Keteguhan Almeera

Keteguhan Almeera
Surat pertama dan terakhir


__ADS_3

Sore ini Abi meminta anak-anak nya membantu mengemas barang-barang sang Umma di mana sebagian nanti akan di sedekahkan, seperti buku atau barang lain yang layak, bukan tas atau sepatu branded yang ada menghiasi rak atau lemari.


“Abi yakin buku-buku ini?? ini semua buku yang biasa Umma baca kan??” tanya Azzam


“justru itu, ini buku dimana Umma kalian terus belajar, dan Abi mau buku ini juga mampu mengajarkan kebaikan untuk orang lain juga, In syaa Allah menjadi amal jariyah untuk Umma..” balas Abi


“Kalau pakaian ini Abi..??’ tanya Almeera


“Kalian bisa ambil mana yang kalian mau, termasuk buku juga, sisa nya akan kita sedekahkan, untuk pakaian kita pilih yang layak.. karna gak semua orang mau baju bekas kan..??” balas Abi


“In Syaa Allah banyak yang mau Abi, di kampus ada kok yang menampung baju bekas yang biasanya akan di sedekahkan untuk korban bencana..apalagi baju-baju Umma termasuk layak” Ujar Azzam


“Boleh juga tuch zam…” sahut Abi


Membaca akan membuat kita mengetahui banyak hal.. menjadikan kita manusia yang berilmu, Karna manusia yang berilmu dan beradab akan tinggi derajatnya di sisi Allah Subhanahu wa ta'ala.


Saat Abi membereskan buku yang ada di laci, tiba-tiba pandangan Abi tertuju pada sebuah Buku bersampul putih, buku yang biasa menjadi catatan untuk Umma, bukan buka yang berisi sebuah catatan keluh kesah, melainkan sebuah catatan setiap kesimpulan apa yang umma pelajari dan hadapi.


Jika Almeera menuang ilmu nya di sebuah Blog, membagikan untuk umum, berbeda dengan Umma, Umma menuang itu semua dalam sebuah Buku.


Abi membuka lembar demi lembar, begitu banyak catatan yang Umma tulis, bahkan tulisan mengenai perjuangan Abi Alvian dalam menghalalkan Umma Fatimah pun ada.


Abi berhenti membuka lembar buku itu saat melihat ada secarik kertas berwarna Abu-abu, seperti sebuah surat, ada rasa penasaran dan itu membuat Abi membuka nya.


"Assalammualaikum Warahmatullahi Wabarakatuh Kak Alvian My Hubbiy"


Abi mulai membaca isi secarik kertas itu, jantung nya berdetak kencang.


"Hmm… Kak Al…?? eh kok kak Al sich itu kan panggilan waktu kita belum sah ya, eits waktu awal nikah juga masih itu ya kan..Kak Alvian..hehehe??"


"Tapi sekarang udah gak itu lagi ya kan,?? sekarang udah jadi My hubbiy , Suamiku Tercinta"


"Fa tahu..eh maksud nya umma tahu sekarang Hubbiy pasti lagi duduk di tepi ranjang kan, baru pulang ngantarkan Umma kan, udah cuci kaki belum?? Pasti udah lah ya.. suami Umma ini kan dokter hebat.


"Atau Hubbiy jangan-jangan baru buka surat ini ya???"


"Hubbiy,,, lagi berkaca-kaya ya baca surat cinta pertama dan terakhir dari Umma?? Atau malah lagi nangis..?? nangis boleh, tapi tetap ingat Allah gak suka dengan hal yang berlebih-lebihan"


"*A*tau Hubbiy lagi ngedumel nich, Ummah mah gampang ngomongnya, tapi prakteknya belum tentu bisa.. ya kan?? Itu isi hati Hubbiy kan…??? Hehehe"

__ADS_1


"Hubbiy…Maaf ya Umma gak bisa pamitan secara langsung, karna umma udah pasti gak akan sanggup"


"Hubbiy… Syukran telah menjadi pelita untuk umma, telan menjadikan Umma sebagai Wanita yang begitu beruntung"


"Syukran atas Cinta Hubbiy selama ini, Syukran telah mencinta Umma dalam setiap doa Hubbiy"


"Allah jadikan Hubbiy Sebagian tujuan hidup Umma, Allah hadirkan Hubbiy sebagai bukti atas kepasrahan kita kepada nya tak ada yang sia-sia, sebagimana Hubbiy penuh keyakinan menghalalkan Umma padahal Umma dalam keadaan koma, Syukran selalu sabar menjaga Umma. Menjadi sandaran untuk Umma"


"Hubbiy, Afwan Umma hanya bisa menemani Hubbiy sampai disini, Afwan Umma tidak bisa melihat bagaiman cucu-cucu umma nanti saat mereka lahir, saat mereka mulai belajar berjalan, apalagi saat mereka tumbuh dewasa, saat mereka saling meledek satu sama lain, seperti twins kita"


"Umma sudah sangat merindukan Aisyah Biy… Umma mohon ridhoi ya Biy…"


"Sebagaimana Fatimah Azzahra putri baginda Rasulullah yang terlebih dahulu memenuhi panggilan Allah, begitu pun Umma ingin terlebih dahulu yang memenuhi panggilan itu, karna umma sadar, Umma tak akan berdaya jika harus Hubbiy yang terlebih dahulu memenuhi panggilan itu"


"Karna Umma bisa bertahan hingga saat ini adalah jawaban atas keyakinan Hubbiy kepada pertolongan Allah.."


