
Pagi ini selesai sarapan, sarapan nya bukan di restoran hotel seperti rekan merek yang lain, tapi di dalam kamar, tepat nya di depan jendela kaca yang menampilkan pemandangan kota yang sangat menyejukkan mata.
Gibran beranjak dari kursi nya menuju meja rias, meraih jepit rambut berwarna Grey alias abu-abu, tapi tenang hanya jepit rambut nya saya yang abu-abu, cinta ke Almeera sangat jelas tak abu-abu lagi, dan tak di ragukan lagi.
Gibran mendekati posisi duduk Almeera, lebih tepat nya di belakang Almeera, di raih nya rambut Almeera yang terurai, yang masih belum kering sempurna itu.
Bibir Almeera mengukir indah, sebuah perhatian kecil, namun mampu membuat hati, jiwa dan raga nya terbang melayang.
"Gini kan lebih enak makan nya..." ujar Gibran sambil beranjak menuju kursi nya setelah selesai menjepit rambut Almeera
"Makasih mas, tadi masih basah, nanti kalau langsung di ikat bisa bauk apek.." balas Almeera dengan senyum mengembang.
Mereka pun menikmati sarapan berdua,dengan moment romantis walaupun hanya sebuah moment kecil.
"oh ya sayang, ikut ke lokasi proyek ya..." ujar Gibran saat mereka sudah selesai sarapan
Almeera ingin merapikan meja makan mereka, tapi di hentikan oleh Gibran
"sayang... ini bukan di rumah, dimana kamu harus merapikan meja makan setelah selesai makan" ujar Gibran sambil meraih tangan Almeera yang akan mengangkat piring
"gak papa mas...."
"No..." sambil menggoyang telunjuknya ke kanan dan ke kiri
"ibadah bantu mereka loh... toh ini hanya pekerjaan kecil..." balas Almeera
"Mas bilang No ya No.. gak ada bantahan, atau kamu mau mas bawa ke kasur lagi..." ancam Gibran dengan memainkan alis nya
Membuat Almeera bergidik lalu beranjak menuju meja rias untuk merapikan diri nya, dan melihat itu Gibran malah terkekeh.
Setelah mereka sudah rapi, Gibran dengan stelan casual nya, Almeera seperti biasa,gamis hitam lengkap dengan hijab dan cadar nya.
Mereka pun turun menuju lobby, sudah ada Bimo yang menunggu mereka.
Gibran tak melepaskan genggaman tangan nya, seakan takut sang istri terlepas dari genggaman nya, atau takut sang istri tertinggal, atau mungkin takut sang istri ke sasar.
sudah seperti pasangan kakek nenek saja, takut kesasar karna pikun, lupa jalan pulang..hahaha
"Gandeng terus..." Ledek Soraya yang juga sudah di Lobby
"iri bilang bos.. kalau mau di gandeng, buruan minta Bimo halalin" balas Gibran dengan santai nya
"sabar lah bos, tunggu lulus kuliah...." balas Bimo
"kelamaan.. kan kuliah boleh walaupun sudah menikah..." balas Gibran
__ADS_1
"Lo kira enak LDR sama istri, Lo aja kemana-mana bawa istri, di gandeng terus lagi" balas Bimo tak mau kalah
"Yee.. apaan sich, sabar kan tinggal nunggu hasil kelulusan" balas Soraya
"oh ya Naumi sama rekan nya mana??" tanya Gibran
"mereka sudah menuju lokasi proyek..." balas Bimo
"mas, Raya disini aja ya sama kak Almeera..." ujar Soraya
"No.. kalian ikut, kami gak tahu selesai jam berapa, kalau nanti kita selesai ada tujuan lain kita tinggal berangkat, gak perlu jemput" jawab Gibran
"Bos satu ini kalau udah A ya A..." protes Soraya sambil berlalu menuju mobil
"kita satu mobil aja bos...." ujar Bimo
"ok.. Lo yang nyetir..." balas Gibran
"tapi mas di depan ya, jangan di belakang, nanti kalau mas di belakang, kami jadi sapi ompong..." ujar Soraya dan itu membuat Almeera tertawa kecil
"kan udah mas bilang, buruan halal..." balas Gibran sambil membukakan pintu untuk sang istri, tangan kiri Gibran di rentangkan di pintu bagian atas mobil, agar Almeera tidak terjedut, dan perhatian itu membuat Almeera sangat bahagia pastinya.
