
🌠Jauh dari Al'quran\=Rapuh & Hampa🌠
\*\*\*\*\*\*\*\*\*\*\*\*\*\*\*\*\*
Abi duduk sendiri di dalam masjid RSH..menatap ke arah kiblat, bayangan masa lalu kembali terbuka dimana Abi harus melihat sang kekasih hati tertabrak mobil.
Abi harus berjuang disaat Diaknosa menyatakan kecil kemungkinan sang calon istri selamat , jikapun selama tak ada jaminan bisa hidup secara normal.
Ujian nya dimulai, dan di saat itu juga Abi memantapkan hati untuk langsung melakukan ijab qobul.
"Ya Robb... Hamba sadar bukan hak hamba mempertanyakan ketentuan Mu.. Hamba meyakini Engkau tidak akan memberikan ujian di luar batas kemampuan Hamba Mu..."
"Tapi Hamba hanya hamba Mu yang lemah ya Robb.... Duka yang dulu hamba rasakan harus di rasakan pula oleh putri hamba.. begitu perih melihat nya terluka ya Rabb..."
"rasa nya begitu berat beban yang harus putri hamba pikul ya Rabb... kuatkan putri hamba ya Rabb..."
"dulu engkau uji hamba dengan melihat orang yang hamba cinta jatuh tak berdaya , berat rasa nya di saat semua orang ragu, tapi hamba harus yakin akan pertolongan nya Mu ya Rabb..."
"Sekalipun berat tapi hamba masih bisa melihat nya, tapi tidak dengan putri hamba, dia tidak tahu keberadaan suami nya, dan dia juga harus berjuang untuk dua nyawa yang masih ada di rahim nya..."
"Kuatkan putri hamba ya Rabb.. jaga dia, kedua anak nya dan juga suami nya..."
Saat Abi sedang menumpahkan keluh dan kesah nya, handphone nya berdering.
-Mas Fatih-
"Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh mas..." salam Abi saat telfon sudah di jawab
"waallaikumusallam warahmatullahi wabarakatuh... Al..." balas Abah Fatih
"gimana info terbaru...??" tanya Abi
"Berat, tapi kita harus kuat, aku sebenernya juga bingung, tapi harus aku sampaikan..."
"sampaikan saja mas..." pinta Abi walaupun sebenarnya suaranya sudah serak menahan sesak
"Huuftt....ada dompet yang terapung, dan setelah di ambil dompet itu milik Gibran..." ujar Abah dengan berat
Abi berulang kali menghembuskan napas panjang, dada nya sesak.
Bagaimana cara Abi menyampaikan ini kepada sang putri.
__ADS_1
"Al...." panggil Abah Fatih
"aku tahu ini berat, tapi kita harus tetap optimis Al... ingat kita tidak tahu pertolongan Allah untuk setiap hamba nya..." bukan hal mudah untuk Abah mengucap kan itu semua, karna Abah pun terluka, tapi saling menguatkan.
"Almeera mas... bagaimana aku menyampaikan nya.... aku khawatir dengan kondisi nya dan juga calon cucu ku mas..."
"kamu sampaikan ke Arafah.. apakah memungkinkan untuk Almeera mendengar kabar ini... aku tutup dulu telfonnya, ada info lagi aku aku kabari.."
Berat tapi Abi harus kuat, Abi bangkit dari posisi duduk nya setelah sambungan telefon terputus.
Abi menuju di mana Almeera di rawat saat ini.
"dari mana Al...??" tanya Aki Aditya
"dari masjid Bi... Umma di ruangan Dilara atau Almeera Bi...??" tanya Abi ke sang mertua Aki Aditya
"lagi nemenin Dilara, Almeera sama Arafah di dalam... ada info dari Fatih...??" tanya Aki Aditya
"Barusan mas Fatih ngabarin...." Abi Alvian pun mulai menceritakan info terbaru dari Abah Fatih, semua yang ada di sana meneteskan air mata.
"Abi bohong kan...?? Abah Fatih pasti salah..." terdengar suara Almeera dan itu membuat semua menjadi tambah kaget, tepat di saat Abi menceritakan apa yang di sampaikan Abah Fatih, Almeera sedang di papah oleh Ummi untuk keluar.
