Keteguhan Almeera

Keteguhan Almeera
Bahagia dan Duka


__ADS_3

Sesuai jadwal yang sudah di janjikan jam sebelas siang ini Dilara akan mengecek kondisi nya , karna dari pagi tadi mual nya tak kunjung reda. Mereka juga sudah menghubungi Ummi Arafah, Ummi pun menyarankan untuk memeriksa di poli kandungan apalagi tadi mereka juga sempat membahas terakhir Dilara menstruasi.


Dilara menuju RSH di temani oleh Almeera, karna sang kakak dan Abi sudah berada di RSH sedari pagi, kan memang sudah pekerjaan mereka.


Sesampainya di RSH Dilara menghubungi sang suami, memberi kabar bahwa mereka sudah berada di lobby RSH, Azzam pun bergegas menuju lobby, yang kebetulan sedang tidak ada pasien.


“Kok pucet banget..??” tanya Azzam saat sudah berada di lobby sambal mengelus pipi Dilara.


“Wajar kak, dari tadi mual aja, apa yang dimakan di keluarkan lagi…” Almeera yang menjawab


“Kamu ikut atau gimana dek..??” tanya Azzam sambil mengandeng Dilara untuk menuju poli kandungan


“Meera mau keliling taman aja… kakak berdua aja, kabarin aja ya kalau udah selesai..” balas Almeera


Dibalas dengan anggukan oleh Azzam, dan mereka pun menuju poli kandungan sedangkan Almeera menuju taman


Taman RSH merupakan tempat yang sering Almeera habiskan Bersama Umma saat sedang menunggu Abi selesai dengan pekerjaan nya.


Memiliki kenangan di taman ini, menyapa pasien, membantu pasien , kadang juga menghibur pasien adalah rutinitas Umma, Azzam dan Almeera dulu , terakhir itu mereka jalani sebelum Almeera memutuskan untuk belajar di negeri nan jauh.


Semua kenangan itu seakan berputar satu persatu bagaikan album foto yang tak henti terbuka, air mata nya menetes di balik cadar dan Almeera memutuskan untuk duduk di salah satu kursi di taman itu.


Di ruangan poli kandungan, Dilara sudah berada di ranjang pemeriksaan setelah mengobrol beberapa saat dengan sang dokter kandungan.


“Masyaallah… selamat ibu ada dua janin bayi yang sedang tumbuh, dan ini sepertinya kembar identik..” Ujar sang dokter sambil mengarahkan monitor ke arah Dilara dan juga Azzam


“Dokter serius..???’ tanya Azzam tak percaya dengan mata berkaca-kaca, dan Dilara menutup mulut nya menahan tangis Bahagia


“Serius Dok, bisa dokter Azzam lihat, disini ada dua sel telur yang sedang berkembang, dan ini kembar identic”


Azzam langsung sujud syukur saat memastikan apa yang ucapkan sang dokter tak bercanda, Dilara pun ikut menangis, saat bangkit dari sujud nya Azzam langsung mencium kening Dilara, sang dokter ikut terharu, dia tahu keluarga mereka sedang berduka


“Dokter Azzam kan kembar, jadi potensi untuk bisa punya anak kembar itu lebih besar, apalagi dari laki-laki..”


“Berapa usia nya dok..??” tanya Azzam antusias dengan tangan yang tak berhenti mengelus tangan Dilara.


“Enam minggu dok..”

__ADS_1


“Jika dilihat dari cerita ibu tadi, mual yang ibu alami itu nama nya morning sickness, itu memang akan di alami beberapa ibu hamil, dan dilihat ibu juga hamil kembar, jadi harus hati-hati, jangan kelelahan, karna kondisi kandungan stimester awal itu sangat rentan..”


Obrolan demi obrolan mengenai kehamilan pun mereka bahas, apa saja yang baik dikonsumi dan semua nya. Kini Azzam dan Dilara sudah keluar dari ruangan sang dokter kandungan


“Mau ke Abi dulu atau ke Almeera..??” tanya Azzam


“Ke Almeera aja dulu ya mas, takut nya Abi sibuk.. “


“Ya sudah, perlu pakai kursi roda biar mas ambilkan..??”


“Gak perlu mas, Lara mas sanggup kok jalan..”


“Tapi…”


“Beneran Lara sanggup, kalau gak sanggup nanti Lara ngomong..”


