
...Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh.......
...Sebelum lanjut mau say hello dulu boleh lah ya...🤭 Afwan beberapa hari kemarin kak Ajeng gak bisa Up... Lumayan sibuk di klinik sehat, plus yang biasa bantu-bantu di rumah lagi pulang, jadi lagi bener-bener gak bisa Nyambi ke yang lain-lain....
...Bukan gak mau up, tapi belajar dari cerita sebelum sebelumnya, Kadang jika di paksa up dalam kondisi lelah akan banyak resikonya, mood yang tidak mendukung membuat kurang maksimal dalam menuang imajinasi, banyak salah typo karna mata lelah, kadang membuat penglihatan nya gak Fokus,. di tambah handphone yang digunakan ada layar otomatis, terkadang membuat apa yang kita tulis berbeda dengan hasil. untuk meminimalisir resiko jadi kak Ajeng putuskan untuk gak up dulu kemarin....
...Mohon di maafkeeen ya... oh iya udah di masak apa nih daging kurban nya?? jangan lupa minuman zaitun biar bisa mensterilkan lemak jahat, dan jika ada gunakan garam Himalaya, agar yang punya hipertensi gak perlu sangsi takut tensi darah nya naik....
🤭🤭🥰
🍃🍃🍃🍃
Menikmati senja di sebuah perkebunan teh, dengan pemandangan hijau yang membentang luas.
Almeera dan Gibran berjalan santai, dengan camera yang dikalungkan di leher Gibran, sesekali mengabadikan moment kebersamaan, moment di mana Almeera menyapa warga, bermain dengan anak-anak warga.
Tenang Gibran gak serakah kok, dia gak punya kebun di sini, hanya villa peninggalan dari orang tua nya.
"Mas.. nanti pas pulang mampir ke pondok boleh gak?? kita ngelewatin pondok kan??"
"rencana mau berangkat jam berapa??"
"terserah mas aja,.Meera mah ngikut, kan kata mas penumpang manut sama supir..hehehe"
"nanti kalau kita gak kesorean kita mampir ke pondok..."
"lihat dech tuch anak-anak yang masuk parit mas, pada nyari apa sich...??" tunjuk Almeera pada anak-anak yang sedang di dalam aliran air. seperti parit kecil tapi di aliri dengan air cukup jernih dan bersih.
"itu aliran air dari anak sungai, biasa pada nangkap ikan ikan kecil gitu..."
"mas dulu waktu kecil suka gitu ya..??"
"ya gitu lah, nama nya juga anak-anak kan.. kalau main air pasti bahagia banget, walau pas pulang di marahin karna basah kuyup" balas Gibran sambil tersenyum sumringah melihat ke arah anak-anak
"berarti cukup sering Donk liburan di sini??"
"lumayan, maka dari itu pas villa ini terpaksa di jual, mas punya tekad harus bisa menebus villa ini, begitu banyak kenangan bahagia disini, mulai dari masa kecil dulu..."
"udah sore kita pulang ya.." Tambah Gibran dan di angguki oleh Almeera
Aisyah, romantisnya cintamu dengan Nabi
Dengan baginda kau pernah main lari-lari
Selalu bersama
__ADS_1
Hingga ujung nyawa kau di samping Rasulullah
Aisyah, sungguh manis, oh, sirah kasih cintamu
Bukan persis novel mula benci jadi rindu
Kau istri tercinta, ya Aisyah Khumaira
Rasul sayang, kasih, Rasul cintamu
Sebuah lantunan lirik lagu yang cukup viral, yang Tampa sengaja mereka dengar saat sedang berjalan kaki menuju villa, membaut Almeera terkekeh kecil.
"kok ketawa...??" tanya Gibran heran
"salah satu lirik membuat Meera merasa itu seperti kita.." jawab Almeera dengan senyum mengembang di balik cadar nya, sedangkan Gibran malah mengerutkan keningnya
"Aisyah, sungguh manis, oh, sirah kasih cintamu
Bukan persis novel mula benci jadi rindu" Almeera mencoba menyenandun kan salah satu lirik nya
"kaya mas kan, benci jadi rindu...hehehe" tambah Almeera sembari terkekeh dan itu membuat Gibran mencubit hidung Almeera
"perlu di larat ya... mas itu gak pernah benci sama kamu sedikitpun sejak awal mas lihat kamu di sebuah masjid untuk melaksanakan sholat duha..." balas Gibran sehari berjalan mundur sambil mencolek dagu Almeera
"kapan...??"
"kok mas tahu...??" tanya Almeera sambil berusaha mengejar Gibran, dan tiba-tiba Gibran menghentikan lari nya begitu sampai di depan gerbang villa dan itu membuat Almeera menabrak punggung Gibran
"mas ni ya, kalau berhenti kasih kode Donk..." sewot Almere sambil mengelus kening nya
"emang mobil...??"
