Keteguhan Almeera

Keteguhan Almeera
Tak mudah menjadi Istri sekaligus ibu


__ADS_3

🌠Jauh dari Al'quran\=Rapuh & Hampa🌠


*****************


Rutinitas baru yang membuat Almeera cukup kerempongan, tapi bukan Almeera nama nya jika dia mengeluh, semua dia jalani dan nikmat setiap proses nya.


Usia baby twins juga sudah masuk satu bulan lebih Gibran juga lebih sering pulang awal, karna dia tahu Almeera sangat membutuhkan bantuan nya. namun beberapa hari ini dia harus meninggalkan rumah karna ada pekerjaan di luar kota.


Tapi Gibran bergegas pulang saat semua sudah selesai.


Saat Gibran masuk ke dalam rumah nampak senyap, Bik Atun juga tidak terlihat, begitu pun Soraya.


"Pada kemana ya...??" guman Gibran


Tapi samar-samar Gibran mendengar suara tangisan bayi, Gibran pun melangkah kaki nya dengan cepat,. saat pintu Gibran buka, ternyata semua berada di kamar sedang kewalahan menghadapi twins yang rewel.


"sayang mereka kenapa kok pada nangis gitu...??" tanya Gibran


"mas, Syila kayak nya mau nya sama kamu deh mas, mas buruan cuci tangan dan ganti baju dulu gih..." ujar Almeera


Gibran pun bergegas ke kamar mandi untuk mencuci tangan dan wajah nya, lalu mengganti pakaian nya.


Arsyila nampak tak mau anteng dalam gendongan bik Atun, Gibran pun mengambil Arsyila dari gendongan bik Atun.


"anak ayah kenapa ini, kangen ayah ya...??" tanya Gibran sambil menimang Arsyila, tak butuh waktu lama Arsyila langsung nampak lebih tenang.


"Masyaallah... tuh dia kangen sama ayah nya.... aunty sampai kebingungan dibuat nya" ujar Soraya


Almeera hanya melihat sang suami dengan senyum mengembang, Gibran pun menghampiri Almeera yang sedang menggendong Arshaka


Almeera meraih tangan Gibran lalu di cium nya berkali-kali , Gibran pun membalas nya dengan mencium kening Almeera.


"maaf ya mas terlambat...." ujar Gibran


"Meera paham kok mas, tapi sepertinya anak-anak udah sangat merindukan ayah nya..." balas Almeera


"ya udah Raya sama buk Atun keluar ya...mau minum dulu, haus di buat si kembar, harus sholawat terus tapi gak mau diam..." ujar Soraya sambil glendotan di bahu bik Atun.


Gibran mencium ke dua anak nya berganti.. mereka nampak tenang malah terlelap, padahal satu jam lalu baru saja membuat semua heboh.


"udah pada di kasih ASI..??" tanya Gibran.

__ADS_1


"udah mas... tapi gak mau diam, Raya juga udah sholawatan, tapi gak mau diam juga,kalau Shaka gak begitu rewel, Syila yang Masyaallah pinter nya..." jawab Almeera


"maaf ya ayah telat ya.. tadi jalanan macet sayang dan hujan nya deras banget..." ujar Gibran pada putri kecil nya


"oh ya sayang apa gak sebaiknya kita pekerjaan baby sister untuk bantu-bantu kamu...??" tanya Gibran


"dari mana baby sister nya??" tanya Almeera


"kan biasa nya ada tempat khusus yang menyediakan jasa baby sister.." jawab Gibran


"gak papa mas, Meera bisa kok sama Bik Atun, bik Atun juga udah bilang kalau anak nya yang lagi libur kuliah mau bantu disini" ujar Almeera


"ya sudah, kamu atur aja gimana baik nya, selama kamu nya nyaman, mas gak ada masalah..." balas Gibran


"mas.. bukan Meera gak menerima orang Lain, tapi jika untuk di rumah Jujur orang asing akan membuat Meera gak nyaman, apalagi biasa nya kalau dari penyedia jasa itu mereka gak pakai jilbab.." ujar Almeera


"cemburu...??" goda Gibran


"Hmmm... bukan cemburu, tapi menjaga semua nya, jika mas Berhadapan dengan rekan bisnis yang tidak memakai jilbab, bisa di bilang interaksi kalian hanya hitungan jam, tapi kalau baby sister dia 24 jam di rumah ini.."ujar Almeera


"apalagi wajah suami Meera ini terbilang cukup mempesona..." goda Almeera


"Tapi sejak memiliki kamu, gak ada yang bisa mengalihkan dunia mas, selain kamu sayang..." balas Gibran sambil mencubit hidung Almeera


🍃


Selesai sholat butuh tadi Gibran pengen di buatkan nasi goreng udang kesukaannya nya. tapi setiap Almeera akan beranjak meninggalkan baby Twins nya selalu ada yang merengek.


