Keteguhan Almeera

Keteguhan Almeera
Belajar Memahami Kamu Sayang


__ADS_3

"Dibanyakin stok sabar nya den, bumil memang gitu moodnya gak menentu..." nasihat Bik Atun pada Gibran yang sedang di dapur mengambil air minum


Gibran sempat cerita mengenai Almeera


"hati-hati loh den, ada istri yang saat hamil itu gak suka dekat-dekat sama suami..."


"iih bibik, amit-amit lah, Mana bisa Gibran jauh dari istri, jangan sampai kayak gitu, bisa gak fokus kerja nanti saya bik..." balas Gibran dengan ekspresi super kaget dan tidak terima jika sampai itu terjadi kepada nya.


"Yee aden gak percaya, bumil itu beda-beda den, ada yang paling gak suka Deket suami, ada yang gak bisa jauh dari suami, ada yang ngajak suami ribut, banyak den..." balas Bik Atun lagi


"gak..gak .. Gibran gak mau jika sampai itu terjadi..." balas Gibran sambil beranjak kembali ke kamar.


Membayangkan saja membuat nya bergidik, bagaimana jika sampai itu terjadi.


Dan Bik Atun hanya bisa geleng-geleng


Sesampainya di dalam kamar nampak Almeera sedang memasukan beberapa parfum ke dalam box.


"sayang, kenapa parfum nya di masukan ke box...??" tanya Gibran


"bauk nya gak enak mas, buat Meera mual.." sambil mencium sekilas parfum yang ada di tangan nya, dan itu membuat Almeera ingin muntah


"ueek...."


"kan udah tahu buat mual kenapa malah di cium...??" tanya Gibran, mengambil alih parfum itu


"kan Meera mau coba cium, mana aroma yang buat nyaman... ternyata rata-rata buat mual" balas Almeera


Gibran menggaruk tengkuk nya yang tak gatal,.sebagian besar parfum nya masuk ke dalam box.


"trus mas pakai yang mana..??" tanya Gibran


"gak usah pakai parfum dulu ya..." pinta Almeera


"hah...." kaget Gibran


"iya mas, kalau mas mau pakai parfum jangan dekat-dekat dulu sama Meera, mual soal nya.." balas Almeera


"WHAT...???" lebih kaget lagi kali ini, saat Almeera bilang jangan dekat-dekat


"mas kok bentak gitu sich, kan Meera minta nya baik-baik..." ujar Almeera dengan sendu karna merasa ucapan Gibran itu tadi membentaknya, bahkan ada air mata yang akan siap tumpah


"astagfirullah sayang, mas gak bentak, mas cuma kaget maaf...maaf..." ujar Gibran dengan sesal dan serba salah juga

__ADS_1


"tapi sayang, mas kan kerja sering Ketemu klien, masa mas gak pakai parfum..??" tanya Gibran kali ini dengan menggenggam kedua bahu Almeera


Almeera terdiam, karna memang benar Gibran dunia kerja nya bertemu orang-orang penting, tidak akan mungkin dia bau asem, tapi dia juga gak tahu kenapa, tercium bau parfum itu membuat nya mual


"sini-sini duduk..." ajak Gibran lalu menutup box parfum.


"maaf mas, Meera gak maksud ngatur-ngatur, tapi Meera juga gak tahu kenapa... begitu sensitif dengan aroma-aroma itu..." ujar Almeera dengan sendu saat sudah duduk di sofa


Gibran duduk tepat di depan Almeera sambil berjongkok, di elus nya perut Almeera


"anak-anak ayah.. gak suka ya bau parfum...??" tanya Gibran


"Gini aja mas, mas pakai parfum nya pas di kantor, dan saat pulang harus udah ganti baju, atau bisa juga mas mandi dulu baru ke kami.." usul Almeera sambil ikut mengelus perut nya


"hmmm...ide bagus,.mas setuju..." balas Gibran dengan senyum mengembang


"maaf ya mas jadi harus repot..." sendu Almeera lagi


"hmmm...mood nya Bener-bener gak bisa di tebak" batin Gibran


"gak ada yang repot, selama istri mas ini tetap ada di samping mas, gak menolak saat mas dekati,. saat mas rangkul, saat mas cium..pokok nya ada di sisi mas..." Balas Gibran sambil beranjak, lalu duduk di samping Almeera, kemudian membawa Almeera dalam pelukannya


"bahu ini, dada ini , paha ini " sambil menujuk setiap bagian


"adalah tempat ternyaman, mana mungkin Meera menjauh, tapi kalau pas tercium bau parfum itu, mau gak mau ya Meera menjauh..." balas Almeera


"Mas akan belajar memahami kamu sayang..." batin Gibran lagi


Malam pun datang,. Almeera sudah terlelap tangan Gibran sebagai bantal nya.