"tau ah.." balas Almeera, kali ini dia yang berlari untuk masuk ke dalam villa dan itu membuat Gibran mengejar nya
Saat sampai di dalam villa Gibran bergegas mengejang Almeera lebih cepat, diraihnya tangan Almeera dengan cepat saat akan masuk ke kamar
"ngambek nich ceritanya...??"
"iih siapa ni yang ngambek, Meera kebelet nich..." balas Almeera sambil memanyunkan bibir nya lalu melepaskan genggaman tangan Gibran dan setelah terlepas Almeera ngacir ke kamar mandi, itu membuat Gibran terkekeh, dia mengira jika Almeera marah, ternyata malah udah gak tahan untuk ke kamar mandi.
Gibran memilih duduk di sofa, di letakan kamera di atas meja, lalu di buka nya Handphone yang kebetulan dia tinggal.
Begitu banyak chat dari kantor, di buka nya satu persatu, bukan hal yang harus dia sendiri yang menangani, jadi dia bisa mengandalkan Bimo, karna memang seperti yang Gibran katakan kepada bimo,.dia tak ingin di ganggu.
"mas buruan ambil wudhu..." ujar Almeera saat sudah keluar dari kamar mandi
__ADS_1
Gibran pun beranjak lalu melangkah kaki nya mendekati Almeera, membuat Almeera mundur perlahan.
"mas mau ngapain, Meera udah Wudhu...."
"mas cuma mau nyium pipi istri mas.." balas Gibran sambil memiringkan kepalanya
"mas iih...Meera udah Wudhu, mas buruan Wudhu..."
"nolak suami dosa loh..." goda Gibran sambil menaikkan alis nya sebelah
"bukan nolak, tapi kan Meera udah Wudhu, kita mau sholat Magrib..."
"Wudhu lagi.." balas Gibran dengan santai nya dan semakin mendekati diri nya ke arah Almeera, sampai-sampai Almeera kepentok meja rias
"maaas...." kesal Almeera dan itu membuat Gibran terkekeh lalu membalikkan tubuh nya,. melangkah menuju kamar mandi, merasa puas telah menggoda sang istri.
Sedangkan Almeera memanyunkan bibir nya, dengan tingkah Gibran yang menggoda tadi. tapi di menit berikutnya almeera pun membentang dua sajadah lalu memakai mukena nya.
Gibran keluar dari kamar mandi dengan senyum yang mengembang, sedangkan Almeera nampak sedang membaca Alquran nya menunggu waktu adzan.
Almeera menutup Alquran nya saat melihat Gibran sudah dengan sarung dan baju koko nya,berdiri di depan Almeera.
Merekapun melaksanakan sholat magrib di lanjut makan malam, dan tak lupa melaksanakan sholat isya juga berjamaah di kamar.
Almeera bersandar di bahu Gibran sembari menikmati indahnya sinar rembulan dan kerlap-kerlip bintang di balkon.
Almeera membuka handphone, membuga blog pribadi nya.
"Sekuat apapun wanita, sehebat dan Semanding apapun dirinya. Dia tetap membutuhkan rumah untuk pulang, Yaitu tempat yang menyediakan bahu ternyaman untuk nya bersandar serta pelukan hangat yang mampu membuatnya tetap tegar, rumah itu adalah sosok pria selain ayah nya"
Gibran mengukir senyuman melihat hasil ketikan Almeera di blog pribadi nya.
"bahu mas udah jadi tempat ternyaman untuk kamu belum??" tanya Gibran membuat Almeera memutar kepalanya menghadap Gibran
"In Syaa Allah ini akan jadi tempat ternyaman selain Abi dan kak Azzam..." balas nya dengan senyuman mengembang
Gibran pun merangkul pundak Almeera, cukup lama mereka menghabiskan waktu di balkon, dan tiba-tiba Gibran membopong tubuh Almeera. Malam yang dingin di kota yang penuh dengan kebun teh ini menjadi saksi Cinta dua insan ini, meskipun tak ada ungkapan cinta seperti yang ada di sinetron ataupun novel.
Malam ini kembali menjadi malam yang syahdu untuk dua insan ini, setelah ayat cinta itu Gibran bisikan di telinga Almeera.
🍃🍃🍃
Lanjut kita??
Jazaakumullah khairon untuk semua dukungan nya, dalam bentuk apapun itu.,🥰
__ADS_1
Like, Komen, Vote, Gift , Tips...
Sebaik-baik nya Bacaan itu adalah --Al-Qur'an