
Almeera dan Gibran masuk ke Sky bersama, tangan Gibran tak melepas genggamannya itu. Jika di tanya banyak kah mata memandang itu sudah pasti, siapa mereka?? jawaban nya banyak, ada pengunjung dan juga ada pegawai Sky Mall...
"mas, Meera langsung ke atas ya, naik eskalator aja..."
"emang kenapa naik lift bareng saya..??"
"kelamaan mas, Meera gak lama kok, nanti selesai pekerjaan Meera langsung ke ruangan mas.."
"ya udah...saya ke ruangan saya dulu.." ujar Gibran melepaskan genggaman dan berjalan ke arah lift sedangkan Almeera ke arah eskalator.
Sesampainya Almeera di butik langsung mengecek beberapa produk yang kosong. dan Gibran pun memulai rapat nya dengan Bimo, hanya dengan Bimo saja, karna mereka hanya mengulas kembali hasil meeting tadi pagi .
Saat Almeera sedang sibuk dengan catatan nya, pundak nya di tepuk oleh seseorang..
"astagfirullah.. kak Azzam..." ucap Almeera saat tahu Azzam lah yang menepuk pundak nya
"tumben mampir?? sama kak Dilara..???"
"sendirian.. kebetulan tadi baru pulang daftar ulang ke kampus jadi lewat trus mampir..."
"jadi udah memutuskan ambil spesialis nich..??" tanya Almeera penuh semangat
"In Syaa Allah bulan depan mulai masuk.."
"Yee...semangat ya kak, Meera yakin kakak bisa jadi dokter yang membanggakan.. seperti kata Abi, rumah sakit itu akan berganti menjadi Rumah Sehat.. seperti harapan banyak orang, yang keluar dan pulang dari sana akan menjadi lebih sehat.."
"aamiin... perjuangannya gak akan mudah, karna menyampaikan edukasi hidup sehat itu begitu banyak penolakan, dengan dalih sudah jadi kebiasaan, nanti sakit gak sembuh-sembuh yang disalahin Allah kasih ujian sakit kok lama banget, atau dokter nya yang salah, padahal diri sendiri yang menumpuk penyakit, mungkin tidak sekarang, tapi berjalannya waktu tahu-tahu sel-sel penyakit mulai berkembang"
"Kakak mau kemana?? biar Meera temenin.."
"pengen ke Gibran lama gak tegur sapa.."
"ya udah yuk Meera antar.." Azzam membalas dengan anggukan.
Merekapun menuju Lift untuk menuju ruangan Gibran yang ada di lantai lima. sepanjang perjalanan dua kakak beradik kembar itu saling bercengkrama.
Di ruangan Gibran dia pun baru selesai membahas masalah pekerjaan.
"Jadi gimana... kapan mau honeymoon...??"
"gue belum kepikiran untuk itu, gue sendiri sedang menata hati dan pikiran gue..."
"Bran gue cuma mau kalian bahagia, baik Lo , baik Almeera.. luka lama Lo harus bisa Lo sembuhkan, agar dia tidak menjalar ke yang lain.." Mereka asik dengan perbincangan mereka, sedangkan Almeera dan Azzam pun baru keluar dari lift.
Bimo pun sudah berada di depan pintu, membuka pintu ruangan, tapi berbalik lagi Tampa menutup nya rapat.
"kenapa kok balik lagi...??"
"handphone gue..." tunjuknya pada handphone nya yang ada di atas meja Gibran
"seperti yang gue bilang, Almeera adalah wanita baik-baik, sekalipun memang benar om Manggala meninggal di tangan Dr.Alvian di meja Operasi, tetap Almeera gak boleh Lo sakiti.. karna dendam itu hanya membawa ke sengsaraan untuk kalian"
Mata Azzam membuka lebar selebar-lebarnya, sedangkan Almeera membekap mulut nya. obrolan mereka terdengar jelas di telinga Azzam dan Almeera, tangan nya Azzam mengepal
"kak.." lirih Almeera sambil menarik tangan Azzam
__ADS_1
"diam disitu" lirih Azzam
Hati Almeera sudah tidak karuan, kenapa Azzam harus mendengar pembicaraan ini.
