Keteguhan Almeera

Keteguhan Almeera
Belajar Terbiasa


__ADS_3

Satu pekan lebih telah berlalu sejak kepergian Umma Fatimah, Duka itu belum pergi, bahkan mungkin akan tetap ada, tapi bagaimana pun Kita yang di tinggalkan tidak bisa berdiam diri meratapi, hidup harus terus berlanjut.


Seperti nasihat Aki Aditya beberapa hari lalu saat semua anggota keluarga sedang berkumpul selesai acara pengajian.


“Terkadang Allah mengambil apa yang kita cintai, karna ingin kita bersabar, karna ada sesuatu yang lebih patut untuk kita cintai, yaitu ALLAH…”


“Harta kita itu titipan dari Allah, Pasangan kita titipan dari Allah, Anak kita titipan dari Allah, Jadi kalau sekarang Allah ingin megambil apa yang menjadi miliknya, maka apa Salah nya??”


“Allah tidak akan pernah mengambil milik kita tampa ada kebaikan di dalam nya”


“Semua yang bernyawa akan menemui kematian, bukan hari ini, bisa jadi besok, bukan besok bisa jadi lusa, dan itu hanya Allah yang tahu”


“Maka dari itu cukupkan bekal kita, sudah seberapa banyak bekal kita, Mampukah kita menjawab pertanyaan malaikat di alam kubur??”


“Ada enam pertanyaan, Siapa Tuhan Mu (Man Rabbuka)??? Apa Agamamu (Ma Dinuka)??? Siapa NabiMu (Man Nabiyyuka)??? Apa Kitabmu (Ma Kitabuka)??? Dimana Kiblatmu (Aina Qiblatuka)??? Siapa Saudaramu( Man Ikhwanuka)???”


“Enam pertanyaan itu akan kita dapatkan semua saat kita di alam kubur, Kita tidak akan bisa berfikir dahulu baru menjawab nya, atau bisa mengarang cerita ke pada malaikat Munkar dan Nakir, atau bertanya ke kuburan sebelah, atau ada pilihan a,b,c,d.. semua itu tidak ada. Ke Imanan Kita lah yang akan menjawab dengan sendiri nya, kita tak akan bisa berdalih…”


……


Almeera dan Gibran masih tinggal di kediaman sang Abi, bukan Abi yang meminta mereka untuk tinggal, tapi Almeera sendiri yang mau, bersyukur Gibran memahami itu semua.


Bahkan Abi sudah memintanya untuk pulang, karna kasihan dengan Gibran yang harus menempuh perjalan jauh dari Sky ke rumah Abi, lagi-lagi Gibran tidak mempermasalahkan itu semua.


Abi selalu terlihat tenang, walau anak-anak nya mampu melihat dari suara saat Abi sedang mengaji, nada nya begitu berat menahan tangis.


Malam ini mereka berlima sedang duduk di ruang tengah, Almeera tampa malu bermanja dengan sang Abi, menggantikan posisi umma, biasa Umma lah yang selalu dalam dekapan Abi.


“Udah ada Gibran juga masih manja sama Abi,,,” Goda Azzam


“iih dia ngiri, biarin aja, Meera manja sama Abi Meera sendiri, kecuali meera manja sama ayah nya tetangga sebelah baru itu gak boleh..”balas Almeera, Gibran yang sedang fokus pada laptop nya pun menoleh sekilas ke arah sang istri lalu geleng-geleng di ikuti dengan Abi yang ikut geleng-geleng juga melihat tingkah kakak beradik ini yang tak henti saling melempar ledekan.


“Manja tu sama suami…” balas Azzam


“Sama suami ada waktu nya, masa iya suami lagi sibuk meera manja-manja, yang ada nanti meera di jewer” balas nya dan itu membuat Gibran membulatkan mata nya

__ADS_1


“emang pernah mas jewer kamu..???” tanya Gibran


“ehmmm,,, gak sih mas, kan itu hanya mengibaratkan saja..hehehe” balas Almeera sambal nyengir kuda


“Coba Sky deket, pindah kesini aja Bran…” ujar Azzam


“Gak lah… Mereka pasti ingin mandiri, lagian Gibran juga punya rumah sendiri..” Abi yang membalas perkataan Azzam