"sayang Umma mau buatkan sarapan buat ayah, sama ayah dulu ya..." bujuk Gibran tapi sayangnya rayuan itu tidak mempan, mereka seakan tahu akan di tinggal oleh sang Umma


"Ajak ke bawah aja mas, biar bisa di sambi.." ujar Almeera


Akhirnya Mereka semua pun turun ke bawah, ke dua baby nya di letakan di baby bouncer.


Almeera pun sudah mengenakan Apron nya, di bantu di Atun meracik bumbu, tapi baru beberapa menit Shaka menangis, Gibran sudah mengecek popok dan sudah di berikan ASI juga tapi masih juga merengek.


"Sayang Shaka gak mau nich, mas udah cek popok nya kering, di kasih ASI juga udah, tapi gak mau.." ujar Gibran mulai kewalahan


"Bik tolong di lanjutkan ya Bik..." ujar Almeera sambil mencuci tangan dan melepas Apron nya


"ya Non... biar bibik yang lanjutkan..." jawab Bik Atun

__ADS_1


Almeera pun mengambil Shaka dari gendongan Gibran.


"Shaka Sholeh Umma kenapa nak,.Umma kan lagi buat sarapan Ayah..." ujar Almeera sambil menimang Arshaka


Gibran nampak lesu, entah kenapa dia hari ini sangat ingin di masakan oleh sang istri, tapi lagi dan lagi dia harus mengalah dengan anak-anak nya, jika bukan Arshaka yang rewel, maka Arsyila yang rewel


Almeera masih mengajak Arshaka ngobrol sampai bik Atun selesai dengan masakan nya.


"Ini den sarapan nya.." ujar bik Atun membawakan Gibran sarapan


Gibran nampak lesu, dan Almeera melihat itu, ada rasa sedih tidak bisa menuruti pemerintah sang suami padahal hanya memasak nasi goreng kesukaan sang suami.


Arshaka sudah terlelap dan kembali Almeera tidurkan di baby bouncer, Kini Almeera mengambil posisi duduk di samping sang suami


"Mas Mau Meera masakan apa untuk makan siang nanti...??" tanya Almeera


"Apa aja sayang..." jawab Gibran


"maafin Meera ya mas, Meera belum bisa membagi waktu dengan baik.."


"Jujur mas sedikit sedih, cuma sedikit kok, tapi mas sadar, prioritas kamu bukan hanya mas saat ini, ada dua bayi yang sedang butuh kamu lebih ekstra.."


" maaf ya sayang , mas yang salah , mas kurang memahami kamu, padahal jika di pikir lagi, kamu untuk makan saja kadang gak bisa, saat harus ke kamar mandi saja kamu Bener-bener harus menunggu mereka terlelap"


"belum lagi kadang saat kamu belum selesai mandi atau makan pun jika mereka menangis kamu harus segera menyelesaikan nya, sedangkan mas masih bisa leluasa, makan dengan tenang, waktu harus ke kamar mandi pun bisa segera mas tuntaskan" ujar Gibran saat sarapan sudah selesai sambil mengusap kepala sang istri dengan penuh sayang


Tidak lah mudah menjadi Istri sekaligus Ibu. Jika menjadi dokter ada sekolahnya, tapi tidak dengan menjadi Istri sekaligus ibu.


Tapi seorang istri sekaligus ibu wajib terus belajar mengasah diri, bagaimana cara menjadi madrasah untuk anak-anak nya.


Akan banyak pertanyaan yang harus dia Jawab saat Sang anak bertanya, dan akan banyak kejadian yang akan menguji kesabaran nya.


🍃🍃🍃🍃


Lanjut…???


Yang ingin tahu jadwal UP langsung Follow IG kak Ajeng ya.. @cerita_ajengkirana


Dan Sebelum lanjut ingat jangan lupa tinggalkan jejak dukungannya ya. Apapun bentuknya akan di terima, Like, vote, gift dan komen nya.


Yang belum meninggalkan jejak dukungannya, semoga dilembutkan hati nya..

__ADS_1


Jazaakumullah khairon...🙏🥰


Sebaik-baik nya Bacaan itu adalah –Al’Quran


__ADS_2