Keteguhan Almeera

Keteguhan Almeera
Seperti Cinta Abi untuk Umma


__ADS_3

"Maaf pak Gibran untuk saat ini jawaban saya tidak..." jawab Almeera dengan tegas


Gibran mengerutkan kening nya, dan Almeera melihat itu


"Jika pak Gibran Bertanya apa alasannya, yang pertama, Sampaikan khitbah itu di depan orang tua atau wali, yang kedua saya memang belum siap, kita belum tahu latar belakang masing masing, bukan latar belakang seperti bibit bebot bobot,lebih ke latar belakang pak Gibran mengkhitbah saya, dan membuat saya untuk menjawab -ya-.."


"Latar belakang menikahinya?? aku sendiri belum tahu, ini benar atau salah, tapi rasa nya aku gak ikhlas jika sampai ada yang lain memiliki nya.." batin Gibran


"saya rasa pembicaraan ini sudah cukup lama, dan pak Gibran tahu jawabannya, jadi saya permisi, assalamualaikum..." ujar Almeera sambil membuka kenop pintu lalu keluar.


"Waallaikumusallam.." jawab Gibran lirih saat Almeera mulai melangkah keluar.


Gibran kembali terdiam, perang dengan hati dan pikiran. ingat akan semua kata-kata Bimo.


"Bran.. gue tu tahu Lo laki-laki baik, dan alasan Lo membenci dr. Alvian itu gak masuk di akal, Lo bisa lihat bagaimana beliau terhadap kita, bagaimana keluarga nya.. jika memang ini mengenai om Manggala, coba Lo cari tahu mengenai insiden om Manggala??"


"dan jika alasan Lo mendekati Almeera untuk urusan itu, gue menentang itu Bran... jikapun memang dr. Alvian bersalah, Almeera tidak ada hubungannya dengan semua ini"


Jika Gibran sedang berperang dengan diri nya sendiri, Almeera malah mendapat tatapan berjuta pertanyaan dar tiga orang yang menunggu mereka di depan pintu.


"bahas apa kak??" tanya Bella


"gak terlalu berat kok pembahasan.. yuk..."


"Soraya, pak Bimo Kami permisi" tambah Almeera sambil menarik tangan Bella. Bella memilih diam, tak lagi Bertanya walaupun cukup penasaran, tapi atasnya ini pasti punya alasan tidak menceritakan apa yang terjadi tadi.


"saya langsung balik ke butik, jika ada apa-apa hubungi langsung ya.." pamit Almeera saat di kios nya


Jika Almeera berusaha bersikap biasa tidak dengan Gibran.. berkas nya sudah berserak di lantai, Bimo memilih tidak bertanya, tapi dari apa yang dia lihat bisa di simpulkan jika dia sedang marah dan kecewa.


"Apa dia melamar Almeera tapi di tolak...??" sebuah pertanyaan tapi hanya di dalam hati


"Ray, kamu mas antar pulau atau mau naik taksi online aja??" tanya Bimo ke Soraya, karna Soraya pun tidak berani menanyakan apa yang baru saja terjadi.


"Raya naik taksi online aja mas, sekalian mau mampir tempat teman dulu, bosen kalau harus nunggu di rumah seharian, mau ke kak Almeera, jika melihat kondisi mas Gibran, gak memungkinkan juga.."


"ya udah hati-hati, nanti kalau udah sampai hubungi mas, atau pas butuh jemputan langsung hubungi mas juga"


"siap..." sambil memberi hormat, melihat sekilas ke arah Gibran lalu berlalu pergi.

__ADS_1


Almeera di butik berusaha konsentrasi dengan desain nya, tapi gagal. Almeera teringat bagaimana suara lantunan ayat suci Alquran yang di bawakan oleh Gibran, ingat bagaimana dia saat singgah ke rumahnya.


Baik, sopan, dan sepenglihatan Almeera , Gibran selalu terlihat soal saat waktu sholat tiba, tapi Almeera memiliki keraguan akan niat yang Gibran sampai, lalu bagaimana jika Gibran benar-benar datang ke rumah dan menyampaikan niat nya kepada Abi dan Umma.


