
Gibran baru selesai mengenakan pakaian nya, Almeera sedang berdiri di depan jendela kaca yang cukup besar, menyuguhkan pemandangan kota, menyuguhkan suasana langit yang mulai berubah jingga.
Sungguh maha karya Allah yang tak ternilai.
Gibran tiba-tiba memeluk Almeera dari belakang, disibakan nya rambut Almeera yang terurai ke sisi kiri, karna bahu sisi kanan sang istri akan menjadi sandaran untuk nya.
di dihirupnya aroma parfum yang melekat di leher Almeera, Aroma yang begitu membuat Gibran candu, aroma yang hanya dia yang bisa merasakan.
Bagaimana tidak, Almeera hanya mengenakan parfum di saat bersama sang suami.
Dari Abu Musa Al Asy’ari radhiallahu’anhu, Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Wanita mana saja yang memakai wewangian lalu ia keluar dan melewati para lelaki sehingga tercium sebagian dari wanginya tersebut, maka ia adalah seorang pezina. Dan setiap mata yang melihatnya juga pezina” (HR Abu Daud 4173)
Dalam hadits tersebut memang secara jelas tidak memperbolehkan wanita keluar rumah sembarangan memakai parfum karena akibatnya buruk baik untuk dirinya sendiri maupun orang lain.
Dan itu yang membuat Almeera memakai parfum hanya di saat bersama sang suami, hanya untuk sang suami.
"Mas, kok ngendus-ngendus sich, udah kayak kucing kecium bau ikan..." protes Almeera karna merasa geli dengan ulah Gibran
"iya, mas kucing nya,. kamu ikan goreng nya , udah siap mas santap belum....??" goda Gibran lalu terkekeh
"iih, bisa aja jawab nya ya..."
"Kamu tahu gak sayang..??" tanya Gibran tapi belum selesai sudah di potong oleh Almeera
"gak tahu, emang apa...??"
"Yee....mas belum selesai bicaranya ya.. dengerin dulu..."
"duduk yuk, pegel jadi senderan kepala mas..." ajak Almeera yang merasa bahu nya sudah mulai berat.."
"kalau duduk kesan romantisnya berkurang..." balas Gibran dan semakin mengeratkan pelukannya
‘’Jika ada bidadari di bumi ini, mas yakin dia adalah seorang istri, seorang Wanita yang tak punya hubungan darah, tapi dia mau mengabdi untuk laki-laki yang baru masuk dalam hidupnya, menjadi tempat sang suami melepas Lelah, menjadi penyejuk di saat sang suami merasa gerah’’ ujar Gibran, sembari membalikan tubuh Almeera hingga menghadap dirinya.
‘’dan kamu adalah Bidadari Bumi itu..’’ tambah Gibran, lalu mencium ubun-ubun Almeera cukup lama.
Sebuah cinta yang tampa di ucapkan tapi mampu Almeera rasakan, mata Almeera tertutup , senyum nya merekah, seakan dia merasakan aliran cinta dari sang suami
‘’Terimakasih dan teruslah berada di sisi mas…’’ sambil melepas ciuman nya, lalu tangan nya mengelus pipi Almeera dengan lembut
__ADS_1
‘’Setiap istri adalah bidadari untuk sang suami nya, seorang anak tak akan bisa terputus hubungan nya dengan orang tua, sampai kapan pun, sampai ajal menjemput, tapi seorang istri bisa menjadi mantan. Maka dari itu butuh perjuangan untuk mempertahankan nya’’ ujar Almeera
‘’Kenapa harus di perjuangkan, dan juga saling berjuang, karna sekalipun pasangan kita tak memiliki hubungan darah dengan kita, bahkan mungkin seseorang yang baru kita temui, saat IJAB yang berbalas KABUL itu bersaut dengan kata SAH.. Dia akan menjadi teman kita hingga ke Jannah… Aamiin’’ tambah Almeera
‘’Aamiin..." balas Gibran
"maka jangan kaget jiga perjuangan suami istri tidak akan mudah, dan mas mau kita berjuang Bersama hingga ajal menjemput’’ tambah Gibran
‘’mas tau gak, Iblis apakah yang posisi nya paling tinggi??’’ tanya Almeera
‘’Apakah iblis yang menggoda kita untuk mencuri, membunuh..korupsi, atau apa??’’ tanya Almeera lagi
‘’gak tahu..emang apa..???’’ tanya Gibran
‘’mencuri, membunuh, korupsi, itu adalah godaan iblis tingkat bawah mas..’’
