
"mau tau formula rajin belajar??" tanya Azzam
"mau kak mau..." jawab anak-anak kompak
"disini...." tunjuk Azzam tepat pada dada salah satu anak,. anak-anak semua mengerutkan dahi nya
"Niat.. kalau kita punya niat yang kuat, tujuan yang kuat, dan gigih.. kita pasti akan rajin, kita akan sekuat tenaga untuk mencapainya, tapi ingat jalan nya gak boleh salah, harus sesuai aturan Allah..."
"sama dong kayak kak Dilara... kak Dilara selalu bilang, sekalipun kita tinggal di panti gak boleh malas, tunjukkan kita bisa sukses, walau harus merangkak.." ujar salah satu Anak panti
"iya.. seperti kak Dilara, kerja sambil kuliah, nanti pulang kerja masih harus ngurus panti" tambah anak yang lain
Azzam Melihat Dilara sekilas, lalu kembali fokus pada anak-anak.
"berarti itu contoh yang baik.. adek-adek yang lain harus lebih giat lagi.."
Abi dan Umma ikut melihat ke arah Dilara..
"apa Dilara yang paling besar disini Bu..??" tanya Umma
"ada beberapa orang Bu, tapi sebagian sudah keluar, memilih mandiri, ada juga yang kadang pulang sesekali ke sini, kalau yang masih tinggal paling besar ya Dilara.."
"anak-anak sekolah semua kan Bu..??"
"Alhamdulillah sekolah Bu, tapi cuma sampai SMP, kalau Dilara dulu SMA nya dapat beasiswa, jadi bisa lanjut..."
Abi dan Umma saling pandang...
"yang ingin lanjut sekolah SMA di lanjut saja Bu, kami punya yayasan rumah singgah, nah di sana ada anak-anak yang berkebutuhan khusus dan juga ada sekolah gratis nya" ujar Abi Alvian
"Masyaallah benarkah itu pak..??" tanya Bu panti tak percaya
"iya Bu, rumah singgah dan sekolah gratis itu punya kakek nya anak-anak.." Umma Fatimah menambah kan
"Jadi Nadia bisa lanjut sekolah ya Bu...??" tanya Nadia salah satu anak panti
"Bisa..." jawab Umma Fatimah dengan senyuman mengembang di balik cadar
Nadia langsung lari dan memeluk Dilara
"kak...kakak gak perlu capek-capek kerja buat sekolah kami lagi kak, kami bisa sekolah kak" ujar Nadia dengan penuh semangat
"Terima pak, Bu..." ucap Dilara dengan senyum mengembang kepada Umma Fatimah
Umma berdiri lalu menghampiri mereka..
"jangan panggil ibu ya, Panggi Umma aja.. kalian bisa sekolah, dan disana juga ada sesi berkarya, jadi kalian di ajarkan untuk belajar wirausahawan, menjahit, menyulam atau membuat karya lain nya.." ujar Umma Fatimah sambil merangkul Dilara dan Nadia
"yeeee....." sorak anak-anak yang lain
"tapi Bu... apa anak-anak akan tinggal di sana??" tanya Dilara
__ADS_1
"panggil Umma aja, ada mini bus untuk jemput kalian bersama anak-anak lain nya juga, nanti yang ambil sekolah disana, akan di jemput"
"Masyaallah... Jazaakumullah khairon untuk Pak Alvian, Bu Fatimah serta nak Azzam dan Almeera..." ucap ibu panti.
Kunjungan yang cukup lama, banyak juga obrolan-obrolan di antara mereka semua.
"Jadi Azzam dan Almeera ini kembar Bu..??"
"iya Bu..."
"oh ya, Dilara kan jurusan akuntansi tuh kuliah nya, gabung di butik aja yuk.." Almeera menawarkan dan Dilara hanya bisa membalas dengan senyuman
"kebetulan Meera juga butuh ni bagian pembukuan..." tambah Almeera
"pas banget itu Dil... ibu setuju" timpa ibu panti
"Tapi Dilara masih ada terikat pekerjaan di RSH Bu..."