Tapi berbeda dengan Gibran, dia masih terjaga.


Diraih nya handphone yang ada diatas nakas,


jam baru menunjukkan jam 9 malam.


Ditariknya tangan yang menjadi bantal Almeera perlahan, terasa kram, lalu di pijat nya bagian yang kram


Gibran memutuskan untuk menelfon Ummi, di ponpes biasa nya jam segini belum pada tidur.


Gibran bersyukur karna panggilan nya di jawab.


Gibran mulai menceritakan apa saja yang terjadi hari ini, tak terlewatkan sedikitpun.

__ADS_1


Ummi dan Abah terkekeh, karna kebetulan memang Ummi Loudspeaker jadi Abah ikut mendengarkan nya.


"ya gitu lah Bran perjuangan calon Ayah... harus sabar..." ujar Abah


"Begitu lah mood bumil Bran, gak bisa kita tebak , terkadang Mello, terkadang emosi gak menentu"


"hal mungkin yang biasa dia sukai kali ini akan dia hindari, malah hal baru yang dia gemari..." ujar Ummi


"harus sabar... kehamilan pertama dan kedua saja bisa berbeda-beda pembawaan loh..." kali ini Abah yang angkat bicara


"Tetap buat dia rileks ya.. apalagi Almeera baru kehilangan sosok Umma yang cukup membuat nya berduka, sebenarnya bukan hanya dia, kita pun berduka..saat ingat Umma pasti akan menjadi hal tersedia buat nya.." nasihat Ummi


"Jangan sampai dia stres, karna itu akan berdampak buruk.."


"dalam istilah kedokteran di sebut dengan Baby blues , merupakan sindrom yang menyebabkan seorang wanita mengalami perasaan sedih, depresi, panik, tetapi sulit untuk mengungkapkannya. Seluruh perasaan tersebut muncul saat seorang wanita baru memiliki bayi atau tengah menjalani kehamilan"


"buat dia terbuka.. " tambah Ummi


"ada istilah seperti itu ya Ummi...???" tanya Gibran


"iya, tapi gak semua kok, cuma kita juga harus menjaga semua nya, agar menghindari dari hal yang tidak kita inginkan"


"pokok nya kalau ada sesuatu langsung hubungi Ummi, gak usah sungkan-sungkan, jam berapapun..."


"Alhamdulillah terimakasih Ummi, Abah..."


" Abi Alvian juga dokter, bisa juga sharing dengan Abi, mungkin untuk urusan kesehatan Bumil dan baby Abi kami bukan Ahli nya, tapi untuk kesabaran Abi kamu itu luar biasa, karna perjuangan nya juga luar biasa" ujar Abah


"In Syaa Allah bah, Gibran akan sering merepotkan Abi, Abah dan juga Umma nanti nya, ya walaupun sebatas konsultasi ringan, karna Gibran gak punya kerabat lain untuk sharing hal seperti ini.." ada nada sendu di balik ucapan Gibran, Mama Papa nya sudah lama tidak di sisi nya, jelas hal seperti ini dia benar-benar tidak paham


Bersyukur ada Bik Atun dan Pak Yusep yang selalu setia mendampingi nya.


"Ummi paham, kami adalah orang tua kamu juga.. ingat itu..." ujar Ummi


🍃🍃🍃🍃


Lanjut…???


Sebelum lanjut boleh lah ya Follow Akun IG kak Ajeng , @cerita_ajengkirana


Dan Sebelum lanjut ingat jangan lupa tinggalkan jejak dukungannya ya. Apapun bentuknya akan di terima, Like, vote, gift dan komen nya.


Yang belum meninggalkan jejak dukungannya, semoga dilembutkan hati nya..

__ADS_1


Jazaakumullah khairon...🙏🥰


Sebaik-baik nya Bacaan itu adalah –Al’Quran


__ADS_2