‘’Iblis yang paling di anggap hebat adalah iblis yang mampu membuat hubungan suami istri menjadi putus, hubungan suami istri yang berakhir pada perceraian’’ jawab Almeera
‘’Di saat awal perkenalan,belum menjadi halal, Iblis menampakan segala macam kebaikan yang membuat mereka terlena, bahkan bisa berujung pada Zina.. nauzubillah’’
‘’Dan disaat mereka sudah halal, iblis akan menampakan segala macam keburukan pasangan, mulai dari hal sepele sekalipun akan iblis tampakkan"
Gibran Nampak masih mencerna setiap apa yang Almeera ucapkan
‘’Kemenangan iblis itu disaat, kata Talak itu terucap, itulah kemenangan iblis’’ tambah Almeera
‘’Perceraian, diperbolehkan tapi Allah membencinya..’’ lanjut Almeera
‘’sama seperti kejadian mas di peluk sama Naumi, itu jalan iblis untuk membuat hubungan kita merenggang..’’ ujar Gibran
‘’ya bisa jadi, itu jalan iblis, jadi kembali bagaimana kita menyikapi nya, dan kembali juga pada masing-masing pasangan..’’
‘’makasih udah mau percaya sama mas..’’ ujar Gibran sambil membawa Almeera pada pelukan nya
‘’selama mas jujur, dan mas berada pada kebenaran, Meera harus percaya, dan jika salah satu dari kita ada yang jalan nya salah jalur, maka tugas kita adalah membenahi, membawa pada jalur yang seharusnya..’’
‘’mas… Meera laper..’’ tambah Almeera, tapi kali ini dengan nada manja
‘’laper, ini baru jam berapa kok udah laper aja sayang, tumben…’’ balas Gibran dengan ekspresi heran
__ADS_1
‘’jadi gak boleh makan lagi nich..??’’ tanya Almeera dengan ekspresi manyun
‘’bukan gak boleh, agak heran aja, tumben-tumben..ya udah mas pesan, kita makan dikamar aja ya..’’
‘’iya, makan disini aja, mungkin suasana nya pas kali mas, buat cepat laper…’’ balas Almeera
Gibran pun menuju telfon yang tersedia di kamar hotel, menelfon bagian restoran lalu memesan beberapa menu makanan.
Tak ingin di bilang pelit, jadi bukan hanya satu atau dua menu yang di pesan.
‘’mas banyak banget, siapa yang mau ngabisin…??’’ tanya Almeera heran
‘’ya kita lah, nanti kalau gak habis kita panggil Raya..’’ balas Gibran sambil menutup sambungan telfon nya
Tak lama kemudian pintu kamar hotel di ketuk, Gibran pun membukakan pintu
Almeera masih berada di depan jendela, antara ruang sofa dan kamar ada dinding pembatas, jadi keberadaan Almeera yang tidak mengenakkan jilbab pun jelas tak terlihat.
Selesai menyajikan makanan, sang petugas hotel pun keluar, tak saat pintu kamar sudah tertutup, Almeera dengan cepat mendekat.
Menu yang Gibran pesan memang cukup menggugah selera, dan mereka pun makan berdua, Almeera nampak sangat bersemangat.
Bahkan semangat Almeera membuat Gibran geleng-geleng kepala, sungguh seperti bukan Almeera yang biasa nya.
Tapi bibir nya tak berani berkomentar, seperti kata pujangga, Istri Selalu Benar..hahaha
Selesai makan, dan kebetulan juga sudah masuk waktu magrib, merekapun melaksanakan sholat berjamaah di kamar hotel.
🍃🍃🍃🍃
Lanjut…???
Sebelum lanjut ingat jangan lupa tinggalkan jejak dukungannya ya. Apapun bentuk nya akan di terima, Like, vote, gift dan komen nya.
Jazaakumullah Khairan..
Yang belum meninggalkan jejak dukungan nya, semoga dilembutkan hati nya..
Sebaik-baik nya Bacaan itu adalah –Al’Quran
__ADS_1