
Satu hari sudah berlalu sejak Soraya kembali ke asrama, hari-hari Almeera masih berjalan seperti sebelumnya, tapi selalu berusaha berprasangka baik,walau ada berjuta pertanyaan di dalam hati.
Almeera memilih untuk turun ke dapur, setelah selesai melaksanakan sholat subuh dan di dapur sudah ada bik Atun.
"Non ngapain pagi-pagi udah turun...??" tanya Bik Atun
"biasa mas Gibran sukanya sarapan apa bik..??"
"Mas Gibran paling suka nasi goreng seafood non.."
"oh ya udah biar Meera yang masak.."
"jangan non biar bibik aja, masa iya Nyonya rumah masak sendiri non..."
"Gak apa-apa bik, udah biasa di rumah memang gitu, Umma pun selalu terjun ke dapur langsung kok.."
Bi Atun tersenyum mendengar penuturan Almeera, walaupun sebenarnya ada rasa sedih dan bingung, karna kemaren setelah Soraya kembali ke asrama, Gibran meminta Bi Atun untuk memindahkan beberapa pakaiannya ke kamar satu lagi.
"Non yang sabar ya sama mas Gibran,. Aslinya mas Gibran itu baik kok non"
"In Syaa Allah bik,.." balas Almeera dengan senyuman. mungkin akan menjadi hal biasa jika mereka di jodohkan, tapi mereka bukan menikah karna perjodohan, Gibran lah yang melamar nya.
Almeera mulai mencuci cumi-cumi serta udang, sebenarnya dia bukan lah yang biasa sarapan dengan menu karbohidrat tinggi, notabene dari keluarga Dokter jadi membuatnya terbiasa menjaga pola makan sehat, tapi dia tetap harus bisa menyesuaikan diri.
Cumi-cumi yang di potong kecil-kecil lalu di balut dengan tepung dan telur pun siap masuk ke minyak panas. Cumi-cumi Krispy dan nasi goreng udang dan sambal matah menjadi menu sarapan yang Almeera masak untuk Gibran, dan ada satu piring salad sayur untuk menu sarapan nya.
Selesai dengan rutinitas nya Almeera kembali ke kamar, nampak Gibran yang sudah rapi dengan pakaian kerja nya.
"mas udah mau ke Sky...??" tanya Almeera
"iya saya ada rapat pagi ini..." balas Gibran
"kamu kapan kembali bekerja??" tambah Gibran.
"In Syaa Allah lusa..."
"saya turun duluan" ujar Gibran sambil beranjak keluar
Almeera hanya bisa membuang nafas nya panjang,tak banyak komentar karna percuma, lalu mengikuti langkah Gibran.
__ADS_1
Gibran pun Menuju meja makan, lalu di buka nya tudung saji, menu yang cukup menggugah selera.
"kok hanya ada satu piring nasi goreng nya bik...??" tanya Gibran ke Bik Atun
"itu non Almeera yang masak den.. " jawab bi Atun sambil menuang air mineral ke gelas
"kamu gak sarapan??" tanya Gibran saat Almeera sampai di meja makan.
"saya masak tiga porsi, untuk mas Gibran, bi Atun dan pak Yusep.."
Gibran mengerutkan keningnya lalu bertanya "terus kamu...??"
"saya ini..." sambil menarik salad sayur ke arah nya, dan Gibran hanya mengangkat bahu nya mendengar jawaban Almeera.
Gibran menyendok kan nasi goreng udang itu ke mulut nya, di kunyah nya perlahan.
"enak..."batin nya
Lalu di cocol nya sambal matah itu dengan cumi-cumi Krispy.
"Gimana den... enak kan masakan istri??" tanya bi Atun
"memuji masakan istri itu sunah, jadi kalau mau memuji kenapa nanggung-nanggung" ujar Bimo yang masuk Tampa permisi, dan itu cukup membuat Almeera kaget karna sedang tidak menggunakan cadar nya, Almeera langsung memalingkan wajah nya, buru-buru memakai cadarnya.
Gibran menyadari reaksi Almeera, sadar Almeera tidak akan nyaman dengan kehadiran Bimo yang tiba-tiba, tapi sayang nya Bimo tidak menyadari itu.
