
Bukan sebuah makan malam yang berhiaskan lilin dan di iringi senandung dari gesekan biola ataupun petikan gitar klasik. Hanya sebuah makan malam biasa dengan menu yang di masak oleh Bik Minah bukan dari restoran ternama atau pun masakan chef kondang.
"mas biasa suka liburan kesini??" tanya Almeera saat makan malam mereka sudah selesai.
"jarang, lagi pula villa ini juga baru mas tebus dua tahun lalu, dulu pasca papa meninggal perusahaan terpuruk, mas juga belum paham akan bisnis, jadi villa ini kami jual, tapi udah sepakat, saat ada uang mas akan tebus, karna ini kenangan terakhir dari papa dan mama, sedangkan rumah lama juga sudah di jual"
Tak lama selesai makan malam Adzan isya pun berkumandangnya, mereka pun melaksanakan sholat isya berjamaah.
Doa dan harapan mereka utarakan kepada sang maha Sempurna.. yang pastinya memohon kebaikan, memohon agar mereka mampu membawa bahtera rumah tangga mereka hingga ke Janna nya.. diberikan keturunan yang Sholeh dan Sholeha.
"Nonton yuk..." ajak Gibran
"nonton...??" tanya Almeera heran sembari melipat sajadah
"iya, mas udah siapkan semua untuk kita nonton,.mulai dari film nya, kopi, popcorn... lengkap"
"dimana...??"
"dibawah.. yuk.."
"sebentar Meera pakai jilbab dulu..."
"gak usah, lagian kita cuma berdua, mamang dan bibik dia udah pulang" ujar Gibran sambil menarik Almeera untuk mengikuti langkah nya.
Dan benar saja, saat mereka turun di bawah, kaset film, dua cup Coffe, dan popcorn sudah tersedia di meja
"kapan mas nyiapin nya...??"
"mamang tadi yang antar, tapi udah pulang kok..."
Ada beberapa tumpuk kaset film yang siap menjadi pilihan, mulai dari horor, komedi dan juga romantis pastinya.
"Mau nonton yang mana??" tanya Gibran saat mereka sudah duduk di sofa
"seumur-umur baru ini Meera nonton ala bioskop, jadi Meera gak tahu, terserah mas aja dech.."
"bener ya terserah mas...??" tanya Gibran memastikan dengan senyum mengembang dan Almeera menjawab dengan anggukan.
Sebuah drama Romantis lah yang menjadi pilihan Gibran. entah sengaja atau kebetulan, hanya Gibran lah yang tahu.
Duduk berdampingan dengan tangan kiri yang merangkul Almeera, dengan popcorn yang ada di antara mereka, plus dengan suasana lampu yang remang-remang, benar-benar seperti sedang nonton bioskop, anggap saja sedang nonton di gedung bioskop pribadi, atau mungkin gedung bioskop nya sudah Gibran boking, seperti itulah suasana malam ini, hanya mereka berdua.
__ADS_1
Awal tayangan yang normal, kisah asmara dua insan. di selingi dengan konflik-konflik kecil..
Tapi siapa yang akan mengira akan ada adegan yang sudah pasti membuat Almeera langsung menutup wajah nya.
Adegan ciuman dua pasang kekasih yang sedang di mabuk cinta. oh my God... itu benar-benar membuat Almeera malu plus jantung yang tak karuan.
"Kenapa kok di tutup mata nya...??" tanya Gibran dengan menahan senyuman penuh arti
"gak apa-apa..." jawab Almeera dengan posisi tangan yang masih menutup mata nya.
"belum pernah nonton drama romantis yang ada adegan....."
"iih mas ini apa apa an sich, udah belum tuh adegan nya..." omel Almeera sebenarnya dia sedang menahan malu
"serius nih belum pernah lihat...??"
"mas Gibran... udah ah Meera mau masuk kamar aja..." ujar nya sambil beranjak dari duduk nya, namun dengan cepat tangan nya di tarik oleh Gibran dan itu membuat Almeera duduk kembali
"berarti beneran nich selain sama Azzam dan Abi.. aku adalah laki-laki pertama yang kamu pegang tangan nya, dan itu setelah ijab kabul..??" tanya Gibran dengan senyum penuh arti sekaligus dengan nada menggoda
"Tauk ah pikir aja sendiri...." balas Almeera tanpa melihat ke layar televisi, dan dengan bibir nya yang manyun membuat Gibran terkekeh
Gibran menarik tangan Almeera, lalu di kecupnya singkat, membuat mata Almeera membulat
Di merengkannya kepala Gibran, sedikit tertunduk, dan tiba-tiba di kecup nya singkat pipi kiri Almeera, bukan membulat mata nya, kali ini mata Almeera malah terpejam, jantung nya seakan ingin keluar dari sarang nya.
"ini juga yang pertama kali...??" tanya Gibran lagi dengan nada menggoda Almeera
"mas mesum iih... Meera mau ke kamar aja..." balas Almeera dengan bergegas lari dari posisi duduk nya,.pipi nya sudah merah merona bagaikan kepiting rebus, dan itu membuat Gibran Bahagia bukan main, dimatikan televisi, lalu bergegas menyusul Almeera.