"Hubbiy, Afwan jika lagi dan lagi Umma harus membuat Hubbiy menagis.. tapi Hubbiy harus kuat, Anak-anak kita masih membutuhkan bimbingan Abi nya, Cucu-cucu kita ingin di gendong oleh Aki nya"


Abi Alvian menghentikan bacaan nya, dada nya sesak, ingin teriak.. bagaimana bisa sang istri tercinta sudah mempersiapkan ini semua.


Berkali-kali Abi menghapus air mata nya berusa tegar tapi keinginan nya dan respon tubuh nya berbeda, air mata nya tak mampu untuk dia hentikan.


mata Almeera membulat.


"Hubbiy… tampa Umma harus mengingatkan Hubbiy untuk jaga Kesehatan, makan yang terarur, tidur yang cukup, umma yakin mereka semua pasti sudah melakukan nya, dan Umma lebih yakin malah Hubbiy lah yang saat ini menjadi sumber kekuatan untuk mereka, bener kan tebakan Umma…???"


"Hubbiy,Umma gak pandai mengungkapkan kata-kata cinta, karna tampa Umma ungkapkan dengan kata Hubbiy pasti lebih tahu bagaimana cinta Umma ke Hubbiy.


"Umma memohon ke ridhoan Hubbiy, ke ikhlasan Hubbiy, agar jalan Umma lancar dan terang…"


"Teruslah menjadi Pelita untuk anak-anak kita.. sampaikan rasa sayang umma untuk orang tua kita, dan sampaikan maaf Umma juga jika tampa sengaja mengecewakan mereka."


"Kayak nya surat cinta umma kepanjangan ya, udah kayak isi cerita dalam novel…hehehe"


"Umma akhiri aja lah ya.. terlalu banyak pesan juga gak enak, karna Umma yakin abi lebih tahu akan apa yang harus abi lakukan.."


"Oh ya Umma lupa, Umma Bahagia atas moments kebersamaan kita menonton film di bioskop, itu pengalaman pertama dan terakhir."


"Didalam Film itu ada Wanita yang juga Bernama Fatimah kan Biy…?? dia menjadi jalan kebaikan untuk Wanita yang butuh bantuan dan butuh arahan, semoga kelak anak-anak kita juga mampu membawa kebaikan untuk sesama."

__ADS_1


"Titip pesan buat anak-anak,,"


"Azzam… kesayangan Umma, teruslah menjadi penghangat untuk rumah kita, teruslah belajar untuk menjadi Imam yang baik, lanjutkan kuliah kedokteran nya ya. bahagiakan istri Kamu ya Zam, belajar dari Abi bagaimana membahagiakan istri..jangan terlalu sering berantem sama Almeera, kamu adalah pundak ke dua setelah Abi untuk nya"


"Almeera putri kecil kesayangan Umma… teruslah menebar kebaikan dan ilmu, umma sering loh baca blog kamu sayang, umma berharap itu menjadi jalan dakwah kamu, dan jadilah istri yang bisa menjadi penyejuk suami"


"Dilara, Gibran kalian juga anak-anak Umma, teruslah cintai anak-anak umma karna Allah, teruslah berjalan beriringan"


"Kalau untuk Hubby apa ya??"


"Keep Strong My Hubbiy.."


"Love You…"


Almeera yang ikut membaca isi surat itu ikut terisak, dan mengundang perhatian yang lain.


Abi memeluk erat sepucuk surat itu, air mata nya sulit untuk dia hentikan berulang kali di hapus mencoba untuk tegar, tapi ternyata itu sungguh sulit.


Dia Wanita yang pertama kali membuat nya penasaran, Wanita pertama nya membuat nya ingin mengenal lebih dekat, namun dia pun Wanita pertama yang dia hindari karna takut cinta nya tak sesuai harapan.


Allah menguji mereka di saat mereka baru akan melangkah ke tangga menuju kata SAH.


Tapi keyakinan Alvian, kesabaran Alvian membuahkan hasil.. Hasil di luar perkiraan manusia.


Mejalani bahtera rumah tangga hampi dua puluh lima tahun harus dia syukuri, belajar Bersama, mengajar Bersama, saling beriringan itulah yang dia jalani.


Sakit perih itu sudah pasti, tapi setiap luka, setiap sakit itu ada obatnya dan ada proses nya.


Kematian adalah panggilan Allah yang terakhir, semua akan menjalani itu semua.


Almeera menangis sesenggukan, kini Gibran sudah memeluk nya, sedangkan Azzam meraih surat itu, dan membaca nya.


Tak pernah terfikir Umma sudah mempersiapkan itu semua.


🍃🍃🍃🍃


Ingat Jangan lupa dukungan nya ya...🥰


Sebaik-baik nya Bacaan itu adalah --Al-Qur'an

__ADS_1


__ADS_2