Keteguhan Almeera

Keteguhan Almeera
HARAM, tak ada tawar menawar


__ADS_3

Salam pun mereka jawab dengan kompak, Almeera berdiri mendekat ke Gibran lalu mencium tangan Gibran.


Salam itu adalah dari Gibran, rasa ingin langsung memeluk sang istri, namun dia tahan, beralih mendekat ke Aki dan Uti, mencium takzim tangan Aki dan Uti.


Aki dan Uti saling pandang, saling memberikan kode


‘’Meer… ini brownise pandan nya udah matang, buruan di potong, kakak kamu pasti udah gak sabar tuh.." Titah Uti


"Gibran suka kan..??’’ tambah Uti bertanya ke Gibran yang mengambil posisi duduk di sofa


‘’Jelas suka lah Uti, mana ada yang gak suka sama kue ala keluarga Aditya Surya…’’ Azzam yang menjawab


‘’Kok nama Aki yang disebut, kan Uti yang masak…’’ Balas Aki berusaha membuka candaan agar tidak tegang


"Kan biasa mah gitu Ki, yang melahirkan ibu, yang disebut bin ayah...hehehe" balas Azzam


‘’Kalau urusan dapur jangan Aki yang di bawa-bawa, Aki mah gak paham, yang benar itu resep turun temurun Uti Kianara…’’ balas Aki


‘’ini kenapa malah bahas begituan sich, para laki-laki tinggal makan..’’ ujar Uti sambil membawa kue yang baru Almeera potong, sedangkan Almeera Kembali memasukan adonan ke dalam oven


‘’kolaborasi special ini Ki…’’ sahut Azzam


‘’Kamu bawa Almeera ke kamar atas aja, selesaikan..’’ lirih Aki ke Gibran sambil mengambil brownies untuk di masukan ke mulut.


‘’Tenang dia gak nyakar kok, apalagi mengaum.. soal nya bukan macan..’’ canda Azzam dan itu membuat mereka para lelaki tertawa kecil


‘’Azzam, itu adik kamu loh…’’ tegur Uti


‘’Hehehe…’’ tawa Azzam


Gibran pun berdiri , lalu melangkah menuju dapur, mendekat Almeera yang sedang mencuci perkakas yang terpakai untuk mengaduk adonan kue


‘’sini mas bantu bilas…’’ ujar Gibran tiba-tiba


‘’gak usah mas, biar Meera aja, mas duduk dan nikmati kue aja..’’ balas Almeera masih jutek


Tapi bukan Gibran jika dia menurut, di bilasnya perkakas yang sudah Almeera gosok dengan sabun, dan saat sudah selesai, Gibran langsung membuka Apron yang Almeera pakai secara tiba-tiba, menarik Almeera

__ADS_1


‘’mau kemana mas..?’’


‘’udah ikut aja..’’ jawab Gibran


‘’gak usah tarik-tarik mas…’’ protes Almeera tapi Gibran tak peduli.


Mereka pun menuju kamar yang Aki tunjuk tadi, dan sebelum nya almeera juga memberitahu Uti bahwa oven masih memanggang kue, takut gosong.


Sesampainya di dalam kamar Gibran langsung memeluk Almeera, dan Almeera hanya diam


‘’Sayang ngomong donk…’’ lagi-lagi Almeera hanya diam


‘’Meera harus ngomong apa..??’’ tanya Almeera setalah cukup lama diam


‘’tanya apa yang terjadi tadi, siapa dia, tanya semua nya, mas akan jawab, jangan Cuma diam..’’ kali ini sembari merenggangkan pelukannya lalu menangkup kedua pipi Almeera


‘’Jujur, Meera gak tahu harus bertanya apa, tapi kecewa sudah pasti..’’ balas Almeera


‘’Meera harus tanya siap dia gitu? Kenapa dia peluk mas gitu…?’’ sambil melepas pelukan Gibran dan berjalan menuju sofa yang ada di kamar, Gibran pun mengikuti langkah Almeera dan duduk di sebelah Almeera


‘’Siapapun dia dan apapun alasan dia, apa yang mas lakukan itu salah, jujur Meera kecewa mas..’’


