Keteguhan Almeera

Keteguhan Almeera
Ice cream Durian


__ADS_3

"pak kasih rasa coklat, Vanilla dan durian ya pak, di gabung aja" pinta Almeera


saat ini mereka sedang berada di pusat perbelanjaan.


Mendengar kata durian membuat Gibran bergidik.


"mas mau rasa apa??" tanya Almeera


"hmm... coklat aja sayang....." jawab Gibran


"coklat nya satu ya pak...." ujar Almeera ke penjual ice cream


Selesai dengan pesanan ice cream mereka pun mencari tempat untuk mereka duduk, untuk menikmati ice cream yang baru mereka beli.


Almeera mulai menikmati ice cream nya, nampak sangat bersemangat, Gibran pun sampai geleng-geleng


"mas cobain dech, enak loh kombinasi nya" pinta Almeera sambil mendekatkan ice cream nya ke mulut Gibran.


Mata Gibran membulat, dan permintaan sang istri membuat Gibran menelan saliva nya sendiri.


"cobain, enak loh..." ulang Almeera


"durian....huuaaaa...." tangis Gibran dalam hati


"mas yang ini aja, ini sayang aja yang makan ya.." tolak Gibran dengan halus


"iya, tapi cicip aja sedikit..."


mendengar nama durian saja sudah membuat nya bergidik, dan tercium aroma durian saja membuat nya mual, bagaimana jika sampai dia makan.


Haruskah dia jujur jika Gibran sangat tidak suka dengan durian??


itu yang sedang menjadi pertanyaan di hati, tapi dia takut Almeera menjadi sedih nanti.


Tampa aba-aba Almeera langsung menempel kan ice cream ke mulut Gibran , dan yang nempel di bibir Gibran tepat banget adalah rasa durian , dan itu membuat Gibran mual.


Almeera bingung dengan ekspresi Gibran.


"mas..mas kenapa..???" tanya Almeera bingung


Tak ingin membuat Almeera kecewa, Gibran pun berusaha menelan ice cream rasa durian itu, tapi ternyata aroma durian itu benar-benar menyiksanya


"Sa..sayang..kamu tung-gu di..sini ya..." sambil menahan mual nya


"mas ke toilet sebentar..." sambil berlari meninggalkan Almeera


Almeera bingung ada apa dengan sang suami, tiba-tiba Almeera kepikiran untuk menelfon Soraya.

__ADS_1


"Emang tadi mas Gibran gak sarapan kak??" tanya Soraya di balik telfon


"sarapan kok Ra, ini malah kami lagi makan ice cream, kakak tadi sempat ngasih ice nya punya kakak ke mas Gibran..."


"ice cream..?? ice cream rasa apa kak??" tanya Soraya.


"mix coklat, Vanilla, dan durian..." jawab Almeera


Mendengar jawaban sang kakak ipar, Soraya malah terbahak-bahak


"wkwkwkwk..."


"kok malah ketawa sih Ra...??" tanya Almeera super heran


"ya Allah.. maaf kak maaf, kak... mas Gibran itu dari kecil gak suka durian kak, nama durian di sebuah aja bulu kuduk nya udah berdendang" jawab Soraya


"Astagfirullah.. trus gimana itu Ra.. kakak gak tahu..."


"dulu pernah nyicip kak sekali dan paling se ujung kuku, itu buat mas Gibran muntah-muntah..sampai lemes kak.." ujar Soraya sembari mengingat kejadian masa lalu


"ya Allah dek... ya udah kakak nyusul mas Gibran dulu ya.... Assalamualaikum" ujar Almeera sambil menutup sambungan telfon nya dengan cepat


Saat akan melangkahkan kaki nya ternyata Gibran sudah datang mendekat ke arah nya


Saat Gibran tepat berada di hadapan, Almeera langsung mengelus wajah Gibran dengan penuh ke khawatiran serta penyesalan


"mas.. maaf, Meera sama sekali gak tahu kalau mas gak suka sama Durian, kenapa dari awal mas gak cerita..." ujar Almeera dengan raut wajah khawatir dan sesal


"mas gak kenapa-napa, mas baik-baik aja kok, sayang tahu dari mana mas gak bisa makan Durian...??" tanya Gibran


"nelfon Soraya..." jawab Almeera sambil tertunduk


"sayang...." sambil mengangkat dagu Almeera


"mas yang salah gak mau ngomong, mas cuma gak bisa nolak keinginan kamu, mas kemarin udah buat kamu khawatir.. dan mas cuma mencoba biar istri mas ini gak kecewa..."


