
Entak kenapa Gibran semakin khawatir setelah mendengar penjelas dari pak satpam yang tadi membantu Almeera mencari taxi. Dan Saat Bimo memberikan hp nya, dia langsung mencoba menghubungi Almeera, tapi tidak ada jawab. Berulang kali Gibran menghubungi Almeera.
‘’Gimana…???’’ tanya Bimo
‘’Gak di jawab Bim…dia gak pernah loh tiba-tiba ngilang kayak gini, bekal nya ada di ruangan gue.. setidak nya ngirim pesan kalau lihat gue lagi sibuk..’’ balas Gibran
‘’udah masuk dzuhur, bisa aja dia lagi sholat, lebih baik kita sholat dulu, dan kita juga udah ninggalin rapat tampa pamit…’’
Ya benar kata Bimo, sudah masuk sholat Dzuhur, bisa jadi Almeera sedang sholat, pikir Gibran dan mereka pun menuju mushola Sky.
Selesai sholat Gibran meminta Bimo menyelesaikan rapat nya, atau jika berkenan menunggu akan di jadwal ulang.
‘’Tapi Bran, ini proyek besar, harus lo yang menangani langsung..’’
‘’apa guna lo disini, dan lo minta gue lanjutin rapat di saat gue gak tahu keberadaan istri gue…?? perasaan gue gak enak Bim..’’
‘’tunggu.... apa dia lihat waktu lo di peluk Naumi…???’’ tebak Bimo
‘’Lo serius..??’’ kaget Gibran
‘’untuk lebih pasti kita buka cctv aja..’’ saran Bimo
Dan mereka pun langsung menuju ruang control cctv, dan benar seperti dugaan Bimo, Gibran mengusap wajah nya kasar.
‘’Lo lanjutkan rapat, terserah apa keputusan mereka, gue harus cari istri gue..’’ ujar Gibran sambil berlari menuju parkiran, Rumah menjadi tujuan pertama, dan saat sampai di rumah, dan mengetahui Almeera belum pulang, membuat Gibran semakin tak karuan
Lagi-lagi Gibran menghubungi nomer Almeera, masih belum ada jawab.
Gibran menghubungi Azzam, menanyakan keberadaan Almeera, hasil nya nihil, Azzam pun menanyakan bagaimana kronologi nya, Gibran pun menceritakan kejadian nya.
‘’huuftt…. Soal penjelasan gak perlu kamu jelaskan ke aku Bran, sekarang fokus cari Almeera dulu, dialah yang harus mendapatkan penjelasan itu’’ ujar Azzam
‘’Aku salah..’’ sesal Gibran
‘’Coba ke makam Umma, dan aku bantu kamu cari ke tempat lain’’ usul Azzam dan Gibran menurut
Melajukan mobil menuju makam Umma
‘’sayang kamu kemana sich, angkat dong…’’ guman Gibran dengan wajah khawatir
__ADS_1
Sesampainya dimakam tidak ada siapapun, tapi ada bunga segar yang di tabur ke makam umma dan juga aisyah
" seperti nya benar Almeera baru saja dari makam, tapi dia kemana lagi??" guman Gibran, pikiran tak menentu
Khawatir sudah pasti, ada rasa takut kehilangan, dulu dia berhasil mempertahankan Almeera, dan dia takut kali ini Almeera meninggalkan nya.
Semua tempat dia telusuri, masjid, pusat pembelanjaan, Fazah butik, tapi tidak ada jejak Almeera.
.....
Di Rumah Uti dan Aki nampak dua Wanita cantik beda generasi sedang sibuk di dapur, bagaimana tidak beda generasi, yang satu nenek nya yang biasa di panggil Uti, dan satu lagi cucu nya, Almeera nama nya.
Mereka sedang berjibaku di dapur, dengan tepung, telur dan kawan-kawan. Sepertinya ada yang sedang melepas rindu, hanya ke Uti lah dia bisa menyalurkan rasa rindu nya ke sang Umma.
‘’kesukaan kakak kamu nich brownies lapis pandan’’ ujar Uti
‘’Nanti kita hubungi kak Azzam Uti…’’ balas Almeera
‘’Hubungi juga Gibran, jangan pulang naik taxi…’’ kali ini Aki yang bersuara dan Almeera hanya membalas dengan anggukan
‘’Assalamualaikum..’’
