
🌠Jauh dari Al'quran\=Rapuh & Hampa🌠
*****************
Waktu begitu cepat berlalu, usia kehamilan Almeera pun sudah memasuki bulan nya, tinggal menunggu waktu . Tak tebayangkan akan semakin banyak kebahagian di rumah ini, akan segera terdengar tangis dan tawa baby twins.
Gibran memilih stay di rumah, urusan pekerjaan dia cek dari rumah, sesekali Bimo yang datang kerumah jika memang ada yang harus di cek atau di tandatangani langsung oleh Gibran.
Malam ini Gibran baru saja membahas pekerjaan dan juga rencana pernikahan Bimo dan Soraya, setelah selesai Gibran pun menuju kamar nya.
Saat pintu terbuka nampak Almeera yang sedang berdiri di balkon . Gibran berjalan perlahan dan tiba-tiba Gibran memeluk Almeera dari belakang.
‘’Astagfirullah mas, buat kaget aja,,,’’ kaget Almeera sembari beristighfar
‘’hayoo lagi ngelamunin apa..?? sampai segitu kaget nya…’’
Almeera membalikan tubuh nya, membuat mereka saling berhadapan, tiba-tiba mata Almeera berkaca-kaca
‘’sayang, kok sedih gitu..?? kenapa ada yang sakit..?? kita ke dokter sekarang..??’’ tanya Gibran dengan khawatir nya
Almeera menggeleng, namun air mata nya malah mengalir
‘’sayang… trus kenapa..??’’
‘’hiks…kangen sama Umma..’’ jawab Almeera lalu langsung memeluk Gibran, dan kini Almeera malah menangis sesenggukan.
Gibran membiarkan sang istri menangis di pelukan nya, Gibran sangat paham, saat seorang anak perempuan akan menjadi seorang ibu, maka ibu lah yang pertama kali di cari.
Doa ibu lah yang pertama kali dia minta.
Gibran merenggangkan pelukan Almeera, lalu di usapnya air mata Almeera dengan ibu jari nya.
‘’Kita sholat hajat yuk, kita memohon kemudahan dalam persalinan nanti dan kita doakan Umma juga..’’ ajak Gibran
Almeera pun setuju, mereka pun bersiap melaksanakan sholat hajat, saat selesai sholat hajat mereka pun bermunajat kepada sang Khalik, memohon kelancaran dan keselamat dan juga berdoa untuk sang Umma.
Selesai bermunajat kepada sang Khalik merekapun merebahkan tubuh mereka di ranjang.
Tiba-tiba Gibran mengambil posisi duduk tepat di samping perut Almeera, di cium dan di elus nya perut Almeera.
‘’anak-anak ayah yang sholeh dan sholeha, jika nanti sudah tiba waktunya kalian lahir ke dunia ini, lahirlah dengan sehat, dan normal ya sayang, jangan buat Umma kalian menahan sakit yang lama’’ ujar Gibran
Bukan Almeera tidak memikirkan semua itu, Almeera pun sebenar nya juga sudah mulai cemas, tapi dia berusaha tenang, berusah menghilangkan ke khawatiran yang menghampiri nya.
__ADS_1
‘’aamiin….’’ Balas Almeera
Cukup lama mereka berbincang sebelum sepenuh nya mata itu terlelap.
Sekitar jam 3 dini hari Almeera terbangun meraskan mules di perut nya, Almeera pun bangun dan menuju kamar mandi, dalam pikiran Almeera dia sedang mules untung buang air besar, tapi saat sampai di kamar mandi mules nya hilang.
Almeera pun Kembali dan duduk di tepi ranjang, entah kenapa kini area pinggang nya terasa sangat panas, dan itu membuat nya tidak nyaman, mencoba barbaring namun tetap juga masih terasa.
Kini Almeera berjalan mondar mandir merasakan ngilu di area pinggang nya, dan sesekali juga merasakan rasa nyeri di area perut bagian bawah nya.
Almeera ingin membangunkan Gibran, tapi di urungkan nya, Almeera pun memutuskan menelfon Ummi Arafah, karna waktu juga sudah mendekati subuh dan Ummi juga sudah bangun pasti nya.
Almeera pun mulai menceritakan kondisi nya, Ummi meminta nya untuk tetap tenang, rasa sakit itu akan semakin sering nanti nya.
Almeera masih mondar mandir saat selesai menelfon ummi, dan saat terdengar suara tilawah dari masjid Almeera pun membangunkan sang suami.