“Meera gak bisa pindah kesini kak, tapi nanti Abi bakal Meera boyong ke rumah kami..” balas Meera sambal menjulurkan lidah nya


“enak aja… Abi ya tetap disini lah…” protes Azzam


“Yee kenapa emang, kan Meera juga anak Abi…??” Balas Almeera


“ini rumah Abi..” Balas Azzam


“kenap jadi ngerebutin Abi..?? Mau abi dimana dan kemana, sama aja, kalian semua anak-anak Abi..” Balas Abi


Gibran yang telah selesai dengan pekerjaan nya pun menutup laptop nya. Almeera berdiri dari posisi duduknya, mengambil jus yang ada di atas meja untuk dia serahkan ke Gibran.


Keraguan, ketakutan Abi selama ini sirna melihat beberapa hari terakhir, begitu sabar nya Gibran dan selalu ada untuk Almeera dan juga keluarga besar Abi Alvian.


“huuek..hueek…” Tiba-Tiba Dilara seperti akan muntah


“Sayang kenapa..??’ tanya Azzam


“Gak tahu mas, tiba-tiba mual aja..” balas Dilara


“Kamu tadi siang gak telat makan kan..??” tanya Azzam Khawatir


“Gak mas, seperti biasa kok, tanya aja Meera..??”


“Coba di balur minyak angin, dan diminumkan vitamin, jika Besok pagi masih mual-mual cek aja ke poli kandungan biar lebih jelas..” ujar Abi


“Kok ke poli kandungan Bi…??” tanya Azzam heran

__ADS_1


“Mual nya Wanita yang sudah menikah itu ada dua arti, masuk angin dan ngidam..” jawab Abi


Azzam melihat Dilara dengan tajam, tapi lagi-lagi abi mengingatkan untuk ,membawa dilara ke kamar untuk istirahat dan memberikan apa yang Abi titahkan tadi.


Azzam dan Dilara pun beranjak naik ke kamar nya, tinggal Gibran, Almeera dan Abi di ruang tengah.


“Emang gitu Bi mual nya Wanita sudah menikah..???” tanya Almeera


Abi mengacak kepala Almeera yang tertutup jilbab.


“Abi dokter, tapi tidak terlelu paham dengan itu, untuk lebih jelas bisa tanya ke Um…” Abi menghentikan kata-kata nya, tiba-tiba abi membuang napas nya perlahan


“Tanya ke Ummi atau uti…” Tambah Abi setelah sedikit rileks


Almeera paham akan kata terakhir yang akan sang Abi Ucapkan itu, bukan Ummi, tapi Umma


“Kamu pun harus belajar mengenai itu agar kamu bisa lebih tahu, karna dulu Umma pas hamil kalian itu tidak sadar perubahan mood, perubahan napsu makan, ternyata sedang hamil kalian..” tambah Abi


“kapan ada waktu meera tanya ke Ummi, dan kapan-kapan pas meera ke pondok Abi harus ikut..” Balas Almeera berusaha ceria, walau sebenar nya membahas sang Umma akan membuat air mata nya tampa sadar menetes


“In Syaa Allah, kabarin kapan mau kesana nya ya..” Balas Abi


Malam pun semakin larut dan mereka Kembali ke kamar masing-masing untuk mengistirahatkan tubuh mereka, seharian beraktifitas membuat tubuh butuh di istirahat kan.


Saat berada di dalam kamar, lagi-lagi Almeera menjadikan dada bidang Gibran sebagai tempat ternyaman nya, sejak kepergian Umma, membuat nya jadi lebih manja, butuh waktu untuk nya.


Terpisah dua tahun di negeri orang dia mampu karna masih bisa mencurahkan rindu itu, tapi saat ini, rindu itu dia curahkan melalu doa dan doa.


🍃🍃🍃


Jazaakumullah khairon untuk semua sudah bersedia mampir dan membaca coretan demi coretan saya.... semoga apa yang tertulis membawa manfaat.


Jazaakumullah khairon untuk dukungan nya, dalam bentuk apapun itu.,🥰 Like, Komen, Vote, Gift , Tips...


Sebaik-baik nya Bacaan itu adalah --Al-Qur'an

__ADS_1


__ADS_2