🍃🍃🍃


Rutinitas malam di rumah masih berjalan seperti biasa, Almeera berusa bersikap seperti biasa dia memang seorang wanita yang mampu menyembunyikan perasaan nya.


mata nya tertuju pada keromantisan Abi dan Umma, mendengar kisah cinta mereka selalu membuat ingin mengalami semua itu, tapi apa yang terjadi hari ini, tak sesuai ekspektasi nya.


Aki Aditya mengkhitbah Uti Kianara dengan cara spesialis, meminta izin dahulu dengan Buyut nya... di lamar di hadapan anak-anak yatim.


Berbeda dengan Abi dan Umma cinta terpendam bertahun-tahun, berusaha dia hilangkan tapi Allah membuat Cinta mereka semakin kuat, di hindari tapi semakin dekat, di uji semakin membuat mereka terikat.


Tapi apa yang terjadi pada nya hari ini?? harus bahagia atau sedih, Almeera sendiri tidak tahu, melanjutkan pendidikan di Kota yang di berkahi, jauh dari lingkungan laki-laki.


Lalu banyak menghabiskan waktu di butik dan pondok.. itupun mengisi kajian untuk santriwati. dunia keras seperti ini baru dia rasakan saat menginjakkan kaki di Sky.


Inikah jalan nya???


"hayoo ngelamunin apa??" tanya Azzam yang baru turun dari kamar nya


"bahagia lihat Abi dan Umma.. bisa gak ya Meera dapat suami yang seperti Abi mencintai Umma.."


"kak..."


"hmmm..."


"cara seperti apa yang akan kakak lakukan untuk melamar seseorang...??"


"wiich, pertanyaan nya... kenapa??"


"pengen tahu aja..."


"hmm... belum tahu sich.. karna belum tahu juga siapa yang mau di lamar..hehehe..."


"oh ya..kabar Dilara gimana kak??"


"loh kok tanya kakak, mana kakak tempe..."

__ADS_1


"tahu kak...bukan tempe..."


"sejenis sama-sama dari kedelai..hehehe"


"Almeera belum sempat mau hubungi Dilara soal tawaran gabung di butik... besok Meera ke RSH ya..."


"Ya silahkan... emang ada larangan...??"


"oh ya kak, rencana lanjut ke spesial bedah jadi...??" tanya Almeera kini sambil mengunyah keripik singkong yang Umma goreng siang tadi


"Abi sama aki udah sibuk aja sich, tapi belum tahu, lihat nanti..." Balas nya ikut menyambar keripik yang ada di toples


"Asik bener ngobrol nya...??" tanya Umma yang baru bergabung bersama Abi


"lagi tanya aja sama kak Azzam kapan lanjut studi nya Umma...." balas Almeera


"oh ya akhir pekan ini Umma dan Abi mau berkunjung ke rumah singgah, pada mau ikut??" tanya Abi


"In Syaa Allah ikut jiga gak ada pasien Abi..." balas Azzam


"hmmm....kalau Meera???? (dengan ekspresi berfikir) ikut... in Syaa Allah..hehehehe"


"ya sudah, udah malam Istirahat, besok pada sibuk kan sama pekerjaan..." ujar Umma


"hmm....kak ,Abi sama Umma kayak nya ngusir kita dech, gak mau di ganggu..." goda Almeera


"iya nich, kayak nya mau nonton film romantis.." balas Azzam dengan godaan pula


"tuh tahu, buruan naik, bukan tontonan kalian..." balas Abi sambil mencium pipi Umma, sengaja menggoda anak-anaknya itu.


"naik yuk dek... kalau kita disini berabe..."


"Jomblo ngalah dech..." balas Almeera mengikuti langkah sang kakak menuju kamar masing-masing


🌠🌠🌠


Lanjut...???


Jazaakumullah khairon untuk semua dukungan nya, dalam bentuk apapun itu.,🥰

__ADS_1


Like, Komen, Vote, Gift , Tips...


Sebaik-baik nya Bacaan itu adalah Al-Qur'an


__ADS_2