Saat masuk ke kamar tak nampak sosok Almeera, karna Almeera sedang di kamar mandi, dia sedang berusaha menstabilkan detak jantungnya yang sulit dia kendalikan.
Almeera berulang kali mencuci wajah nya, membuang napas nya kasar.
Dan betapa kaget nya Almeera saat membuka pintu kamar mandi sudah ada Gibran yang menunggu di depan pintu.
"mas ngapain...??"
"mau ke kamar mandi juga..." jawab Gibran santai
Almeera berusa santai, walau sebenarnya kondisinya tak karuan, mengambil posisi duduk di meja rias, dilepaskan nya rambut kuncir kuda nya, lalu disisir nya, selesai dengan perawatan malam nya, Almeera beranjak untuk menuju ke arah lemari, tapi lagi-lagi tangan nya di tahan oleh Gibran.
__ADS_1
Di tariknya Almeera hingga terduduk di pangkuan nya, Almeera hanya diam bagaikan patung,.di pejamkan mata nya, di gigit nya bibir bawah nya, dengan tangan yang mengepal, dengan kondisi jantung yang tak karuan
"boleh gak...??" tanya Gibran tiba-tiba
"Kenapa harus ada pertanyaan boleh atau tidak?? apa boleh aku menolak?? sanggupkah aku di laknat Malaikat?? dengan dekorasi kamar seperti ini, bisakah aku menolak??"pertanyaan demi pertanyaan tapi itu hanya dalam hati Almeera utarakan
"kalau Meera jawab belum boleh mas marah gak..??" tanya Almeera dengan mata yang semakin di pejamkan
"hmmm....marah gak ya...??" balas Gibran dengan ekpresi sok lagi mikir
"tuh kan, mas bakal marah pasti..." lirih Almeera dengan kepala tertunduk
Gibran terkekeh kecil, lalu di tarik nya dagu Almeera agar kepalanya terangkat.
"mas gak marah,.mas hanya akan melakukan jika kamu sudah siap..." balas Gibran dengan senyum mengembang, walau tidak bisa di pungkiri, sebagai lelaki normal, dengan dekorasi kamar yang sudah dia persiapan, memang bukan kata cinta yang dia utarakan, tapi sebuah tindakan, karna sulit untuk nya mengutarakan kata cinta itu.
Entah keberanian dari mana untuk seorang Almeera, gadis Sholeha yang interaksi dengan lawan jenis nya sangat lah jarang, seorang gadis shaleha yang waktu nya hanya dia dedikasikan untuk orang tua, butik dan pondok pesantren sebelum dia menikah.
Tangan Almeera yang sedari dari mengepal menahan gejolak yang baru pertama kali dia rasakan, tiba-tiba di bawa nya melingkar ke leher Gibran, dan itu membuat Gibran mengerutkan kening nya.
Dicium nya singkat pipi kanan Gibran dan itu cukup membuat Gibran kaget, seorang Almeera punya keberanian itu, bahkan Almeera sendiri tidak tahu dari mana datangnya keberanian itu dia dapatkan, padahal beberapa menit lalu nyali nya mengerut.
"Bismillah, In Syaa Allah Meera udah siap lahir dan batin" ujar Almeera tiba-tiba dan itu membuat senyum Gibran mengembang Sempurna
"serius??" tanya Gibran masih tidak percaya
"udah ah..Meera mau tidur aja,.mas tu gak tau apa, butuh keberanian Ekstra untuk membalas perlakuan mas, dan mas malah lagi dan lagi bertanya..." omel Almeera dan itu membuat Gibran terkekeh dan di menit berikutnya Gibran menarik tengkuk Almeera di kecup nya singkat pada kening Almeera, bibir nya yang tadinya ngomel langsung membisu seketika.
Di lafalkan nya ayat ayat cinta tak ingin ibadah mereka di campuri oleh syaitan, karna Istri adalah ladang bagi seorang suami, jika ingin ladang tersebut tumbuh tanaman yang baik, maka harus memiliki bibir yang baik pula, Begitu pun ibadah mereka, jika ingin keturunan yang Sholeh Sholeha maka jangan lupa dalam berdoa, memohon kebaikan dari sang maha pencipta.
Kecupan itu berpindah ke mata, hidung lalu bibir,. Almeera hanya bisa memejamkan mata nya, merasakan setiap sentuhan dari sang suami.
Direbahkan nya Almeera di atas ranjang, di tariknya nya kebelakang rambut yang menutupi wajah Almeera, dua manik itu saling menatap, senyuman kebahagiaan saling mengukir di bibir mereka, seakan menggambarkan apa yang mereka rasakan saat ini, beberapa detik kemudian di tariknya selimut untuk menutupi tubuh mereka, tak ingin ibadah mereka di lihat oleh nyamuk sekalipun.
Mawar merah yang berbentuk hati itu pun bertaburan, seakan menjadi saksi bisu bersatu nya dua insan halal.
🍃🍃🍃
waduh ni kak Ajeng lagi ketiban apa ya?? kok bab kali ini ngalur ngidul kayak nya...🤭
Jazaakumullah khairon untuk semua dukungan nya, dalam bentuk apapun itu.,🥰
__ADS_1
Like, Komen, Vote, Gift , Tips...
Sebaik-baik nya Bacaan itu adalah --Al-Qur'an