Kehidupan Ku (Menikah Muda)

Kehidupan Ku (Menikah Muda)
Bagian 69


__ADS_3

Malam harinya semua berkumpul dimeja makan, Raisa dan Mela meletakkan semua masakan yang telah mereka masak tadi.


Mereka semua mulai menikmati makanan tersebut, Rayen dengan lahap memakan masakan sang mama dan aunty tersayang nya itu.


" Hemmmm, masakan mama dan aunty emang enak" ucap Rayen dengan mulut yang penuh.


" lagi makan jangan berbicara sayang, entar kesedek loh" ucap Raisa lembut, Rayen mengangguk kecil.


" hehe, sorry aunty" cengir Rayen melanjutkan makannya.


Setelah selesai makan malam, mereka berlima berkumpul diruang keluarga untuk bersantai sejenak.


Rangga mendudukkan dirinya disamping Mela, saat Arsya ingin duduk disamping Raisa dengan cepat Rayen mencegat.


" uncle duduk ditempat lain" ucap Rayen datar, Arsya menaikan alisnya bingung.


" kenapa? kok uncle enggak boleh duduk disini?" tanya Arsya bingung, Rayen mendudukkan tubuhnya disamping Raisa.


" karena Rayen ingin aunty duduknya sama Rayen,jadi uncle duduk ditempat lain saja oke, lagian tuh kursi disebelah papa masih kosong" ucap Rayen santai.


"Rayen enggak boleh gitu ah," tegur Mela namun Rayen tak menghiraukan nya.


Arsya pun melirik Raisa sekilas dan mendudukkan tubuhnya di sofa samping Rangga.


"ck, apaan sih kak anak mu itu, istri gue diembat juga" bisik Arsya, Rangga yang mendengar nya pun hanya tertawa kecil.


" hahaha, yang sabar aja ya sya" cibir Rangga, Arsya pun hanya diam.


Rayen terus bermanja kepada Raisa, Arsya yang melihatnya pun menjadi kesal, Rayen semakin memanas-manasi Arsya, Rayen puas melihat ekspresi wajah Arsya yang terlihat kesal itu.


" astaga ni keponakan aunty yang ganteng kok makin manja aja ya" Raisa mengelus lembut rambut Rayen, Rayen pun semakin gencar membuat Arsya kesal.

__ADS_1


"ya, enggak apa-apa dong, kan sama aunty sendiri" jawab Rayen polos ia melirik kearah Arsya yang langsung mebuang muka nya.


'ni anak dari tadi siang bikin gue kesal mulu, pengen gue tabok rasanya, untung keponakan istri coba kalo bukan udah gue lempar ke Afrika sana' gerutu Arsya dalam hati.


" aunty" panggil Rayen , Raisa menoleh dan tersenyum tipis.


" apa?" jawab Raisa singkat


" Rayen mau tidur sama aunty boleh?" tanya Rayen dengan mata penuh harap, Raisa yang melihat nya pun mengangguk kecil.


" beneran aunty?" tanya Rayen antusias.


" iya" Rayen tersenyum manis dan memeluk erat tubuh aunty nya itu.


" makasih aunty, tapi" lirih Rayen, Raisa memandang bingung keponakan nya itu.


" tapi kenapa sayang?" tanya Raisa lembut, Rayen melirik kearah Arsya, Raisa pun juga ikut melirik kearah Arsya.


"Rayen takut nanti uncle enggak izinin Rayen aunty" ujar Rayen polos.


" i iya kok, uncle izinin" ucap Arsya terpaksa, Rayen pun langsung semringah.


" yey, makasih uncle, yuk aunty kita tidur Rayen udah ngantuk nih" Rayen menarik lembut tangan Raisa, dan beranjak kekamar.


" eh kalian mau kemana, kok uncle enggak di ajak sih?" ucap Arsya yang melihat Raisa dan Rayen yang telah melangkah.


" enggak, uncle tidur aja dikamar lain, Rayen mau tidur sama aunty berdua aja, jadi uncle enggak boleh ikut, enggak boleh merusak momen keponakan sama aunty nya oke" ucap Rayen, Arsya hanya melongo mendengar ucapan Rayen.


" kok uncle nya enggak boleh tidur dikamar sih sayang, kan itu kamarnya uncle, enggak baik loh emang Rayen mau jadi anak yang dibenci Allah?" tanya Mela lembut, ia tahu betul watak sang putra yang keras kepala itu.


" enggak, pokoknya uncle tidur dikamar lain oke, yuk aunty Rayen udah ngantuk" Rayen menggandeng Raisa menuju kekamar untuk tidur.

__ADS_1


Arsya pun hanya menghela nafas panjang, Rangga yang melihat ekspresi Arsya pun hanya tertawa kecil.


" haha, yang sabar ya sya" cibir Rangga, Arsya hanya diam dan menatap tajam sang kakak ipar.


" ih, mas apaan sih kok gitu" ucap Mela, Rangga hanya tersenyum tipis.


" hehe, enggak kok sayang" kilah Rangga, Mela pun hanya diam dan melangkahkan kakinya menuju kamar, Rangga yang melihat Mela meninggalkan nya pun langsung menyusul nya.


" sayang, kenapa mas ditinggal?" Rangga memegang tangan Mela, Mela berbalik dan menatap datar Rangga.


" udah mendingan Abang temenin Arsya aja oke" ucap Mela tersenyum tipis, Rangga mengerutkan dahi bingung.


" maksud kamu Abang tidur diluar gitu nemenin Arsya?" tanya Rangga, Mela mengangguk cepat.


"kok kamu gitu sih sayang, mas enggak mau ahh " ucap Rangga, Mela menatap tajam Rangga.


"ya iya mas temenin Arsya, eh kalo mas temenin Arsya kamu tidur nya sama siapa dong?" Rangga menatap Mela iba, namun Mela hanya acuh saja.


" tidur sama berondong" jawab Mela asal, Rangga langsung mendelik tajam.


" wes, santai aja mas bro tuh mata natap nya udah kayak mau loncat keluar aja tuh bola mata" cengir Mela, Rangga hanya menghela nafas panjang.


"hufffftttt, abisnya kamu sih ngomong suka ngawur" kesal Rangga, Arsya hanya diam memandang kedua kakak iparnya itu.


"hehe sorry mas, aku tidurnya sama Rayen dan Raisa, jadi mas tidur sama Arsya aja ya, biar makin dekat oke" ucap Mela santai, dan berlalu pergi menuju kamar Raisa.


"apaan sih kamu sayang, kamu kira mas ini jeruk makan jeruk apa? huh amit-amit deh" teriak Rangga kesal, Arsya hanya tertawa terbahak-bahak melihat ekspresi Rangga.


" hahaha" Arsya tertawa puas, Rangga melirik Arsya tajam.


" apaan, enggak ada yang lucu" ketus Rangga kesal, Arsya pun menghentikan tawanya.

__ADS_1


"udah ah, yuk Kak kita tidur" Arsya menggandeng tangan Rangga, Rangga pun langsung menepis kasar tangan Arsya.


" apaan sih, entar kita dikira jeruk makan jeruk lagi" ucap Rangga kesal, dan mendudukkan tubuhnya disofa kemudian mengambil remot tv dan menonton siaran sepakbola.


__ADS_2