‘’ Waalaikumusalam..’’ balas Aki, Uti dan Almeera bersamaan
‘’Handphone kamu kemana dek..??’’ tanya Azzam sambil mencium tangan Aki, dengan tatapan tajam ke Almeera
‘’Ada, di tas lah kayak nya, emang kenapa..???’’ tanya Almeera dengan santai
Azzam membuang napas nya lega, tapi juga jengkel, dia udah khawatir berjam-jam, sedangkan yang di khawatirkan malah sedang masak kue dengan sang Uti.
‘’Kakak kira hp kamu di simpan di dalam kulkas…’’ sewot Azzam sambil jalan menuju kulkas, mengambil minuman dingin lalu duduk dan meminum nya.
‘’Dokter itu pasti tahu kan bahaya air dingin saat tubuh kita sedang panas..??’’ tegur Aki
‘’Haus Ki… gak apa lah ya sesekali, hehehe..’’ balas Azzam dan Aki hanya bisa geleng kepala.
‘’Baru selesai lari maraton kali Ki..’’ timpa Almeera
‘’Iya lari maraton nyariin kamu dek… cek tu hp kamu, ada berapa ratus panggilan tak terjawab, terutama dari suami kamu..’’ omel Azzam sambil mengetik pesan untuk Gibran, memberikan informasi bahwa Almeera ada di rumah Aki.
__ADS_1
‘’di cariin kenapa coba, orang Meera disini kok.. gak ngilang kemana-mana..’’ balas Almeera sambil berjalan ke sofa, meraih tas dan langsung membuka tas nya, di raih nya handphone nya
Mata nya membulat melihat berapa banyak panggilan masuk, dari Gibran, Bella dan juga Azzam, yang paling banyak jelas dari Gibran sang suami
‘’Astaghfirullah, tadi Meera sholat di masjid kak, trus nada hp Meera silent…’’ Jujur Almeera
‘’Bukan karna lagi marah kan..??’’ tanya Azzam dengan mengerutkan alis nya
‘’gak lah…’’ balas Almeera, nampak dari nada nya dia memendam sesuatu, tapi Aki dan Uti tak bisa terlalu ikut campur
‘’Hubungi Gibran sekarang juga, dia udah kebingungan tuh nyariin kamu..’’ titah Azzam
‘’Iya nanti dulu, meera lagi mau ngangkat kue kesukaan kak Azzam..’’ balas Almeera
‘’Hubungi suami kamu aja dulu sayang, biar Uti yang angkat, dia pasti khawatir,..’’
Rasa nya berat untuk menghubungi sang suami, kekecewaan pasti dia rasakan, hanya saja dia bukan nya wanita yang meledak-ledak saat ada masalah.
‘’sini duduk..’’ panggil Aki sambil menepuk sofa disebelah aki, dan Almeera menurut, duduk tepat di samping Aki
‘’ingat, seorang istri tidak boleh keluar tampa izin dari suami..’’ ujar Aki lembut ambil mengelus kepala Almeera
‘’Iya Ki, Meera ingat dan tahu itu..’’ jawab Almeera sambil tertunduk
‘’jika ada yang mengganjal, ada yang mengganggu pikiran, bicarakan, jangan biarkan itu menjadi kesalah pahaman… dulu Uti kamu pernah salah paham sama Aki di awal pernikahan…’’
‘’Teman masa lalu Aki datang dan tiba-tiba memeluk Aki, dan itu di saksikan oleh Uti… Aki bisa lihat raut marah dan kecewa Uti, bahkan Uti tak mau Aki sentuh, tapi Aki tetap meraih tangan Uti, memperkenalkan Uti dengan teman Aki itu, menjelaskan apa yang terjadi.. ya walaupun kekecewaan itu tetap ada, tapi bicarakan, agar tidak mejadi kesalah pahaman yang besar..’’ nasihat Aki
‘’Wah.. koh sama ceritanya Ki..??’’ ujar Azzam Dan tiba-tiba terdengar salam dengan suara yang tak asing untuk seorang Almeera.
🍃🍃🍃🍃
Afwan belum bisa Triple Up/ Crazy Up, di usahakan Double Up ya....maklum kak author nya lagi sok sibuk..😅
Pengen nya sih sesekali sok santai... kapan ya??🤭
Sebelum lanjut ingat jangan lupa tinggalkan jejak dukungannya ya. Apapun bentuk nya akan di terima, Like, vote, gift dan komen nya.
Jazaakumullah Khairan..
__ADS_1
Yang belum meninggalkan jejak dukungan nya, semoga dilembutkan hati nya..
Sebaik-baik nya Bacaan itu adalah –Al’Quran