Keteguhan Almeera

Keteguhan Almeera
Kabar kesehatan Umma


__ADS_3

Gibran dan Almeera sudah selesai dengan makan malam nya… Almeera di bantu bi Atun membereskan meja makan.


“Non saran bibik buruan beli timbangan badan dech..??”


“Kenapa Bik…???” tanya Almeera heran


“persiapan untuk tahu den Gibran naik berapa kilo…hehehe” ledek Bik Atun


“Bik…. Seneng ya lihat saya gemuk…???” tanya Gibran


“Ya senang lah den, biasa nasi yang bibik masak habis untuk ngasih makan ayam lewat, sejak aden nikah, porsi makan aden meningkat, sampai-sampai ayam yang lewat kebagian nya Cuma sedikit” balas Bi Atun sambil terkekeh di ikuti oleh Almeera juga ikut terkekeh


“bibik mah ada-ada aja” ujar Almeera


Selesai membereskan meja makan Almeera kembali duduk di kursi sebelah Gibran, mengambil buah apel yang sudah dia potong.


“Oh ya..mas lupa bilang, tadi siang gak sengaja jumpa sama Azzam.. Kata nya Umma lagi kurang sehat..”


“Astagfirullah…” Almeera kaget dan meletakan kembali buah apel yang baru saja akan dia makan


“Kok gak ada yang ngabarin Meera, tadi Kak Dilara juga gak ada cerita”


“Umma katanya yang bilang gak usah ngabarin kita, karna Cuma kelelahan kata nya, coba di telfon aja sekarang..”


“handphone Meera di kamar, Meera ambil aja dulu..” Ujar Almeera sambil beranjak dari duduk nya, di ikuti oleh Gibran sembari membawa buah yang ada di piring .


Rencana nya Almeera akan kembali turun ke bawah, tapi karna ternyata Gibran juga sudah berada di kamar, Almeera pun memutuskan untuk menelfon Umma di dalam kamar.


Duduk di sofa dengan Gibran yang berada tepat di samping nya, di tekan nya menu kontak yang ada di handphone nya, memilih daftar Favorit, di tekan nya tombol panggil pada daftar kontak yang tulis dengan nama Umma.


Tut..tut..tut…


Panggilan pertama tidak ada jawaban.


Tut….tut…tut…


Panggilan ke dua.. dan Almeera sudah harap-harap cemas karna panggilan pertamanya tak ada jawab


“Assalamualaikum…” salam seseorang dari seberang sana, dan itu membuat Almeera membuang napas lega


“ Waalaikumusalam Umma…”

__ADS_1


“Umma kata kak Azzam Umma lagi kurang sehat, tapi kok gak ngabarin Meera sich, Meera tahu nya dari mas Gibran karna gak sengaja ketemu kak Azzam…” ujar Almeera panjang kali lebar dan itu membuat Umma yang ada di sebarang terkekeh kecil, sedangkan Gibran geleng-geleng kepala mendengar betapa cerewetnya istri nya itu saat mode khawatir.


“Umma…Almeera serius, Almeera khawatir, kenapa malah ketawa, trus kalau mas Gibran gak sengaja ketemu kak Azzam apa Umma tetap gak kasih kabar ke Meera..???” Tambah Almeera dengan ekspresi khawatir plus kecewa


“udah boleh Umma jawab..??” tanya Umma dengan lembut,,sangat tahu dan paham akan karakter sang putri.


“Umma hanya kelelahan saja, makanya Umma minta semua gak perlu sampai ngabarin kamu sayang, Umma udah baikan kok..ada dua dokter di rumah ini, trus kenapa kamu harus se khawatir itu coba??’


Abi yang melihat Umma sedang menelfon pun bertanya dengan nada pelan..


“Siapa..??" seperti berbisik


“Putri bawel nya Abi..” balas Umma sambil tersenyum lebar, dengan berbisik pula


Abi hanya bisa mengangkat ke dua tangan nya lalu di dada dada kan, member isyarat bahwa Abi menyerah, tidak mau ikut campur, karna Abi sudah sangat paham akan karakter sang Putri, dia akan sangat marah saat ada sesuatu dan dia tidak di beri tahu.


Dan itu membuat Umma memanyunkan bibir nya, membuat Abi terkekeh


“Umma kenapa malah diem sih…”


“Ya udah Umma minta maaf ya sayang, gak lagi-lagi,.. tapi beneran kok Umma udah membaik…”


“Besok sore Meera ke sana pulang dari butik, kalau perlu malam ini untuk memastikan keadaan Umma..”