‘’mas salah, mas akui mas salah, dia adalah teman lama mas dulu pas.kuliah, dan sekarang perusahaan nya ingin bekerjasama dalam pembangun Mall cabang…’’


‘‘’Apapun alasan mas, jika dia bukan Mahram mas, hukum nya tetap HARAM, tidak ada tawar menawar..’’


‘’Ditusuknya kepala seseorang dengan pasak dari besi, sungguh lebih baik baginya dari pada menyentuh Wanita yang bukan mahram’’ HR.Thobroni


Gibran menari tangan Almeera dan itu membuat Almeera jatuh ke dalam pelukan Gibran.


‘’Mas akui mas salah, mas akan perbaiki itu semua, mas terima jika sayang mau pukul mau maki, mas terima, asal jangan diam apalagi pergi tanpa mas tahu sayang pergi kemana..’’


Ingin marah, tapi entah kenapa melihat wajah sang suami yang nampak begitu menyesali semua nya, nampak kekhawatiran menyelimuti sang suami membuat nya sedikit luluh, tapi kekecewaan itu masih ada.


‘’Maaf pergi tampa pamit, Meera bukan mau kabur kok, Meera pasti pulang, tapi memang lagi pengen sama Uti aja, tiba-tiba kangen sama Umma, bingung mau kemana, jadi Meera kesini..’’ balas Almeera


‘’Mau ke rumah uti, mau kemanapun mas siap untuk ngantar kamu, tapi jangan pergi sendiri apalagi tanpa mas tahu…’’ Almeera membalas dengan anggukan

__ADS_1


‘’Mana senyum nya?? gak senyum berarti masih marah donk…??? Mas harus gimana untuk membayar kesalahan mas??’’ tanya Gibran lagi


‘’Gak ada yang perlu di tebus,cukup mas gak ulangi itu semua, ke siapapun dan apapun alasan mas.. kita semua pasti pernah melakukan kesalahan, tapi kita juga harus bisa memperbaiki nya..jika sudah tahu itu salah ’’ balas Almeera dengan senyuman, walaupun senyuman itu masih terasa berat


Gibran berkali-kali mencium kening dan pipi Almeera..


‘’Makasih…kita pulang atau nginep..??’’ tanya Gibran


‘’Pulang mas, Meera juga gak bawa baju, mas pun gitu, jarak rumah Uti juga lumayan jauh dari rumah kita kan, Soraya besok juga pulang..’’


‘’ya udah, malam kita pulang, mas masih mau disini ngobrol sama Aki..’’


.....


Malam ini Almeera dan Gibran makan malam bersama Aki dan Uti, Azzam sudah pulang dari sore tadi, yang pastinya sudah membungkus kue kesukaan nya itu.


Gibran nampak sedang duduk berdua bersama Aki, dan Almeera bersama dengan Uti


‘’Masih ada yang mengganggu pikiran kamu..??’’ tanya Uti


‘’hmm…’’


‘’kenapa…? Gak terima suami di peluk yang lain..?? wajar kok, tanya kamu sayang sama dia, Uti lebih dulu tahu rasa nya itu, tapi jangan kekecewaan kita itu, kecemburuan kita itu malah membuat hubungan kita memburuk, itu menandakan Iblis menang loh…’’ tambah Uti


‘’In Syaa Allah gak apa-apa kok Uti, butuh waktu aja, ada rasa pengan tahu lebih aja siapa Wanita itu, Cuma meera gak berani..’’


‘’Gak perlu membahas yang gak penting, yang terpenting itu ya hubungan kalian…’’ nasihat Uti dan Almeera membalas dengan anggukan.


Uti memberi nasihat ke Almeera dan Aki memberi nasihat ke Gibran, nampak dua pasangan halal dua generasi itu saling berbagi ilmu, saling belajar dari pengalaman yang ada.


🍃🍃🍃🍃


Lanjut…???


Sebelum lanjut ingat jangan lupa tinggalkan jejak dukungannya ya. Apapun bentuk nya akan di terima, Like, vote, gift dan komen nya.


Jazaakumullah Khairan..

__ADS_1


Yang belum meninggalkan jejak dukungan nya, semoga dilembutkan hati nya..


Sebaik-baik nya Bacaan itu adalah –Al’Quran


__ADS_2