
Di ruang tengah nampak Almeera yang sedang bersibuk ria di depan laptop nya dan ada Azzam juga di samping nya yang asik dengan kripik ubi nya.
kriuk... kriuk...kriuk...
"Jadi Gibran itu pimpinan Sky.. masih muda dek..."
"Yang Meera tau sih kak.. oh Dilara itu kerja di RSH ya..."
"Kakak pernah lihat sich, baru sekali, eh dua kali sama tadi..."
"Dia itu kuliah kak, ambil sesi kuliah karyawan, Sabtu dan Ahad.. jurusan Akuntansi"
"ngobrol banyak tadi..??"
"lumayan sebelum pak Gibran datang.."
"dia tinggal di panti kak..."
"serius...??"
"seriusan kak... jadi dia kerja untuk biaya kuliah dan juga untuk anak panti.. kapan-kapan kita ajak Abi sama Umma ke sana ya..."
"ajak kemana...??" tanya Umma tiba-tiba
Almeera pun menceritakan kejadian sore tadi.. perkenalan dengan Dilara.
"boleh... Jumat besok kita kesana.."
"serius Umma...??" Umma menjawab dengan anggukan.
"ngobrolin apa, kok Abi ketinggalan..??"
"Bukan ketinggalan, Abi yang asik banget obrolan di telfonnya.." balas Almeera
"Kakek Alif tadi nelfon, tadi ada insiden kecil di resto.."
"kenapa dengan resto Bi..??" tanya Umma penasaran
"Biasa tadi kan lagi berbagi sama anak jalanan, sekalian ngajak mereka untuk ikut sekolah gratis, rupanya ada kayak pimpinan anak-anak jalanan gitu, gak terima, jadi ngamuk di resto..." Abi menjelaskan
"Astagfirullah... trus gimana, ayah Alif dan yang lain terluka gak...??"
"ayah Alif ada memar sedikit tapi udah di tangani kok sama hafidz, kebetulan Hafidz kan di sana, dan preman nya juga udah di urus sama pihak berwajib, anak-anak jalanan pun sudah di bawa ke rumah singgah, jadi mereka bisa belajar di sana"
"Alhamdulillah... kalau gitu Bi.. oh ya ini anak-anak ngajak ke panti teman nya, Umma bilang hari Jumat, Abi ada waktu..."
"In Syaa Allah..."
🍃🍃🍃
Sesuai yang di rencanakan, hari ini mereka menuju pantai di mana Dilara tinggal, sebelum Almeera sudah menghubungi Dilara, dan Dilara juga sudah izin masuk setengah hari. Sedangkan Almeera menyerahkan urusan Butik yang Sky Mall kepada Bella.
__ADS_1
Lokasinya sudah di share log, dan keluarga Almeera sudah dalam perjalanan. sedangkan di Sky sepertinya ada yang sedang kehilangan.
"Bu Bella , Bu Almeera hari ini tidak datang kah..??" tanya Bimo sesuai arahan Gibran
"tidak pak Bimo, Bu Almeera sedang ada acara, kunjungan ke panti, ada yang bisa di bantu pak??"
"Oh begitu, nanti saja jika Bu Almeera datang ke Sini.."
"sepertinya beberapa hari ini Bu Almeera tidak bisa datang pak, karna dua hari kedepan Bu Almeera ada kajian di pondok"
"oh begitu ya, ok nanti saya sampaikan ke pak Gibran.."
"jika ada sesuatu silahkan sampaikan saja pak, mungkin saya bisa bantu.."
"Bu Bella yakin mau bicara sama pak Gibran..??" tanya Bimo meyakinkan, dengan ekpresi yang sulit untuk di tebak.
"waduh jangan pak Gibran langsung yang ngomong, pak Bimo saja yang sampaikan ke saya" mendengar nama Gibran membuat Bella merinding.
"Pak Gibran gak suka pakai perantara Bu.. ya Bu Bella tahu lah..." sambil menaikkan alis nya
"ya sudah saya sampaikan nanti ke pak Gibran.." tambah Bimo sambil berlalu
Dan sesampainya di ruangan Gibran, Bimo pun menjelaskan kenapa Almeera tidak datang, bahkan untuk beberapa hari kedepan.
Tak ada respon, Gibran malah memandang lurus ke luar jendela.