"ya Lo selalu bilang gitu dari dulu, gue masih ingat sama semua kata-kata Lo... "
"dendam berujung cinta nih ya ceritanya" ujar Bimo dan itu membuat Azzam meradang,Azzam mendorong pintu ruang Gibran dengan kasar dan kedatangan membuat mata Gibran dan Bimo membulat, Gibran yang awal nya duduk langsung berdiri, disusul dengan Almeera di belakang Azzam
"jadi kamu nikahin adik saya untuk ajang balas dendam..??" bentak Azzam, Jangankan Gibran dan Bimo, Almeera tidak kalah kaget nya karna baru kali ini melihat emosi Azzam yang memuncak
"Azzam..." kaget Gibran
"kenapa...??" senyum Azzam sinis
"gak nyangka aku bakal dengar..??"
"kak Meera bisa jelasin..." ujar Almeera berusaha menenangkan Azzam
"jadi ini maksud pertanyaan kamu beberapa waktu lalu, tentang pasien yang meninggal di meja operasi Almeera...??" tanya Azzam penuh penekanan pada nama Almeera
"kak Meera bisa jelasin...."
"kamu gak percaya sama Abi...??" bentak Azzam dan itu membuat Almeera menjatuhkan air mata nya, bentakan pertama seorang Azzam, selama ini saat marah Azzam tidak akan pernah berkata kasar kepadanya.
"jawab kakak Almeera..??"
"kak..Meera percaya dengan Abi sangat percaya kak,.ada kesalah pahaman di sini, memang benar alasan mas Gibran menikahi Almeera awal nya karna kesalahpahaman itu, tapi..." belum sempat Almeera meneruskan kata-katanya langsung di potong oleh Azzam
"pulang sekarang..."
"Pulang kerumah Abi sekarang" ujar Azzam penuh penekanan membuat Almeera dan Gibran menggeleng, sedangkan Bimo hanya bisa diam.
"gak kak,.rumah tempat Almeera pulang adalah rumah suami Almeera" total Almeera
"suami..?? suami yang seperti apa Almeera..??" tanya Azzam dengan meneteskan air mata nya, adik satu-satunya harus hidup seperti ini, hati nya sangat sakit,. dulu dia orang pertama yang akan tahu jika Almeera terluka, orang pertama yang tahu Almeera dalam keadaan gundah gulana, tapi lihat sekarang, Almeera mengalami kepedihan yang teramat tapi dia tidak bisa merasakan, hati nya begitu sakit, hancur.
"Zam, saya bisa jelaskan..." ujar Gibran
"apa saja yang sudah Gibran lakukan sama kamu dek...dia udah kasarin kamu, jujur sama kakak dek??" tanya Azzam dengan begitu sendu, tak mempedulikan ucapan Gibran
"gak kak, mas Gibran gak melakukan hal yang menyakiti Almeera.. mas Gibran gak pernah kasar sama Almeera.."
"bohong... kenapa?? kenapa harus bohong??"
"Meera jujur kak... Meera baik-baik saja"
"pulang sekarang sama kakak, kamu harus jujur dengan Abi, kami akan bebaskan kamu dari pernikahan ini.." Gibran menggelengkan kepala lalu berjalan mendekati Azzam
"kak..." bentak Almeera, tapi di detik berikutnya dia menepuk mulut nya karna sudah membentak Azzam
"kak maaf..." sesak Almeera karna telah membentak sang kakak
"kak...rumah Meera adalah dimana suami Meera berada, Meera gak mau pernikahan ini berakhir kak.."ujar Almeera lembut
"pernikahan yang bagaimana Almeera, dia menikahi kamu dengan alasan dendam, ok dia saat ini tidak kasar, sekarang kamu jawab jujur, apa yang membuat kamu memilih diam, memilih menutup dari kami??"
__ADS_1
"kak....aib suami adalah aib istri, bagaimana mungkin Almeera mengumbar air Suami Almeera...??"
Azzam mengacak rambut nya kasar.
