Kehidupan Ku (Menikah Muda)

Kehidupan Ku (Menikah Muda)
Bagian 23


__ADS_3

Saat ini Arsya sedang melakukan meeting dengan client penting yang datang dari luar negeri, saat Arsya sedang mempresentasikan hasil kerjanya, tiba-tiba ada suara kegaduhan dari luar ruang meeting.


Arsya yang sedang berdiri didepan dan sedang melakukan presentasi pun terganggu, seketika menghentikan aktivitasnya.


Ia pun berjalan keluar ruangan meeting, betapa terkejutnya ia melihat sosok Tika yang sedang emosi dengan kedua tangan dipegang oleh dua orang security keamanan.


" lepasin gue, kalian nggak tau gue siapa hah? lepasin gue atau kalian semua gue habisi" murka Tika yang terus meronta-ronta.


Arsya yang melihat Tika pun semakin geram dan mengepalkan tangannya kuat-kuat sampai kuku-kuku jari nya memutih.


Dengan gigi yang bergemelatuk dan emosi yang memuncak Arsya menghampiri Tika yang masih meronta-ronta.


" Lo mau apa lagi datang kesini hah" kesal Arsya sembari menatap sinis kearah Tika seperti orang yang hendak membunuh.


"Arsya tolong pinta kepada dua orang stapam bego ini agar lepasin aku sya" ucap Tika dengan tatapan yang tak dapat diartikan.


Arsya pun memerintahkan kepada dua orang security keamanan tersebut untuk melepaskan Tika.


" lepaskan dia pak" ucap Arsya dingin


" tapi pak dia sud..." ucap security itu dengan takut


" saya bilang lepaskan ya lepaskan" bentak Arsya, sontak semua orang terkejut mendengar boss nya itu berkata kasar, karena sebelumnya Arsya tidak pernah membentak seseorang ataupun berkata kasar sekalipun.


Semua orang diam dan menundukkan pandangan.

__ADS_1


" Arsya " rengek Tika dengan memeluk lengan Arsya, semua orang yang melihat pun memandang bingung tetapi mereka tidak berani untuk bertanya karena mereka tahu bahwa boss mereka sedang marah.


" tuh gue bilang juga apa, gue ini pacarnya CEO disini, kalian masih saja menahan gue, Arsya sekarang juga aku minta kamu buat pecat dua security bego ini" ucap Tika dengan senyuman sinis serta tatapan tajam kearahdua security tersebut, yang tengah menundukan pandangan sedari tadi.


Arsya pun menepis kasar tangan Tika yang sedang bergelayutan manja dilengan ya, Arsya merasa sangat muak dan jijik dengan wanita yang ada disampingnya itu ini.


" mau apa Lo datang kesini lagi" tanya Arsya datar


" aku mau ketemu kamu lah sya, aku kangen tau" rengek Tika manja.


Arsya tersenyum sinis sekaligus jijik melihat Tika, ingin rasanya Arsya menghabisi wanita itu sekarang juga, namun Arsya masih dapat menahannya ia tidak mau membuang-buang waktu dan tenaga hanya untuk menghabisi manusia laknat ini.


"gue udah pernah bilang sama lo baik-baik kan jangan lagi muncul dihadapan gue apalagi sampai datang lagi kekantor gue," ucap Arsya dingin namun penuh penekanan sambil menatap tajam Tika.


Tika yang ditatap tajam seperti itu pun hanya tersenyum licik dan semakin gencar melakukan aksi-aksi nya untuk membuat Arsya jatuh kembali lagi kepelukanya.


" ayok lah sya apa kamu nggak mau mengulang kembali kebersamaan kita dulu, apa kamu nggak kangen sama aku? apa kamu nggak rindu masa-masa indah kita dulu? ayok lah sya aku tau kamu pasti sangat berharap kan bisa kembali lagi bersama ku? aku juga tau kamu nggak akan bisa hidup tanpa aku karena hanya akulah satu-satunya wanita yang kamu cintai didunia ini" ucap Tika dengan bangganya.


Arsya yang sudah tidak tahan lagi pun langsung mencengkeram bahu Tika dan menatap Tika tajam seakan hendak menghabisi nya, Tika yang diperlakukan seperti itu oleh Arsya hanya tersenyum licik sembari memandang Arsya.


" apa Lo udah gila hah? Lo udah nggak waras ya? gue udah bilang jangan ganggu kehidupan gue lagi, gue udah punya istri, kehidupan gue juga udah bahagia, tapi kenapa Lo masih ganggu gue, gue jijik tau nggak liat muka lo yang sok suci itu, dasar wanita rendahan" emosi Arsya.


"iya gue emang udah gila, gue emang udah nggak waras itu karena kamu sya, karena aku masih cinta sama kamu, aku mau kita kayak dulu lagi sya kita jalin kisah cinta kita yang pernah terkoyak dulu" pinta Tika dengan tatapan sayunya.


Arsya pun semakin geram dan mengepalkan tangannya kuat-kuat.

__ADS_1


" Lo nggak ngerti bahasa manusia apa? udah gue bilang jangan ganggu gue lagi, udah cukup Lo buat hidup gue menderita, sekarang juga Lo pergi dari sini sebelum gue melakukan tindakan kriminal dan menghabisi nyawa Lo" bentak Arsya.


" nggak gue nggak akan pernah menyerah sebelum apa yang gue mau tercapai, sampai kapanpun gue akan terus berada dikehidupan Lo sampai Lo kembali lagi sama gue" bentak Tika yang tak mau kalah.


Arsya yang sudah kehabisan kesabaran pun mendekat kearah Tika dan menatap Tika tajam seakan-akan hendak menghabisi wanita itu sekarang juga.


Para karyawan dan yang lain pun terlihat tegang dan takut karena boss mereka benar-benar sudah terlihat seperti seorang mafia yang hendak menghabisi musuhnya.


" gue minta baik-baik sekali lagi sama lo tolong pergi jauh-jauh dari hidup gue, dan jangan ganggu kehidupan gue lagi" ucap Arsya dingin namun penuh dengan penekanan.


Tika pun hanya tersenyum sinis mendengar omongan Arsya dan kembali berkata


" kalo gue nggak mau kenapa?" tantang Tika


" maka gue akan menghabisi nyawa Lo sekarang juga" bentak Arsya yang hendak mencekik leher Tika, namun berhasil dihadang oleh dua security tersebut.


" sabar pak sabar" ucap security tersebut sambil memegang badan Arsya, Arsya pun menghentikan aksinya.


" security bawa wanita tidak tahu diri ini pergi dari hadapan saya, jika perlu kalian bunuh saja dia," bentak Arsya sembari memukul dinding karena emosi.


Kedua Security tersebut dengan sigap menangkap Tika dan mambawa nya keluar dari gedung kantor tersebut.


Setibanya di loby Tika di lepaskan oleh kedua Security tersebut, dengan kasar.


" ingat nona jangan coba-coba untuk kembali lagi kesini" tegas security satunya.

__ADS_1


Tika pun menatap tajam kearah kedua Security tersebut, sambil mengepalkan tangannya kuat-kuat dan berlalu dari gedung kantor tersebut dengan emosi yang memuncak.


__ADS_2