"Lo kalau masuk bisa salam dulu gak??" omel Gibran
"gue udah ngucapin salam ya, Lo tu saking ke enakan makan masakan istri jadi budeg" balas Bimo sambil mencocol sambel matah dengan cumi-cumi Krispy, bersyukur Almeera sudah mengenakan cadar nya.
begitu cumi-cumi Krispy dengan sambal matah nya masuk ke mulut, Bimo menepuk jidat nya..
"kenapa Pak Bimo..?? asin kah, atau kepedasan...??" tanya Almeera heran dengan ekspresi yang Bimo keluarkan, tapi bukan jawaban Bimo malah terus mengunyah makanan yang ada di mulut nya.
"Kalau gini masakan nya, Saya boleh gak numpang sarapan setiap hari.." ujar Bimo saat semua sudah dia telan
Almeera tersenyum di balik cadar nya, dan senyum itu bisa Mereka lihat dari ekspresi mata nya.
"Tinggal disini aja sekalian..." bukan Almeera yang menjawab, tapi malah Gibran yang menjawab
__ADS_1
"hahaha...gak perlu sampai tinggal disini, cukup sarapan aja" sambil mengambil posisi duduk di sebelah Gibran lalu menarik piring Gibran yang berisikan nasi goreng udang dan itu membuat Gibran membulatkan mata nya kesal.
Sahabat plus aspri nya ini memang gak berakhlak kesal Gibran dalam hati,.dan melihat itu Almeera hanya bisa geleng-geleng.
"siapa suruh main serobot sarapan gue??" berang Gibran sambil menarik kembali piring nya
"Hahaha...habis gue lihat makanan enak di anggurin..." balas Bimo tanpa dosa lalu menarik piring itu lagi, ada adegan tarik-menarik piring pagi ini di meja makan.
"bos.. istri baik,Soleh, pinter masak, sering-sering di puji, selain bernilai ibadah biar istri gak melirik yang lain" bisik Bimo,. dan itu membuat Gibran menghadiahi Bimo dengan tatapan tajam nya. seperti elang yang siap menerkam.
"astagfirullah kenapa malah para perang di meja makan, mas Bimo makan punya pak Yusep saja, nanti bapak biar sama bibik makan nya" ujar bik Atun sambil memberikan sepiring nasi goreng yang belum tersentuh itu
"wih...bibik memang paling best..." balas Bimo mengembalikan nasi goreng Gibran ke pemiliknya, yang tersisa sedikit lalu tanpa pikir panjang nasi goreng jatah nya pak Yusep pun dia santap.
Almeera yang melihat itu hanya bisa geleng-geleng kepala,
"Lo ya, udah nyantap sarapan gue, sekarang mau ngabisin jatah pak Yusep juga" kesal Gibran menghentikan sarapannya nya.
"buruan... gue tunggu di mobil...." tambah Gibran sambil beranjak meninggalkan meja makan menuju mobil di ikuti oleh Almeera
"mas sarapannya belum selesai kan,. mau Meera buatkan roti bakar sebentar.." Ujar Almeera sambil mengejar Gibran yang berjalan cukup cepat karna kesal
"gak usah, nanti pesan di sky aja"
Almeera mengulurkan tangan ingin meraih tangan Gibran untuk mencium nya, tapi Gibran telanjur kesal membuat nya tidak menyadari itu malah langsung masuk ke dalam mobil, dan Almeera hanya bisa menarik kembali tangan nya.
Bimo yang menyaksikan itu membuang napas nya kasar, dia memang sengaja memancing Gibran kesal, untuk Membuatnya sadar, tapi sayangnya itu tidak Gibran pahami.
"Bu Almeera kami berangkat dulu.." ujar Bimo sambil melewati Almeera
"ya pak Bimo, hati-hati...." balas Almeera tapi mata nya tak lepas dari sang suami yang sibuk dengan benda pipih nya.
🍃🍃🍃
Lanjut...???
Jazaakumullah khairon untuk semua dukungan nya, dalam bentuk apapun itu.,🥰
Like, Komen, Vote, Gift , Tips...
__ADS_1
Sebaik-baik nya Bacaan itu adalah Al-Qur'an