"tuh kan, gini aja buat iri... hmmm" gerutu Soraya yang sudah lebih dulu di dalam mobil
"ada masa nya nanti, ya kan mas Bimo...??" ujar Almeera
"jangan panggil mas, dia calon adik ipar kamu sayang..." ujar Gibran sambil memasang seatbelt
"gak apa mas, lagian kan dari segi umur tetap mas Bimo yang lebih.." balas Almeera tapi tidak melajukan ucapan nya
"ya elah.. mentang-mentang yang lebih muda, kenapa gak di lanjut kata lebih nya Meer.." ujar Bimo sambil mulai mengendari mobil
"gak perlu di perjelas, kan Lo memang lebih tua..hahaha" balas Gibran
"sadar bos, usia kita sama" balas Bimo
"yang bilang beda tuh siapa,...??" tanya Gibran
"haduuh, kenapa malah berisik sih, kok bisa lah ya mas Gibran sama mas Bimo jadi rekan kerja, padahal gak akur" ujar Soraya
"kita tahu tempat dek..." balas Gibran
Suasana mobil tak pernah sepi, selalu ada saja bahan yang di bicarakan Gibran dan Bimo.. tak jarang membuat dua wanita di belakang geleng-geleng kepala.
kurang lebih dua puluh menit mereka sampai di lokasi proyek.
__ADS_1
mereka pun turun, dan langsung di sambut oleh petugas proyek.
petugas menyerahkan helm Safety, mereka harus menggunakan itu, sudah SOP di lokasi proyek.
Gibran meraih Safety yang akan di berikan ke Almeera oleh petugas proyek.
Gibran lebih dulu memasang kan Safety ke kepala Almeera, jangan di tanya Berapa banyak yang memandang, bahkan Naumi juga melihat pemandangan itu.
Gibran lalu memasang Safety untuk dirinya sendiri setelah selesai memasang untuk Almeera, lalu di raih nya tangan Almeera, tak ingin dia lepas.
"mas, Meera gandengan sama Raya aja ya.." bisik Almeera, karna malu di lihat banyak mata
"No...biar mereka tahu kamu itu istri saya, jadi mereka gak curi-curi pandang sama kamu sayang..." balas Gibran
hmmm... pasrah itulah pilihan mutlak tak bisa di ganggu gugat
Mereka menuju dimana Naumi dan semua pegawai dan pekerja proyek yang sudah berkumpul.
Saat Naumi sudah selesai dengan instruksi-instruksi nya, meminta Bimo memperkenalkan diri nya dan juga Gibran.
Gibran adalah pimpinan mall yang sedang di bangun, dan wanita di sebelah adalah istri dari Gibran sang bos, juga memperkenalkan Soraya adik dari Gibran.
"Nah jadi udah tahu ya, beliau ibu Almeera, istri bos kita, jangan coba-coba curi pandang jika masih ingin bekerja..." Tambah Bimo dengan sedikit ke candaan
"kalau Bu Soraya kan belum menikah, boleh gak pak di curi pandang..." tanya pekerja lain
"boleh, tapi kamu hadapi saya dulu..." balas Bimo
dan itu membuat lain nya tertawa.
"walau belum di cap stempel SAH, tapi sudah saya kasih DP, walau belum Lunas, hahaha..." tambah Bimo dan itu lagi-lagi membuat mereka tertawa
Gibran sangat tahu bersikap, dia saat serius maka tak ada yang berani untuk membantah, bahkan terkesan dingin, tapi tak sedikit dulu sebelum menikah dengan Almeera
🍃🍃🍃🍃
Lanjut…???
Sebelum lanjut ingat jangan lupa tinggalkan jejak dukungannya ya. Apapun bentuk nya akan di terima, Like, vote, gift dan komen nya.
Jazaakumullah Khairan..
Yang belum meninggalkan jejak dukungan nya, semoga dilembutkan hati nya..
Sebaik-baik nya Bacaan itu adalah –Al’Quran
__ADS_1