"Jujur lah sama Gue... Lo tu kenapa seperti nya sengaja mendekati Almeera..??"
"Bran, gue tahu lo laki-laki baik, tapi satu hal yang gak gue pahami, kenapa beberapa tahun ini Lo berubah sejak...." ucapan Bimo langsung di potong oleh Gibran
"Jangan bahas aneh-aneh, atau Lo tahu kan gimana gue.."
"Bran.. kita sahabatan udah dari kecil, keluarga Lo selalu ada buat gue, jelas gue gak mau terjadi hal buruk sama Lo... ingat Lo punya Soraya..."
"Bimo...Lo bisa diam gak.." bentak Gibran
"gue bakal diam kalau Lo jujur sama gue.." balas Bimo dengan membentak juga
"Lo yakin mau dengar...??" tanya Gibran memastikan, Bimo membalas dengan anggukan
"Gue mau jadikan Almeera istri gue.." jawab Gibran dengan nada sinis
"What...?? Lo bercanda Bran..."
"gue serius... dan dia harus jadi istri gue.." bejalan ke arah jendela, menatap lurus ke depan
"kenapa...?? kalau alasan Lo suka sama dia,. gue dukung, tapi jika ada alasan yang menurut gue gak masuk akal, gue menentang"
"suka...??" sambil tersenyum sinis
"Ya bisa jadi, laki-laki mana yang gak suka sama sosok seperti Almeera" lanjut nya sambil membalikkan badan menghadap Bimo
__ADS_1
"bahkan gue yakin Lo pasti juga suka kan sama kepribadian nya dia..??"
"Bran... lelaki normal mana yang tidak mengharapkan wanita baik-baik menjadi ibu dari anak-anaknya nya..?? tapi jujur gue ragu jika alasan Lo mau nikahin dia dengan alasan itu,. Lo punya alasan lain kan??"
"Sekarang lebih baik Lo keluar...ini titah dari bos Lo, bukan sahabat Lo.." ujar Gibran penuh penekanan.
🍃🍃🍃
Di panti asuhan mereka sudah di sambut, sebuah panti asuhan yang sederhana..
"Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh" salam Almeera dan keluarga
"Waallaikumusallam warahmatullahi wabarakatuh " jawab ibu panti dan anak-anak bersama
"bapak, ibu.. silahkan masuk" ujar Bu panti mempersilahkan
"adek-adek kakak boleh minta bantuannya gak??" tanya Almeera sambil berjongkok
"bolek kak..." jawab mereka kompak
"bantu kakak bawa masuk yang ada di dalam mobil.. bisa...??"
"bisa...." jawab mereka dan lalu berhamburan menuju bagasi mobil, ada pakaian , pelengkap sekolah dan juga sembako
"Masyaallah..banyak banget ini Meera..." ujar Dilara saat melihat isi bagasi mobil
"In Syaa Allah ini bermanfaat.." Balas Almeera, Azzam hanya diam lalu membawa masuk barang yang berat, seperti beras
Dilara melirik Azzam sesaat, canggung mungkin, bagaimanapun Azzam ada dokter di RSH bahkan anak dari pemilik RSH..malah hari ini dia kedatangan ke dua pimpinan RSH, bagai mimpi,
"Kak Azzam memang gak banyak bicara sama yang bukan mahram, kecuali sama pasien nya, tapi baik kok.. dan disini gak ada istilah pimpinan RSH atau dokter.." ujar Almeera seakan tahu kecanggungan Dilara
Dilara hanya membalas dengan senyuman manis nya..
Abi dan Umma sedang berbincang dengan ibu panti, sedangkan Azzam malah sudah bermain dengan anak-anak panti.
Azzam nampak cepat berbaur dengan anak-anak, Almeera dan Dilara ikut tertawa melihat Senda gurau mereka.
"Jadi kalau ada yang malas belajar panggil kak Azzam, nanti biar di suntik vitamin rajin belajar..." ujar Almeera ngasal
"emang ada kak..??"
"ada gak ya...?? coba tanya sama kak Azzam, ada gak kak..??" Azzam hanya bisa geleng-geleng, bisa-bisanya Almeera yang membuka pembahasan tapi sang kakak yang harus menjelaskan.
🍃🍃🍃
Lanjut???
Jazaakumullah khairon untuk Dukungan nya..
Sebaik-baik nya Bacaan itu adalah Al-Qur'an
__ADS_1