Ummi sudah sempat melarang, tapi Almeera bersikeras ingin ke masjid.
"Abi jawab.... mas Gibran udah janji akan pulang secepatnya, dia gak akan ngebiarin Meera berjuang sendirian Bi... jawab Bi..." ujar Almeera dengan serak dan air mata yang tadi nya sudah berhenti kini kembali tumpah
Abi langsung memeluk sang putri, bibir nya tak mampu berucap, seorang Ayah mampu menahan sakit, tapi dia tak akan mampu melihat orang-orang terkasih nya terluka.
Semua menangis dalam diam.
"antar Meera sekarang ke bandara..." pinta Almeera
"ummi gak izinkan, kamu saat sangat lemah, ingat ada dua nyawa disini..."
"tapi Ummi, Meera juga gak bisa berdiam diri disini ummi..."
"Dek... apa dengan kamu ikut dalam berbondong bondong mencari informasi, meminta keterangan dengan pihak maskapai, itu akan membuat kamu lebih kuat??? apa itu jalan terbaik...??? ingat kamu tidak sendirian dek, ada mereka, Mereka juga merasakan duka sang ibu, sekarang kuncinya di kamu, kamu kuat, kamu tegar , maka dua nyawa di dalam sini pun akan ikut kuat juga" ujar Azzam sambil mengelus kepala Almeera
"benar kata Azzam, kamu sholat di dalam saja, biar kak Adam dan Abah yang di bandara, kita berdoa disini, jika kamu terus seperti ini, tidak baik untuk utun.." ujar Ummi
Almeera tak menjawab dia hanya diam, di tatapnya wajah sang Abi, Almeera berusaha tersenyum dengan air mata yang terus mengalir.
__ADS_1
Tiba-tiba tubuhnya kembali ambruk.
"astagfirullah..." ucap mereka semua bersamaan
Abi di bantu Azzam kembali membawa Almeera ke kamar nya dan kembali ummi memeriksa keadaan nya.
"Gimana...??" tanya Abi
"sus, tolong bawakan alat USG dan lain nya, saya harus memeriksa kondisi janin..." titah Ummi Arafah
Abi pun meraih pergelangan tangan Almeera.
"Astagfirullah... denyut nadi Meera sangat lemah Ra..." ujar Abi dan Ummi Arafah mengangguk
"jika kondisinya terus seperti ini, gak ada pilihan lain selain melalui Operasi Caesar..." ujar Ummi Arafah
"tapi itu juga beresiko Ra, jantung dan paru-paru twins belum sempurna..." balas Abi Alvian
"gak ada jalan lain Al.... kita akan lihat perkembangan nya nanti, semoga setelah sadar Almeera bisa mengendalikan emosi nya.. soal jantung kamu lebih paham Al,. kamu spesialis nya, jadi kamu pasti tahu tindakan yang terbaik..." ujar Ummi Arafah
Ummi pun mengecek kondisi janin setelah alat yang di minta sudah terpasang.
"Gimana...???" tanya Abi Alvian
"Almeera beruntung, dia memiliki baby yang kuat..."
"sebelum mas Gibran pergi, mas Gibran berpesan dengan anak-anaknya, agar jangan nakal, kasihan Umma nya..." ujar Soraya mengingat kejadian saat Gibran berpamitan
"Mas Gibran itu satu-satunya yang Raya punya setelah kepergian Papa dan Mama... Raya gak siap jika harus di tinggalkan juga oleh mas Gibran... dan juga calon suami Raya ummi..." tangis Soraya
Ummi merangkul Soraya, pasti berat untuk nya juga, tapi sedari tadi dia selalu menjadi penguat untuk Almeera.
🍃🍃🍃🍃
Lanjut…???
Yang ingin tahu jadwal UP langsung Follow IG kak Ajeng ya.. @cerita_ajengkirana
Dan Sebelum lanjut ingat jangan lupa tinggalkan jejak dukungannya ya. Apapun bentuknya akan di terima, Like, vote, gift dan komen nya.
Yang belum meninggalkan jejak dukungannya, semoga dilembutkan hati nya..
__ADS_1
Jazaakumullah khairon...🙏🥰
Sebaik-baik nya Bacaan itu adalah –Al’Quran