Keteguhan Almeera

Keteguhan Almeera
Ke Pondok


__ADS_3

Hari ini adalah hari ketiga mereka meninjau proyek secara langsung, dan hari ini mereka akan Kembali ke rumah, jika yang lain Lelah harus bolak balik, atau Lelah cek dan kroscek, tapi sepertinya tidak untuk Gibran dan Almeera, mereka tampak begitu happy.


Mereka semua sedang berkumpul di restoran hotel, membahas soal proyek sekilas, lalu mereka akan Kembali ke rumah masing-masing.


‘’kalian lanjut aja, kami harus mampir ke pondok,, ada tasyakuran kelahiran anak dari kakak sepupu nya istri saya..’’ ujar Gibran


‘’Raya ikut kan, masak iya Raya di rumah sendirian…’’ balas Soraya


‘’kamu ikut lah dek, kalau gak ikut bisa di tanyain nanti sama Ummi Arafah..’’ jawab Almeera


‘’Lo langsung balik atau ikut sama kita Bim..??’’ tanya Gibran ke Bimo


‘’apa kata Adam kalau gue gak ikut, apalagi sejalan… gue ikut aja, tapi gak nginep…’’ Jawab Bimo


‘’kalau gitu kami duluan aja, soal proyek kita tinggal pantau saja perkembangan nya..’’ ujar Naumi


‘’Mbak Naumi jika mau ikut juga boleh kok, kan sejalan.. singgah sebentar aja kaya mas Bimo..’’ balas Almeera


‘’aduh segan deh, gak kenal juga kan..??’’ balas Naumi


‘’Maka dari itu kenalan biar kenal, lo gimana sih..’’ balas Bimo


‘’hmm… boleh dech…’’ balas Naumi walau sedikit ragu, tapi ada rasa ingin tahu mengenai keluarga Almeera


Mereka juga sudah mampir ke toko untuk membelikan bingkisan untuk anak Adam


Mereka pun bersiap untuk pulang, Almeera menyempatkan untuk mampir ke swalayan, entah kenapa rasanya ingin ngemil aja, dan itu benar-benar bukanlah Almeera yang biasa nya, yang selalu menjaga diri dari makanan berkarbo tinggi.


‘’sayang yakin ini..??’’ tanya Gibran saat melihat isi keranjang yang cukup menakjubkan untuk Gibran


Almeera hanya menganggukan kepala nya lalu mengajak Gibran ke kasir.


Begitu banyak mata memandangi mereka, couple yang cukup membuat Sebagian iri, kok Sebagian ya..?? soal nya ada juga yang nyinyir…hahaha


Saat berada di luar Gibran tak pernah membiarkan Almeera lepas dari genggaman nya, tak dia biarkan siapapun mencuri perhatian Almeera, Gibran ingin menunjukkan kepada dunia..


Dia adalah Wanitaku.. Dia adalah Bidadariku.

__ADS_1


‘’lagi program gemuk nich cerita nya..??’’ tanya Gibran saat sudah berada di dalam mobil


‘’hmm… anggap aja gitu..hehehe..’’ jawab Almeera sambil membuka satu bungkus roti gandum.


Ternyata bukan hanya Gibran, Bimo dan Soraya juga cukup heran dengan perubahan Almeera sedari kemarin, apa lagi saat Bimo mengajak mereka makan malam, Gibran mengatakan mereka sudah makan , tapi saat mereka memutuskan bergabung walau hanya sekedar minum kopi, teryata Almeera ikut memesan makanan.


Dan hari ini melihat bekal Almeera selama perjalanan membuat mereka semakin geleng kepala.


‘’sayang kamu gak minum obat gemuk kan..??’’ tanya Gibran lagi


‘’Kan tahu Meera paling payah minum obat.. gak tau kenapa bawaan nya pengen ngemil aja gitu..’’ jawab Almeera


‘’nanti pas Ummi senggang coba tanya ke Ummi…’’ usul Gibran


‘’Kenapa, mas gak mau ya punya istri gemuk..??’’ tanya Almeera sambil memainkan alis nya


‘’bukan gitu, ya heran aja, kamu itukan sangat menjaga asupan makanan, dan tiba-tiba berubah, kan aneh..dan tu juga camilan nya udah kayak mau camping aja..’’


‘’camilan nya bukan camilan yang ber MSG kok mas, roti nya juga roti gandung, jadi masih aman dari karbo tinggi, ya walaupun yang berlebihan itu tetap kurang baik, setidak nya bukan makanan siap santap banyak mudharat nya..hehehe’’ balas Almeera


Almeera bukan tidak paham akan perubahan pada diri nya, sebenarnya dia juga merasa heran, tapi ide bertanya kepada Ummi itu memang sudah dia rencanakan.