"apa yang membuat kamu bertahan?? sekarang kakak tanya, ok dia tidak main kasar atau main tangan saat ini, selama pernikahan kalian apa dia sudah menjadikan kamu istri nya sepenuhnya?? apakah dia menjalankan kewajibannya???" satu pertanyaan yang membuat mata Almeera membulat
Azzam tersenyum sinis melihat ekspresi Almeera... "bahkan dia belum menjadikan kamu istri nya sepenuhnya,.lalu apa alasan kamu bertahan dek...??" sambil mengguncang pundak Almeera
"kamu tahu...?? bagaimana sakit nya Abi jika mengetahui semua ini??" tanya Azzam dan Almeera menggeleng
"kak..." sentak Almeera sembari mundur menjauh dari Azzam, kini dia berada tepat di belakang Gibran
"Zam.. saya salah, saya akui saya salah, sebelum mengenal Almeera saya memang berniat membalas sakit hati saya, saya sakit karna kematian Papa ada hubungannya dengan Abi.. karna meninggal nya papa membuat mama sakit hingga mama pun meninggalkan kami, hanya berdua, kesepian tanpa kasih sayang orang tua. berjuang sendiri untuk hidup saya untuk Soraya,."
"tapi setelah mengenal nya, mengenal Abi , mengenal kamu, membuat saya merasakan sesuatu hal yang berbeda, hanya saya belum tahu rasa apa itu, membuat saya memberanikan diri mengkhitbah Almeera, ya awal saya mengira itu semua karna dendam, tapi berjalannya waktu semua berubah, saya sepenuhnya ingin menjadikan Almeera istri saya....wanita yang menjadi alasan untuk saya pulang kerumah..."
"saya akui saya salah Zam.. saya akui saya belum bisa menjadi suami seutuhnya, saya akui saya belum bisa menjadi suami yang baik, tapi saya mohon sama kamu, izinkan saya memperbaiki semua nya, izinkan saya untuk menggenggam tangan nya untuk selamanya"
"kak Meera mohon, dan Meera juga mohon cukup kita yang tahu masalah ini kak.. Almeera gak ingin menyakiti semua nya, Abi, Umma dan semua nya.. tempat Meera pulang adalah berada di sisi suami Almeera"
Azzam mengusap wajah nya kasar, menarik napas panjang lalu membuangnya.
Bima hanya menatap iba sahabatnya itu, saat dia mulai menerima dan membuka hati, malah di hadapan kan dengan semua ini, tapi dia juga tidak bisa menyalahkan Azzam, bagaimanapun Azzam adalah kakak dari Almeera, kakak mana yang tidak sakit mendengar kenyataan ini.
"kak..." panggil Almeera dan Azzam hanya diam, Almeera berjalan mendekati Azzam , di genggaman nya ke dua tangan Azzam, tapi Azzam lagi-lagi hanya diam
Almeera memeluk Azzam, air mata nya tumpah, sakit mendengar tangis dari sang adik membuat nya membalas pelukan Almeera, mengelus kepala Almeera.
"kamu yakin dengan kepuasan ini...??"
"hiks..hiks.. Bismillah Almeera yakin, sama hal nya saat Almeera yakin dalam menjawab khitbah mas Gibran, walau Meera sendiri tidak tahu apa alasannya, tapi Meera yakin ini semua adalah ketentuan Allah.."
Azzam meraih kepala Almeera, membuat mereka saling menatap.
"kakak hanya ingin kebahagiaan untuk adik kakak, berjanjilah jika Gibran menyakiti kamu, kakak adalah orang pertama yang kamu cari" ujar Azzam dengan meneteskan air mata, dan Almeera menjawab dengan anggukan berkali kali,.lalu Azzam mencium puncak kepala Almeera lalu memeluknya
Azzam melepaskan pelukannya.. "Kali ini saya mengalah, membiarkan adik saya bersama pilihannya, tapi sekali lagi saya tahu kamu menyakiti nya,saya tidak peduli , sekalipun Almeera bersudut, bersimpuh, saya akan tetap membawa nya pulang" ujar Azzam penuh penekanan, Gibran membalas dengan anggukan
"kakak pulang, dan ingat kamu harus bahagian" Almeera menjawab dengan anggukan karna seakan sudah kehabisan kata
Azzam beranjak keluar ruangan Gibran, namun tiba-tiba berbalik saat sudah di depan pintu
"Gibran saya tunggu kamu besok siang bada Dzuhur di RSH..." ujar lalu singkat lalu kembali melangkahkan kaki nya
🍃🍃🍃🍃
ada yang mewek gak, atau ikut berang seperti Azzam...??
🍃🍃🍃🍃
Lanjut... kita Lanjut???🤭
Jazaakumullah khairon untuk semua dukungan nya, dalam bentuk apapun itu.,🥰
Like, Komen, Vote, Gift , Tips...
__ADS_1
Sebaik-baik nya Bacaan itu adalah Al-Qur'an