ada saja bi Sumi ini" ucap Raisa tersenyum tipis, bi Sumi pun langsung bergegas mencari kotak P3K dan mengobati luka Raisa akibat goresan pisau tadi.


" nah sudah selesai non" Raisa tersenyum manis.


" makasih ya bi " bi Sumi pun mengangguk dan tersenyum tipis.


Mereka pun melanjutkan kembali aktivitas memasaknya, sekitar 30 menit makanan pun telah tersaji di meja makan.


Raisa pun memutuskan untuk naik kelantai atas, untuk bersih-bersih diri karena sebentar lagi pasti Arsya akan pulang.


Raisa memasuki kamarnya meletakkan gawainya diatas nakas, dan berlalu kekamar mandi.


Riasa memakai handuk putih yang membalut badan putih mulusnya, saat hendak membuka lemari ia terkejut mendapati Arsya yang baru saja membuka pintu kamar.


Arsya yang melihat Raisa hanya menggunakan sehelai handuk untuk menutupi tubuh polos nya hanya diam mematung ditempatnya dan tersenyum tipis, saat melihat godaan didepan matanya.


Riasa yang melihat ekspresi wajah Arsya pun menjadi bingung, ia pun dengan cepat memilih pakaian yang akan ia pakai, saat sedang memilih pakaian Raisa terkejut karena Arsya memeluknya dari belakang.


Arsya mendudukkan kepalanya dileher jenjang sang istri, seketika tubuh Raisa pun menegang.

__ADS_1


Arsya menciumi pipi Raisa berkali-kali dan mengelus lembut perut Raisa yang mulai terlihat membuncit itu.


Raisa merasa sedikit risih karena terus dihujami ciuman oleh Arsya, ia pun membalikkan badannya berhadapan langsung dengan Arsya, Raisa menatap mata Arsya , ia tersenyum tipis dan melepaskan pelukan Arsya.


" kok dilepas sih dek?" tanya Arsya bingung.


" ya kan Raisa mau pake baju bang, lagian Raisa enggak nyaman tau make handuk terus menerus" jawab Raisa santai, Arsya pun hanya tersenyum kecut dengan ekspresi wajah yang tak dapat diartikan.


Raisa pun melangkahkan kaki menuju kamar mandi, namun langkahnya terhenti saat tangan Arsya menarik lembut tangan Raisa.


Riasa pun menoleh dan melihat Arsya yang sedang tersenyum manis padanya.


"pake handuk aja enggak apa-apa kok dek, malahan Abang suka loh" goda Arsya tersenyum smirk.


Raisa yang melihat ekspresi wajah Arsya yang telah berubah pun mendadak kaku, Arsya mendekati Raisa dan membelai lembut rambut panjang Raisa, kemudian membingkai lembut wajah Raisa, Raisa pun hanya diam dan memejamkan matanya.


Arsya yang melihat Raisa telah memejamkan matanya hanya tersenyum sinis ,dan menyentil lembut dahi Raisa.


"iasss apaan sih Abang, sakit tau" rengut Raisa, Arsya pun hanya tersenyum manis.


" Dasar otak mesum" ejek Arsya, Raisa menatap tajam Arsya, yang ditatap pun hanya acuh saja dan berlalu menuju ranjang merebahkan tubuhnya.

__ADS_1


Riasa merasa sangat kesal, ia telah dipermainkan oleh suaminya, emang dasar si Arsya suka jahil, Raisa pun berjalan menuju kamar mandi dengan perasaan kesal, ia menutup pintu kamarnya dengan keras.


Arsya yang melihat nya pun hanya tertawa terbahak-bahak, ia telah berhasil mengerjai istrinya itu, menjahili istri memang sudah jadi kebiasaan Arsya, ia sangat senang saat melihat ekspresi sang istri yang terlihat sangat kesal, bagi Arsya itu merupakan hiburan untuknya, iya untuk nya tapi tidak untuk Raisa, dasar Arsya si tukang jahil, awas loh entar enggak dapat jatah nangis-nangis deh.


__ADS_2