Cukup lama perjalanan, bersyukur jalanan lancar dan selamat sampai tujuan.


Komplek Ponpes sudah cukup ramai, sudah berjejer mobil dan juga motor di area parkir.


Bukan sebuah pesta besar, tapi acara Tasyakuran, wajar saja bila banyak tamu yang datang, padahal tidak menyebarkan undangan, berhubung Abah Fatih adalah seorang guru yang cukup di kenal di wilayah nya. Beliau juga pemilik pesantren.


Adan sebagai anak dari abah Fatih dan juga guru di ponpes juga sudah pasti cukup dikenal juga, Tasyakuran anak pertama mereka ini membawa banyak kebahagiaan.


Gibran dan Almeera langsung di sambut oleh santiwan dan santriwati, bahkan Almeera pun jadi rebutan para santriwati hanya untuk mencium takzim tangan Almeera.


‘’ini pesta besar ya..?? dan seperti nya kamu sangat akrab dengan santri-santri disini..??’’ tanya Naura ke Bimo sedikit berbisik


‘’Pemilik pesantren ini adalah adik ipar dari Umma nya Almeera, dan Almeera juga salah satu ustazah di sini, dulu sebelum menikah setiap akhir pekan Almeera mengajar disini…’’ jawab Bimo


‘’ooh… patut lah, untung aja gue punya baju cadangan,iya kali gue kesini pakai dress pendek..’’ bisik Naumi lagi

__ADS_1


‘’emang lo gak kepikiran sama perkataan almeera waktu itu..soal aurat??’’ tanya Bimo


‘’Asik bener, masuk dulu, ngobrol nya nanti di dalam…’’ sapa Adam tiba-tiba, Bimo tidak sadar bahwa yang menyambut nya langsung adalah Adam


‘’astagfirullah.. Assalamualaikum Adam… ‘’ salam Bimo dengan nada sedikit kaget lalu mereka saling merangkul


‘’ wassalamu'alaikum … masuk-masuk.. kesini aja, langung ke rumah, soalnya tenda tamu akhwan dan Ikhwan nya dipisah.. ‘’ balas Adam mempersilahkan Bimo dan rekan nya langsung menuju kediamannya


Penampilan Naura dan rekan nya cukup menarik perhatian, bagaimana tidak mereka memakai celana jeans dengan kemeja, dan jilbab pasmina yang hanya sekedar melekat di kepala.


Gibran dan Almeera sudah lebih dulu ada di kediaman Abah Fatih, sudah berkumpul dengan Abi Alvian dan juga sang kakak.


Mata Naumi sedikit terbelalak melihat pemandangan itu, semua berpakaian syar'i , bahkan Sebagian besar keluarga ini bercadar, kecuali para santriwati, ada yang bercadar ada yang tidak, namun pakaian mereka sebagaimana wajib nya seorang Wanita dalam berpakaian.


Ummi ikut menyambut kedatangan mereka, Naumi pun di sambut dengan baik, tidak di beda-beda kan, karna bagaimana pun kita semua punya pilihan masing-masing dalam menentukan apa yang akan kita jalani.


Sebagai sesame hamba Allah yang tak lepas dari Khilaf hanya bisa saling mengingatkan, tapi tidak menghakimi.


‘’Ya Allah,, aku merasa kerdil di antara mereka.. selama ini aku merasa di atas saat bersama teman-teman, rekan bisnis, bangga dengan apa yang aku pakai, tapi disi aku merasa bagaikan kerikil yang siap di lempar kemana saja…’’ batin Naumi


‘’Kok ngelamun…?? Silahkan di nikmati hidangan nya kak..’’ sapa Khadijah dengan ramah


‘’eh..iya, makasih banyak…’’


‘’kakak teman kak Almeera ya..??’’ tanya Khadijah lagi


‘’hmm…’’ Naumi bingung untuk menjawab


‘’Iya.. ini kak Naumi nama nya, rekan bisnis, sekaligus teman mas Gibran,dan juga teman Meera..’’ jawab Almeera yang tiba-tiba mendekat ke arah mereka.


🍃🍃🍃🍃


Lanjut…???


Sebelum lanjut ingat jangan lupa tinggalkan jejak dukungannya ya. Apapun bentuk nya akan di terima, Like, vote, gift dan komen nya.


Jazaakumullah Khairan..

__ADS_1


Yang belum meninggalkan jejak dukungan nya, semoga dilembutkan hati nya..


Sebaik-baik nya Bacaan itu adalah –Al’Quran


__ADS_2