
Pagi ini di meja makan sudah ada Soraya dan Bimo dan juga ada si bibik yang sedang menyiapkan sarapan pagi.
"mas.. sebenarnya mas Gibran kenapa sich...??" tanya Soraya kepada Bimo sang sedang meniup kopi panas nya
"tanya sendiri aja..."
"udah tadi malam tapi gak ada jawaban..."
"mas boleh tanya gak??" tanya Bimo sambil meletakkan kopi nya yang baru saja dia seruput.
"apa...??"
"waktu om Manggala meninggal itu kejadian gimana?? karna kan waktu itu mas lagi gak disini.."
"waktu itu Raya pas masih smp mas, gak begitu paham, ya Raya tahu, papa di rujuk dari dari RSM ke RSH.."
"dirujuk...?? kenapa di rujuk..??" tanya Bimo tapi mata nya melihat ke arah pintu kamar Gibran
"Raya gak ngerti waktu itu mas..."
tab...tab..tab... bunyi langkah Gibran menuruni tangga
"tanya kak Gibran aja"
"jangan bilang sama dia kalau mas Bimo tanya soal ini ya..."
"kenapa...??"
"udah nurut aja..."
"nurut apa nya yang nurut...??" tanya Gibran tiba-tiba
"nurut sama dosen pembimbing nya..."jawab Bimo ngasal
"lihat dulu sikond nya, kalau nurut dalam hal baik ya itu memang harus" ujar Gibran sambil mendudukkan bokong nya
"tuh pinter nasihatin Adek nya..." sindir Bimo
"Kapan balik ke kampus..??" tanya Gibran tak peduli akan sindiran Bimo
"Lagi libur semester mas... satu pekan lagi lah, oh ya Raya ikut ke Sky ya.. bosen nich.."
"terserah..." balas Gibran dan memulai sarapan nya.
🍃🍃🍃
"Pagi ini ke butik apa ke Sky...??" tanya Azzam setelah selesai sarapan
"Ke Sky dulu kak, mobil Meera kan di sana.."
"ya udah buruan nanti kakak antar.."
Selesai rutinitas pagi Azzam dan Almeera pun bergegas untuk berangkat ke rutinitas masing-masing, beda nya kali ini Almeera di antar oleh Azzam.
Secara bersamaan dua mobil berhenti di depan halaman Sky. Satu mobil Gibran, dan para penumpang nya pun turun , Bimo pun memberikan kunci mobil ke satpam yang bertugas. dan di belakang mobil Gibran ada Almeera yang juga turun.
__ADS_1
"Hati-hati bawa mobil nya jangan ngebut-ngebut" ujar Almeera di depan kaca
"siap geulis..." jawab Azzam sambil memberi hormat, dan aktifitas itu dapat di lihat oleh Gibran dan yang lain karna mobil Gibran juga sudah di bawa satpan.
Saat Azzam mulai mengendarai mobil nya, tapi pelan lalu menekan klaksonnya sebagai tanda memberi salam untuk Gibran dan Bimo. Sebagai balasannya Gibran dan Bimo pun menganggukan kepala.
"Tumben Bu Almeera di antar??" tanya Bimo, berbeda dengan Gibran dia malah memilih berlalu
"Assalamualaikum..." salam Almeera, bukan jawaban tapi malah salam yang dia ucapkan.
"waallaikumusallam.." balas Bimo sambil menggaruk kepala nya sedangkan Soraya membalas dengan senyum ramah nya
"tu mas Bim...kalau ketemu sama orang itu ucapan salam dulu..." menepuk pundak Bimo
"kenalin Soraya..." tambah Soraya Sembari mengulurkan tangan nya
"Almeera...." balas Almeera ramah
"Bu Almeera ini rekan Sky, di bagian Fashion Muslimah.." ujar Bimo
"iih kok ibu sih mas, mas...Raya bisa tahu kok kak Almeera ini masih muda"
"formalitas Ray....."
"hahaha... kak Almeera di antar suami ya??"
"oh bukan, tadi itu kakak saya..." balas Almeera
"wah masih singgle mas..." goda Soraya
"Kalian mau ngobrol di depan pintu, atau perlu saya kasih seragam satpam..??" tanya Gibran Yang ternyata balik lagi karna mereka tak kunjung masuk
"macan totol... bukan macan tutul..." balas Bimo
mendengar itu Almeera terkekeh tapi Tampa suara, dan Gibran dapat melihat itu, walau tertutup tapi itu cukup indah di lihat.
