
🌠Jauh dari Al'quran\=Rapuh & Hampa🌠
*****************
Menatap indah nya langit yang bertabur bintang dengan bulan yang berbentuk sabit menambah keindahan itu semakin tiada dua nya.
Gibran yang baru saya masuk sambil membawa segelas susu kambing pun menghampiri sang istri dengan membawa selimut, selimut itu lalu di selimutkan ke tubuh Almeera.
"minum dulu susu nya mumpung hangat..." ujar Gibran
Almeera pun meraihnya, lalu meminum susu kambing hangat itu, sebelumnya Gibran sudah meminumnya dan Almeera pun meminumnya tepat di bekas bibir sang suami.
"mas kangen ke Villa dech, kapan kita kesana menikmati suasana yang asri di sana..??" tanya Almeera
"hmmm....pekan depan gimana, kan kalau besok kita mau belanja keperluan sekolah Twins.." jawab Gibran
"boleh....mereka pasti happy, apa lagi pas main di kubangan air..."
"kita ajak Abi dan yang lain juga, biar ramai..."
"serius...??" tanya Almeera
"serius lah sayang...besok kita kabarin, biar bisa atur waktu nya..." jawab Almeera
Almeera pun langsung memeluk erat sang suami, dan Gibran pun membalas pelukan sang istri.
"mas gak dingin...??" tanya Almeera
Gibran pun langsung masuk satu selimut dengan Almeera.
"ni dah hangat, hangat banget malahan..." ujar Gibran, mereka berpelukan dalam satu selimut.
"sayang..."
"hmmm....."
"anak-anak udah gedek... gak ada gitu rencana kasih mereka adik...??" tanya Gibran dan itu membuat Almeera mengerutkan keningnya
__ADS_1
"kenapa...?? ada yang salah dengan pertanyaan mas...??" tanya Gibran lagi
"jika Allah izinkan nanti juga datang,. jika kita masih di berikan kepercayaan lagi, kan gak ada yang di tunda..." Jawab Almeera
"kata Ummi kemarin gimana..??"
"Baik mas, semua baik, memang belum waktu nya aja..." jawab Almeera
"ya udah kalau gitu kita Ikhtiar yuk..." ajak Gibran lalu dengan cekatan mengangkat tubuh Almeera di bawa nya ke kamar,.di tutup pintu balkon dengan kaki kanan nya, dan Almeera hanya tersenyum melihat apa yang sang suami lakukan
Sejak Arshaka dan Arsyila usia 2 tahun Almeera tidak pernah menunda, tapi mungkin memang belum waktu nya dia menambahkan momongan, Allah sedang memberikan dia waktu untuk belajar lebih extra cara mendidik kedua buah hati nya.
Diletakkan tubuh Almeera dengan sangat hati-hati, Ibarat guci , Gibran tak ingin sampai Guci itu retak atau tergores
Dan sebagaimana seharusnya, Gibran pun mulai membaca ayat-ayat Cinta untuk ibadah mereka. karna tak ingin Syaitan ikut campur didalam nya, jika makan saja perlu baca Bismillah, apalagi ibadah ini, ibadah dimana akan dilahirkan calon aset mereka untuk bekal di akhirat kelak.
Karna anak-anak shaleh dan shalihah adalah aset besar bagi setiap orang tua. penolong di akhirat kelak.
Ingat, apa yang kita berikan untuk anak-anak kita di dunia, mulai dari makanannya, pakaian nya, hingga pendidikan itu akan menjadi penentu kelak, dan akan di pertanyakan.
Malam yang dingin itu menjadi hangat dengan cinta mereka
Doa dan usaha mereka lakukan malam ini, dan soal hasil, Allah lah yang menentukan semua nya.
Sebelum Subuh Almeera sudah terbangun, menyiapkan air hangat untuk mandi sang suami, karna Gibran harus bergegas menuju masjid untuk melaksanakan sholat subuh.
Almeera lebih dahulu mandi, setelah selesai Almeera pun membangun sang suami tercinta.
"mas bangun, air hangat nya udah siap tuh..." ujar Almeera sambil menggosok rambutnya yang basah
"lima menit lagi..."
"iih,. masjid udah ngaji tuh, sebentar lagi juga harus bangunkan anak-anak..."
"tiga menit dech..." masih dengan terpejam
Almeera pun menyipratkan air yang ada di ujung rambut nya ke wajah sang suami.
__ADS_1
"sayang...." protes Gibran karna wajah nya di cipratin air
"gimana mau anak nya cinta masjid coba kalau ayah nya aja milih tidur....??"
Gibran pun langsung bergegas ke kamar mandi, Almeera malah terkekeh dengan tingkah sang suami.
Jika menyangkut anak, Gibran tidak bisa main-main, bagaimana bisa dia meminta anaknya mencintai masjid, jika ayah nya saja enggan untuk pergi ke masjid.
Gibran selalu ingat obrolan nya dengan Abi dan Azzam
"anak itu copy paste nya kita, ya kalau kita A anak akan berbuat A juga..." pesan Abi
“Setiap kalian adalah pemimpin dan akan dimintai pertanggungjawaban atas kepemimpinannya.
Seorang imam adalah pemimpin dan akan dimintai pertanggungjawabannya dan demikian juga seorang pria adalah seorang pemimpin bagi keluarganya dan akan dimintai pertanggungjawaban atas kepemimpinannya,” (HR Bukhari)
"Lalu bagaimana Bi jika anak tidak sesuai dengan yang kita harapkan??" tanya Azzam
"Bila sudah terlihat gejala tidak manis yang di tampakkan anak, seperti berbohong, membantah, susah di atur, dan sikap tidak baik lain nya, berarti hal tersebut merupakan sinyal dari Allah, berarti kita sebagai orang tua untuk memperbanyak taubat, istighfar, taffakur, serta minta maaf kepada anak"
"banyak orang tua jika anak salah mengharuskan anak minta maaf, tapi saat orang tua salah, dia berat dan enggan untuk minta maaf, gengsi nya gedek, padahal dia kan contoh untuk anak nya..." tambah Abi
🍃🍃🍃🍃
Jazaakumullah Khairan untuk semua doa dan dukungan nya... untuk Reader kak Ajeng yang best semua..🥰
..
Jangan lupa Follow IG kak Ajeng ya.. @cerita_ajengkirana
Jangan lupa tinggalkan Like, vote, gift dan komen nya.
Yang belum meninggalkan jejak dukungannya, semoga dilembutkan hati nya..
Jazaakumullah khairon...🙏🥰
Sebaik-baik nya Bacaan itu adalah –Al’Quran
__ADS_1