Keteguhan Almeera

Keteguhan Almeera
Bukan Teman tapi Suami


__ADS_3

Gibran duduk tepat di samping Almeera,..


“Dari cara mas masak itu udah kaya chef handal, dan dari plating juga menggugah selera, cacing di perut sudah mulai memukul drum.. mereka mulai berdendang..’’ ujar Almeera memuji sang suami


‘’sini mas suapin… In syaa Allah gak kecewa, paling rada asin..hehehe..’’ balas Gibran sambil menyendokan nasgor lalu mengarahkan nya ke mulut Almeera


‘’Mas buat meera takut lah…’’ sambil merapatkan bibir nya


‘’AAAA….’’ Gibran Meminta Almeera membuka mulut nya


‘’Dicoba dulu lah sayang, gimana mau tahu rasa nya..’’ tambah Gibran


‘’ Bismillahirrahmanirrahim…’’ doa Almeera


Satu sendok nasi goreng ala mamas Gibran pun masuk ke dalam mulut, perlahan mulai di kunyah dan kemudia Almeera dengan cepat mengunyah nya, lalu di di telan nya


Mata Almeera berbinar ‘’ mas ini beneran suami Meera kan?? Yang tekenal galak nya itu?? Yang terkenal jutek dan dingin juga…??’’


‘’Maksud nya apa ya…???’’ tanya Gibran sambil mencolek hidung Almeera sang istri tercinta


‘’masakan mas ini tuh enak banget tahu gak sih… yaaa Meera gak percaya aja..’’


‘’ini muji apa ngejek ya…???’’ tanya Gibran sambil menaik-naikan alisa nya


‘’pujian mas… tapi Meera masih gak percaya aja.. udah ayuk kita sarapan..’’ balas Almeera


Kali ini dia yang mengambil sendok lalu meyuapkan nasi goreng ke sang suami, begitu pun Gibran menyuapkan nasi goreng ke Almeera, saling suap suapan


‘’waktu pengantin baru gak ada suap-suapan kan Non?? nah anggap aja den Gibran lagi menebus itu semua..’’ ujar Bik Atun yang turut Bahagia dengan keromantisan mereka


‘’Bibik tahu kan masakan mas Gibran enak,,??’’ Tanya Almeera ke Bik Atun


‘’Ya tahu lah Non, resep yang bibik masak itu resep nya den Gibran.. ‘’ balas Bik Atun


‘’Kok selama ini mas gak pernah bilang..???’’ tanya nya sambil menikmati nasi goreng tapi tidak dengan cumi Krispy


‘’mas udah jatuh cinta sama masakan istri mas ini, jadi ya ngapain coba mas masak…??’’ jawab Gibran


Mereka pun menikmati sarapan berkarbo tinggi itu, kenapa tinggi akan karbo, karna dengan makan nasi goreng, itu sudah memenuhi karbo kita selama satu hari penuh.


Jika mengikuti takaran karbohidrat yang baik masuk ke dalam tubuh, maka tubuh itu tidak perlu lagi untuk makan siang dan malam, tapi seperti nya itu tidak mungkin.


‘’Ikut mas rapat ya, sekalian mas mau kenalin kamu sama seseorang..’’ ajak Gibran saat mereka sudah selesai sarapan


‘’Mau kenalin Meera ke cewek kemarin itu..??’’ tebak Almeera


‘’kalau iya kenapa?? Mas gak mau kamu salah paham sayang…’’

__ADS_1


‘’gak perlu mas, kalau pakai cara di kenalin gitu kesan nya Meera gak percaya, Meera percaya kok kedepan nya mas bisa lebih menjaga diri kepada yang bukan mahram…’’


‘’dia kan teman lama mas, ya anggap aja sekalian kenalan kan…’’ bujuk Gibran lagi agar Almeera mau ikut


‘’Meera gak apa-apa mas, nasi goreng mas ini udah cukup membayar kesalahan mas kemarin..hehehe..’’ balas Almeera


‘’Ikut aja pokok nya, kalau kamu gak mau gabung, mas pesankan tempat sendiri, nanti pulang rapat ikut mas ke kota S untuk meninjau lokasi proyek mall yang akan di bangun’’ Gibran berusaha meyakinkan Almeera untuk tetap ikut


‘’mas mau ke kota S??’’ tanya Almeera memastikan


‘’Iya, kita akan disana paling lama tiga hari, dan mas gak bisa ninggalin kamu dirumah sendirian,,’’ jawab Gibran


‘’Soraya..??’’