‘’Mas…udah subuh..’’ ujar Almeera dengan lembut membangunkan sang suami
Gibran pun mengucek mata nya, sesekali menutup mulut nya karna menguap, rasa kantuk masih mendominasi.
Tiba-tiba tangan Almeera meremas tangan Gibran dan itu membuat Gibran pun membuka mata nya lebar-lebar.
‘’sayang marah ya..??’’ kaget Gibran
‘’apa udah waktu nya, bukannya satu pekan lagi..??’’ tanya Gibran mulai panik
‘’gak tahu mas, sakit nya hilang timbul, tadi meera juga udah telfon Ummi, dan ummi bilang itu kontraksi dan akan semakin sering nanti terasa sakit nya..’’
‘’sayang kamu udah hubungi Ummi dan mas malah baru tahu..??’’ tanya Gibran dengan nada sedikit tinggi, bukan marah tapi kaget, tapi itu pula yang membuat Almeera berkaca-kaca
‘’mas kenapa malah bentak Meera sih..?’’
‘’Astaghfirullah bukan bentak sayang, mas kaget…maaf, seharusnya kamu bangunkan mas.. ’’
‘’ ya udah kita ke RSH sekarang ya..’’
‘’sakit nya udah mulai mereda mas, kita sholat subuh dulu ya..’’
‘’yakin…??’’
‘’iya mas, kan tadi ummi juga bilang sakit nya akan hilang timbul…’’
‘’ya udah mas sholat subuh di rumah aja..’’ ujar Gibran
__ADS_1
Saat Almeera kan mengambil air wudhu dan sebelum nya Almeera buang air terlebih dahulu, mata Almeera membulat saat melihat ada lendir yang bercampur bercak darah di **********.
Almeera pun memberitahu Gibran, Gibran semakin khawatir, tapi lagi lagi malah Almeera lah yang menenangkan nya.
‘’Mas sholah aja, meera masih bisa tahan kok…’’ ujar Almeera
Saat Gibran Sholat, Almeera menyempatkan menelfon Ummi, Ummi pun meminta Almeera untuk segera ke RSH, Ummi dan Abah juga kan langsung menyusul.
Almeera juga menelfon sang Abi, dan Abi pun memutuskan untuk menyusul mereka ke RSH.
Rasa sakit yang semakin sering dan semakin sakit membuat wajar Almeera nampak pucat.
Kini mereka sudah berada di dalam mobil, pak Yusep yang menjadi supir, Almeera tak dapat lagi untuk berkata-kata.
Tangan kiri Gibran mengusap punggung Almeera, dan tangan kanan nya menjadi sasaran empuk Almeera saat menahan sakit, Almeera memejamkan mata nya menahan sakit di bagian perut dan pinggang nya.
Tak henti-henti sholawat dan istighfar Almeera ucapkan, Gibran dapat melihat sang istri Manahan sakit, bahkan hingga ada keringat di kening sang istri.
‘’Kamu Wanita hebat sayang, dan kamu pasti kuat, sebentar lagi kita sampai di RSH ‘’ujar Gibran
Saat sampai d RSH sudah ada Abi yang menunggu dengan membawa kursi roda untuk sang putri.
Di tatapnya mata sang putri yang berkaca-kaca, Abi tahu makna akan pancaran mata sang putri tercinta.
‘’Anak abi ini hebat seperti Umma, kamu pasti bisa sayang…’’ ujar Abi sambil mengecup kening Almeera saat Almeera sudah duduk di kursi roda.
Semua ini seakan membuka memory saat prosesi Umma akan melahirkan Azzam dan Almeera.
Gibran pun mendorong kursi roda, dan mereka pun menuju ruangan dokter.
‘’Ya Allah, mudahkan perjuangan istri hamba, berikan dia kekuatan, keselamatan untuk istri dan anak-anak hamba ya Allah…’’ Doa Gibran dalam hati
🍃🍃🍃🍃
Lanjut…???
Yang ingin tahu jadwal UP langsung Follow IG kak Ajeng ya.. @cerita_ajengkirana
Dan Sebelum lanjut ingat jangan lupa tinggalkan jejak dukungannya ya. Apapun bentuknya akan di terima, Like, vote, gift dan komen nya.
Yang belum meninggalkan jejak dukungannya, semoga dilembutkan hati nya..
Jazaakumullah khairon...🙏🥰
__ADS_1
Sebaik-baik nya Bacaan itu adalah –Al’Quran