"loh Dilara kerja di RSH...??" tanya Abi Alvian yang memang belum tahu
"iya Bi.. di bagian kebersihan..." balas Almeera
"kalau memang kamu mau bergabung di Butik, saya akan bantu kamu, biar nanti saya yang bicara dengan bagian Kebersihan" balas Abi Alvian
"tidak perlu pak, nanti saya akan coba konsultasi ke bagian kebersihan saja lebih dulu.." balas Dilara
"Meera tunggu kabar bahagia nya..." ujar Almeera sambil merangkul Dilara
Saat ini mereka sudah berada di rumah, kunjungan di panti membuat mereka tahu, ternyata masih banyak panti asuhan yang masih kurang di lihat oleh luar, butuh bantuan.
"Menurut kak Azzam Dilara itu gimana..??" tanya Almeera sambil membawakan kopi untuk sang kakak
"kenapa jadi bahas Dilara, kamu yang lebih sering ngobrol sama dia..."
"iih..jawab aja..."
"baik, Sholeh, pinter..." Umma yang bersuara sambil membawa bolu pisang yang tadi mereka ambil dai toko kue Uti Kianara
"cocok kan Umma jadi istri idaman...??" tambah Almeera
"pada ngomongin apa sich...?? gak jelas..." timpa Azzam
"ih..ih..ih...kan Meera bahas Dilara,.bukan kak Azzam..."
"iya dech iya..." balas Azzam
"kak Azzam, Meera itu tahu banget gimana kakak, dari tadi Meera perhatian kak Azzam selalu melihat ke arah Dilara, ya walau sekilas..."
"sok tahu,. Umma Azzam naik duluan ya..."
"tuh kan,. biasanya kalau ngebahas perempuan biasa aja.."
__ADS_1
"udah jangan sok tempe..." sambil berlalu membawa kopi nya
"sok tahu kali kak.."
"sok kangkung aja lah kalau gitu..." balas Azzam
Umma hanya bisa geleng-geleng.
"Umma setuju gak kalau Dilara jadi kakak ipar Meera...??" tanya Almeera dengan nada sedikit di keras kan
"hmm... kalau Umma ya?? kalau sepenglihatan Umma anak nya baik, sopan, In Syaa Allah Solehah, dan menjaga diri, cocok sich jadi salah satu kandidat menantu idaman..." balas Umma juga dengan nada yang sedikit di keraskan
Azzam hanya bisa membuang napas panjang, jika dua wanita itu sudah kompak,.Azzam bisa apa.
Almeera dan Umma pun terkekeh melihat tingkah yang Azzam tunjukkan.
Pagi nya sesuai agenda, Almeera akan menuju pondok, karna udah dua pekan tidak ada ke pondok tapi saat sedang bersiap-siap tiba-tiba ada panggilan dari Bella
"Iya waallaikumusallam bel, ada apa??"
"kak...pak Gibran kata nya minta hasil desain teebaru untuk bulan depan, katanya bulan dapan adalah hari jadi Sky, jadi dia ingin beberapa desain baru.."
"kamu udah jelaskan kan , saya Senin baru bisa kembali, kau ambil aja desain yang ada di atas meja saya,. nanti serahkan ke pak Gibran"
"masalah dia gak mau di wakili kak..."
"Astagfirullah... ribet apa sih tu orang, saya ada kajian pagi ini jam 10 pagi, pondok ada kedatangan Ustadz besar"
"trus gimana??"
"gini aja dech, kamu bawa berkasnya yang di butik, bawa ke Sky , kita jumpaan di sana aja, biar saya gak bolak-balik"
"Meera, kak Anisya udah sampai nich...??" panggil Umma
"iya Umma... " jawab nya sambil berlari menuruni tangga dengan membawa ransel kecil
"Kak, kita ke Sky Mall dulu ya..." ujar Almeera saat sudah di bawah
"kok kesana, bukannya mau langsung kepondok??" Tanya Anisya heran, karna hari Almeera memang akan ke pondok bersama Anisya
"ada yang urgent kak... pimpinan Sky tu rada ribet..."
"manut aja lah..." balas Anisya, dan merekapun berangkat setelah berpamitan dengan Umma.
🍃🍃🍃
Lanjut???
Ingat ini hanya sebatas hiburan, coretan ala otor yang kadang ngalur ngidul.. semoga suka, kalau gak suka ya gak apa-apa, mau tetap lanjut baca juga boleh.. apalagi tinggalkan jejak..🤭🤭🤭
Jazaakumullah khairon untuk Dukungan nya..
__ADS_1
Sebaik-baik nya Bacaan itu adalah Al-Qur'an