Sesampainya di taman Azzam dan Dilara mencari keberadaan Almeera, dilihat nya sedang bermain dengan anak-anak


“Taman ini punya banyak cerita,kenangan, dari kami kecil hinggal kami remaja, saat datang ke RSH dan menunggu Abi, kami habiskan di taman ini… Rasa nya bayangan Umma berseliweran…” Ujar Azzam dengan sendu


Dilara mengusap punggung Azzam menyalurkan kekuatan untk sang suami.


“Lara sangat paham mas, sosok Umma gak akan bisa hilang dari hati kita, kita akan selalu mengirimkan doa dan doa untuk Umma…”


“Kak….”panggil Almeera sambal melambaikan tangan, Azzam dan Dilara pun berjalan mendekati Almeera


“Gimana…?? Apa hasil nya?? Apa kata dokter nya?? Semua baik-baik aja kan..?? seperti kata Ummi gak…???” semua pertanyaan di borong dalam satu waktu oleh Almeera dan Itu membuat Azzam menyentil kening Almeera


“Auu…. Sakit kak…” aduh Almeera


“kalua tanya bisa satu persatu gak,,?? Mau ngalahin rel kereta Api..??” Balas Azzam dan Almeera tertawa kecil di balik cadar nya


“Hehehe…”


Dilara menyodorkan sebuah amplop yang berisi hasil USG, dan Almeera pun membuka nya perlahan, jantung nya tak kalah deg deg kan.


Ditatap nya lama, lalu di kerutkan nya ke dua alis nya “Ini artinya Apa, kan meera bukan dokter,mana meera tahu..”

__ADS_1


“Alhamdulillah kakak positif hamil Meer, dan kembar, udah enam minggu..” Jawab Dilara


Mendengar itu air mata Almeera menetes begitu saja, buka iri tapi Bahagia, tapi juga ada duka, karna kebahagian ini baru diketahui saat Umma sudah tak ada di sisi mereka.


“Kakak tahu, semua perasaan kita sama, ambil hikmah nya, Ada pertemuan maka ada perpisaha, ada yang datang ada yang pergi..” ujar Azzam sambal mengusap kepala Almeera, dan beberapa detik berikut nya Almeera memeluk Dilara


“Almeera ikut Bahagia kak, Abi pasti juga akan sangat Bahagia…”


“Umma kak Dilara hamil Umma, Umma akan menjadi Uti,kami Bahagia Umma..” Batin Almeera


Almeera dan Dilara pun bergebas pulang, hanya berdua, karna Azzam ada pasien.


“kakak ada yang di penginin gak??” Tanya Almeera


‘‘Gak Meera, lagi belum pengen makan apa-apa, nanti kakak bakal ngomong kalau ada yng di penginin”


“Kabarin yang lain juga kak tentang kabar ini..”


“Iya nanti samapai rumah kita kabarin dari chat grup ya, dan semoga kamu cepat nyusul juga…”


“Aamiin, doai aja kak…” balas Almeera dengan posisi focus pada mobil nya


Taka da yang di tunda, tapi Almeera dan Gibran memang sedang menikmata masa berdua, lagi pula mereka juga masih dalam suasana duka.


Terutama untuk Almeera karna sempat jauh dari sang Umma, merasa belum bisa mengabdikan diri nya lebih lama untuk sang Umma.


Kabar Bahagia itu pun mereka bagikan, begitu banyak doa dari seluruh keluarga. Bahagia dan Duka menjadi satu, tapi hidup harus terus berjalan,


Allah tak akan mengambil sesuatu tanpa menyiapkn gantinya, mungkin itu gambaran dari keadaan saat ini.


🍃🍃🍃🍃


Assalamauallaikum….. Afwan beberapa hari gak bisa Up, lagi banyak tugas apalagi hari sabtu dan Ahad ini ada Kopdar yang harus kak Ajeng hadiri jadi lumayan rempong juga.


Dan Jazaakumullah khairon untuk semua sudah bersedia mampir dan membaca coretan demi coretan saya.... semoga apa yang tertulis membawa manfaat.


Jazaakumullah khairon untuk dukungan nya, dalam bentuk apapun itu.,🥰 Like, Komen, Vote, Gift , Tips...

__ADS_1


Dan makasih juga yang udah mau membaca walaupun gak mau meninggalkan jejak nya walaupun sekedar like..🤭🤭🤭


Sebaik-baik nya Bacaan itu adalah --Al-Qur'an


__ADS_2