“Ya udah, besok sore, Umma jangan lupa minum obat nya.. istirahat yang cukup”


“iya bawel nya Umma… ya sudah Umma mau istirahat dulu ya..” balas Umma dengan lembut


“Ya udah… Assalamualaikum …”


“ waallaikumusallam ”


Panggilan telfon pun Almeera akhiri, walau sebenarnya hati nya belum sepenuh nya lega,


“Gimana..??” tanya Gibran, bukan jawaban Almeera malah memeluk Gibran, air mata nya tumpah begitu saja, entah kenapa dia merasakan ada sesuatu tapi tak bisa dia utarakan.


“Hei…Bukanya udah ngobrol sama Umma, atau memang perlu kita kesana malam ini??” tanya Gibran sambil mengelus kepala Almeera yang masih berbalut Jilbab.


Dia akan sangat kecewa jika dia menjadi orang terakhir yang tahu jika ada sesuatu terjadi sama Abi dan Umma…”


“Ya udah malam ini kita kesana..”

__ADS_1


“Besok pagi meera ada meeting di SKY..membahas laporan sama pak Bimo..”


“Jadi mau nya gimana??" tanya Gibran tak ingin membuat Almeera terus khawatir


“Besok selesai rapat aja..”


“ya sudah, kita sholat hajat dulu sebelum tidur, besok selesai meeting mas antar, kita bawa satu mobil aja” Almeera membalas dengan anggukan.


Mereka pun beranjak untuk megambil wudhu, melaksanakan sholat Hajat berjamaah.. Bermunajat kepada Allah, mengadu kepada Allah.. dan sebaik-baik nya tempak kita mengadu, tempat kita menaruh harapan adalah kepada NYA.. sang KHALIK , sang Maha Segalanya.


Selesai dengan sholat hajat nya, mereka pun merebahkan tubuh mereka di ats ranjang, tangan Gibran menjadi bantal untuk Almeera, tempat ternyaman bagi seorang istri adalah Bahu dan Dada sang suami.


Di kecupnya berkali-kali kening Almeera, berusaha mengurai ke khawatiran sang istri.


Almeera terlelap di dalam pelukan Gibran, rasa nyaman yang Gibran berikan membuat nya bisa memejamkan mata nya.


“Mas tahu apa yang kamu rasakan, mas pernah diposisi itu saat merasa khawatir dengan keadaan Mama..” Lirih Gibran sambil terus mengelus rambut Almeera.


Pagi nya saat selesai menyediakan menu sarapan, Almeera mengemas beberapa pakaian Gibran, karna kalau pakaian nya masih banyak yang tertinggal di rumah Abi. Selesai subuh tadi Gibran menyarankan untuk mereka menginap beberapa hari rumah Abi dan saran itu Almeera sambut dengan penuh kebahagian pasti nya.


Walaupun sebenernya itu membuat Gibran harus menempuh perjalan nyang lumayan jauh menuju SKY dari rumah Abi.


“Udah beres..??” tanya Gibran yang baru keluar dari kamar mandi


“Udah,,ini cuma pakaian mas aja kok, baju-baju meera banyak kok di rumah Abi..” Balas Almeera sambil menutup koper kecil.


“ Lagian kalau gak ada pakaian tinggal ambil di butik kan dekat..” Ledek Gibran


“yeee… sementang punya butik bukan berarti main ambil aja mas, lagian Meera itu jarang beli pakaian, dalam setahun bisa di hitung mas..ketimbang buat beli baju Meera, uang nya buat beli baju anak rumah singgah..”


Gibran mengacak rambut Almeera, bahagia dan bangga pasti nya.


“Setiap Muslim meyakini bahwa segala amal perbuatan akan di pertanggung jawabkan kelak di yaumil akhir, tapi bukan hanya amal saja yang akan di hisab, segala barang yang kita miliki pun akan di hisab”


Rasulullah SAW bersabda, “Tidak akan bergeser dua telapak kaki seorang hamba pada hari kiamat sampai dia ditanya (dimintai pertanggungjawaban) tentang umurnya kemana dihabiskannya, tentang ilmunya bagaimana dia mengamalkannya, tentang hartanya; dari mana diperolehnya dan ke mana dibelanjakannya, serta tentang tubuhnya untuk apa digunakannya.”  (HR.  Tirmidzi)


🍃🍃🍃


Jazaakumullah khairon untuk semua sudah bersedia mampir dan membaca coretan demi coretan saya.... walau kadang gak jelas arah tujuan nya kemana..🤭


Jazaakumullah khairon untuk dukungan nya, dalam bentuk apapun itu.,🥰 Like, Komen, Vote, Gift , Tips...

__ADS_1


Sebaik-baik nya Bacaan itu adalah --Al-Qur'an


__ADS_2