"ini bukan kesalahan kamu..." sambil mengelus kepala Almeera, tak ingin sang istri sedih dan merasa bersalah.


"udah Donk... mas baik-baik loh... cuma mual aja, rasa nya aroma durian itu gak di terima sama penciuman mas.. kalau soal rasa di lidah gak ada masalah, hanya aromanya aja" lagi dan lagi Gibran meyakinkan kepada Almeera, dirinya baik-baik saja


"kalau kamu suka mas gak masalah kok.. sama seperti kamu yang gak suka seafood, tapi tetap mau masakin untuk mas, begitupun mas, kalau kamu mau mas akan belikan, tapi mas gak ikut makan ya..hehehe" tambah Gibran lagi dengan tawa kecil


"ice cream Meera cair..." bukan jawaban mengenai durian, Almeera malah menunjukkan ice cream nya yang mencair


Dan itu membuat Gibran terkekeh


"kita beli lagi..yuk..." ajak Gibran

__ADS_1


Sebenarnya rasa sesal masih menyelimuti Almeera, tapi dia tak mau begitu menunjukkan, tak ingin sang suami semakin merasa gak enak dengan dirinya.


Meraka pun kembali ke penjual ice cream


"pak, ice cream di di taruh di box bisa gak? pengen saya bawa pulang" tanya Almeera


"oh bisa, tinggal pilih mau box yang mana neng.." sambil menunjuk kan beberapa pilihan box ice cream


"yang ini aja..." tunjuk Almeera


"di mix ya pak, Coklat, Vanilla dan Strawberry... kasih 3 box" pesan Almeera


"durian nya neng...??" tanya si bapak penjual ice cream


"gak usah pak, udah puas tadi makan yang durian.." jawab Almeera dengan senyum mengembang di balik cadar nya tapi sang bapak penjual ice cream tahu Almeera sedang tersenyum kepadanya.


Selesai dengan pesanan ice cream merekapun keluar dari pusat perbelanjaan, menuju area parkir


"yang durian kenapa gak di beli, mas gak masalah kok..." tanya Gibran sambil menggandeng Almeera menuju parkiran


"udah tadi, ini khusus kita makan berdua, eh berempat, Meera, mas dan twins..." jawab Almeera dan itu membuat Gibran mencium singkat kepala Almeera


"ini 3 box untuk kita semua??" tanya Gibran


"kita satu box aja donk mas, sisa nya untuk Abi, kak Azzam dan kak Dilara" jawab Almeera


Sebenarnya saat di toilet tadi Gibran muntah-muntah,bahkan tubuh nya lemas.. tapi Gibran menguatkan diri, cukup dianya yang tahu,. Almeera tak perlu tahu.


karna Gibran tahu, jika sampai sang istri tahu keadaan nya tadi, sang istri pasti akan sangat menyalahkan dirinya sendiri.


Padahal itu kesalahan Gibran karna tak memberi tahu.


begitulah hubungan suami istri, ada kalanya kita tidak bisa berkata tidak agar tidak mengecewakan pasangan.


Tapi sebaik baiknya, keterbukaan itu lah yang terbaik.


Saling mengisi, saling memahami, saling merangkul, saling mengingatkan.


πŸƒπŸƒπŸƒπŸƒ


Lanjut…???


Sebelum lanjut boleh lah ya Follow Akun IG kak Ajeng , @cerita_ajengkirana


Dan Sebelum lanjut ingat jangan lupa tinggalkan jejak dukungannya ya. Apapun bentuknya akan di terima, Like, vote, gift dan komen nya.


Yang belum meninggalkan jejak dukungannya, semoga dilembutkan hati nya..

__ADS_1


Jazaakumullah khairon...πŸ™πŸ₯°


Sebaik-baik nya Bacaan itu adalah - Al'Quran


__ADS_2