‘’dia ikut juga, dia langsung kesana…’’ jawab Gibran


‘’ya udah Meera siap-siapin pakaian kita dulu..’’ Gibran membalas dengan anggukan sambil mengelus kepala Almeera yang berbalut jilbab


Satu koper berukuran besar sudah Gibran taruh di bahasi, untuk pakaian sebenar nya tidak banyak, hanya saja beberapa keperluan pekerjaan juga ada di dalam nya, bahlak laptop Almeera, bagaimanapun dia tetap harus mengontrol butik.


Almeera berada di meja nomer 6 sedangkan Gibran serta rekan nya di meja nomer 10, kok jauh…??


Seperti kata Almeera saat dalam perjalan menuju cafe dimana sang suami akan rapat


‘’Meja nya jangan terlalu dekat ya mas..’’ pinta Almeera


‘’Kalau terlalu dekan nanti di kira Meera penguntit lagi…’’ jawab Almeera


‘'hahaha…kamu ini ada aja sayang…”


Di meja no 10


‘’istri kamu gak jadi ikut Bran…??’’ Tanya Naumi


‘’ikut…’’ balas Gibran datar


‘’Mana..?? kenapa gak gabung..??’’ tanya Naumi


‘’Dia yang gak mau, ini kan kita bahas pekerjaan jadi dia gak mau di kira seperti penguntit atau mata-mata kata nya…’’ Jawab Gibran


‘’udah kita mulai aja, nanti pas waktu nya tepak gue kenalin..’’ tambah Gibran


‘’Lo di jamin melongo melihat istri Gibran..’’ ujar Bimo


‘’Canti banget ya..??’’ tanya Naumi semakin penasaran


‘’mau bahas pekerjaan apa istri gue..?? dan Lo Bim, udah bosen kerja sama gue…??” tanya Gibran ketus

__ADS_1


‘’Mode bos nya keluar..’’ balas Bimo


‘’Gitu-gitu lo sanggup bertahan kan Bim…???" balas Naumi sambil terkekeh


‘’di tahan tahanin..’’ balas Bimo


‘’mau dimulai gak nich…??’’ tanya Gibran lagi dan itu membuat yang lain mulai kembali fokus pada kertas kerta yang ada di meja.


Satu jam berlalu, dan rapat pun selesai dan sekarang mereka akan langsung meninjau proyek pembangunan, perusahaan Naumi bergerak di bidang kontraktor, jadi perusahaan nya lah yang membangun Mall cabang milik Gibran


Gibran beranjak tampa menunggu yang lain untuk menghampiri sang istri, dan disaat posisi nya sudah akan dekat, tiba-tiba ada sosok laki-laki yang mengambil posisi duduk di salah satu kursi dimana Almeera berada.


‘’sendirian aja…??’’ tanya laki-laki itu


‘’Berdua..maaf sialhkan cari meja lain…’’ balas Almeera tampa melihat sosok yang ada di hadapan nya


‘’bukti nya ini sendiri…mana temen nya..???’’ tanya laki-laki itu dengan senyum devil


‘’Bukan teman tapi suami…’’ ujar Gibran sambal meraih tangan Almeera membawa Almeera dalam pelukan nya


‘’Nih ya..istri saya ini tertutup aja kamu hampiri, bagaimana dengan mereka yang terbuka..???’’ tanya Gibran dengan senyum devil


‘’sebenar nya baik Wanita tertutup maupun terbuka tugas kita laki-laki itu menjaga nya, bukan melecehkan nya..’’ lanjut Gibran


‘’Saya tidak melecehkan wanita yang anda sebut istri ini, lagian bisa saja kan itu juga pengakuan palsu..’’ balas lelaki itu


‘’oh ya anda tidak melecehkan, tapi mengganggu nya, dan jelas-jelas dia sudah bilang jika dia berdua, dan meminta anda mencari meja lain, kenapa anda masih tetap duduk disini...???’’


Laki-laki itu tak menjawab, malah pergi dengan penuh kekesalah, bagaimana pun banyak mata yang melihat


Gibran menggelengkan kepala nya, lalu membawa Almeera keluar dari cafe.


‘’Dia beneran istri Gibran…wanita bercadar itu istri Gibran??’’ tanya Naumi


‘’seperti yang lo lihat…’’ jawab Bimo sembari melangkah menuju kasir.


🍃🍃🍃🍃


Lanjut…???


Sebelum lanjut ingat jangan lupa tinggalkan jejak dukungannya ya. Apapun bentuk nya akan di terima, Like, vote, gift dan komen nya.


Jazaakumullah Khairan..


Yang belum meninggalkan jejak dukungan nya, semoga dilembutkan hati nya..


Sebaik-baik nya Bacaan itu adalah –Al’Quran

__ADS_1


__ADS_2