"kalian siap-siap ya gue terkam nanti di dalam..." ancam Gibran mengalihkan pandangannya pada Almeera
"kenapa gak Sekarang aja mas.. malu ya ada kak Almeera..." goda Soraya, dan itu membuat Gibran langsung membalikan tubuh nya dan berjalan dengan cepat.
"hahaha... macan nya gak berkutik tu Ray..." tawa Bimo puas
"Saya masuk duluan ya,. permisi" pamit Almeera
"silahkan Bu..." balas Bimo tapi masih dengan sedikit terkekeh
Merekapun menuju tempat masing-masing..
"mas kak Almeera cantik loh... Kakaknya aja ganteng"
"bisa ngamuk nanti tun macan totol"
"loh kok mas Gibran...??" tanya Soraya tak percaya
"incaran....ya semoga aja niat nya baik.."
__ADS_1
"iih kok gitu sih ngomong nya...??"
"udah ayo.. bisa kena cakar nanti mas sama mas kamu yang itu..."
🍃🍃🍃
Di RSH saat masuk ke dalam gedung serba putih itu, mata Azzam melihat sosok Dilara yang sedang membantu ibu-ibu menuju ruangannya.
Senyum Azzam terukir, melihat apa yang Dilara lakukan.
"Dok pasiennya sudah menunggu..." ujar salah satu perawat yang tadi menghubungi nya
"oh ya baik..." balas Azzam lalu berlalu menuju ruangan nya
Kembali ke tugas nya, memeriksa pasien satu persatu, jika sang Abi banyak di ruang Operasi, tidak dengan Azzam, dia lebih fokus ke pemeriksaan, karna dia memang belum mengambil kuliah di bagian bedah.
Baik Abi Alvian, Ayah Hafidz dan juga Aki sudah meminta nya untuk lanjut kuliah jurusan bedah. tapi Sampai saat ini dia belum memutuskan.
Memilih menjadi dokter spesialis lambung, karna menurut nya pencernaan adalah kunci awal dari penyakit-penyakit lain nya.
Jika pola makan dan hidup sehat di terapkan, maka resiko sakit parah itu akan bisa di hindari. tapi sayangnya manusia itu sendiri yang dzolim pada dirinya.
Sakit memang Fitrah nya tubuh manusia, tapi menjaga kesehatan juga harus, karna itu bukti kita bersyukur kepada sang pemilik tubuh ini seutuhnya (Allah SWT).
Saat sakit yang disalahkan Allah, gak sembuh-sembuh yang disalahin dokternya. lupa akan dirinya lah sumber permasalahan.
Rokok, Alkohol, makanan siap saji,makanan berpengawet, makanan dengan pemanis, dan makanan yang mengandung MsG tinggi. makanan berkarbohidrat tinggi.
Nikmat di mulut tapi nyatanya tidak di organ dalam lain nya. begitulah manusia, dzolim pada tubuhnya , tapi tidak sadar akan semua itu.
"bapak harus di jaga ya pola makan nya, jangan terlalu sering mengkonsumsi makanan berkarbohidrat tinggi, mie instan juga jangan ya pak..." nasihat Azzam pada salah satu pasien nya
"kadang gak selera makan dok, makan mie instan itu buat selera makan..."
"tapi gak baik untuk kesehatan pak.. apalagi MSG di mie instan juga sangat tinggi, karbohidrat nya juga tinggi.."
"madu, kurma itu baik untuk pencernaan... pisang rebus, ubi rebus juga bagus.."
"semua kembali ke bapak, Saya hanya bisa memberikan masukan, karna obat Apapun gak ada gunanya jika tidak di dampingi makan sehat"
"lihat ni si adek, pasti sedih kan lihat ayah nya sakit-sakit aja..." Melihat ke anak si pasien yang ada di pangkuan si ibu.
"makanan siap saji itu tidak langsung terlihat efeknya di awal pak,. tapi setelah bertahun-tahun, baru lah akan kita rasakan efek dari semua itu.."
"si adek juga nich, jangan suka makan-makanan yang om dokter sebutkan tadi ya..." ujar Azzam sambil tersenyum pada anak kecil itu.
🌠🌠🌠
Lanjut...???
Jazaakumullah khairon untuk semua dukungan nya, dalam bentuk apapun itu.,🥰
Like, Komen, Vote, Gift , Tips...
Ingat ini hanya coretan renyah saya yang mungkin kadang suka gak jelas.. jadi kalau gak nyambung, ya di sambung sambungin aja🤭
__ADS_1
Karna....
Sebaik-baik nya Bacaan itu adalah Al-Qur'an