Keteguhan Almeera

Keteguhan Almeera
Jadi Sabar ya....


__ADS_3

Menyempatkan berbincang dengan Umma sesaat, dan membahas rencana akan ke panti asuhan Dilara, Gibran pun setuju untuk ikut.


"Mas duluan saja sarapan nya, Meera nyusul, lagian di bawah ada Pak Bimo kan..." ujar Almeera sembari bangkit dari posisi duduk nya, di letakkan nya handphone nya di atas meja.


Saat Almeera masuk ke kamar mandi notifikasi di handphone Almeera berbunyi beberapa kali, membuat Gibran penasaran, diberanikah nya diri untuk meraih handphone Almeera.


Ternyata handphone belum terkunci, membuat Gibran semakin penasaran. Dibukanya handphone itu, bukan notifikasi chat, malah notifikasi blog dan sosial media.


Muslimah Preneur, sebuah nama blog pribadi yang Almeera kelola, di Blog itu banyak pembahasan tentang seorang muslimah. Salah satu tempat yang Almeera pakai untuk dakwah.


Almeera Az-Zahra , Sebuah sosial media pribadi milik Almeera, nampak posting video-video singkat yang bernilai dakwah dan juga ada postingan video pakaian muslimah yang dia produksi. cukup banyak follower nya.


"Jadi selain dibutik dan pondok dia juga memiliki rutinitas lain" guman Gibran


Sabar itu sekolah seumur hidup, Ujian nya suka dadakan, Tapi kalau kamu lulus hasilnya luar Biasa. Surga dan Bahagia siap menanti kamu. Jadi Sabar ya...


Dan ada juga Video yang berlatar pegunungan, dan ada audionya.. Audio seorang wanita dengan suara yang tak asing untuk Gibran, karna itu adalah suara dari Almeera.


Wanita itu cepat Sayang, Wanita itu Cepat Rindu, Wanita itu Cepat cemburu, wanita itu cepat tersenyum, tapi wanita itu tidak cepat melupakan sesuatu yang membuat nya kecewa.


Deg


Gibran teringat akan kata-kata bik Atun, jadi kata-kata itu adalah kata-kata dari Almeera. Gibran menyadari satu hal, ternyata banyak yang belum Gibran ketahui tentang sang istri.


Cekrek


Terdengar suara pintu kamar mandi terbuka dan membuat Gibran langsung meletakkan handphone Almeera kembali ke atas meja, Gibran pura-pura sibuk dengan handphone nya.


Dan betapa kaget nya Almeera melihat Gibran yang masih duduk di sofa. Almeera langsung buru-buru kembali masuk ke kamar mandi dan tidak sengaja membuat Almeera menutup pintunya agak keras.


Gibran kaget di buatnya dan langsung mendekati kamar mandi.


"kamu gak Kenapa-napa kan??" tanya Gibran


Almeera membuka pintu kamar mandi nya sedikit, memberikan celah agar Gibran bisa mendengar nya


"Mas Gibran ngapain disitu?? kan tadi udah Meera bilang turun aja duluan, nanti Meera sarapan nya nyusul, kok masih disitu??"


"loh emang kenapa kamar-kamar saya kan? dan saya masih belum pengen sarapan" jawab Gibran dengan santai nya

__ADS_1


"iya tapi Meera mau ganti baju, Meera kira mas Gibran turun jadi Meera gak bawa baju ganti ke kamar mandi" kesal Almeera dan itu membuat Gibran menahan tawa.


"jangan bilang Sekarang mas lagi ngetawain Meera ya, buruan giih keluar.."


"berani nyuruh-nyuruh suami, lagian ini kamar saya" balas Gibran cuek Tampa bersalah dan malah menyandarkan tubuh nya di dinding dengan tangan yang terlipat di dada.


"Meera gak bermaksud nyuruh-nyuruh mas,. tapi Meera mau ganti baju, masa iya Meera keluar hanya dengan pakai handuk" ujar Almeera jujur, karna dia memang tadi hanya mengenakan handuk di bawah lutut.


"kalau saya gak mau...??"


"ya udah saya tunggu aja di kamar mandi, paling juga masuk angin" balas Almeera kekeh dengan pendirian agar Gibran keluar


"ternyata dia bisa ngeyel juga ya..." lirih Gibran dengan senyuman miring.


"ok.. saya keluar,kali ini saya ngalah, tapi besok-besok kalau kamu lupa bawa pakaian ganti pas ada saya, jangan harap saya keluar" Ujar Gibran sambil melangkahkan kaki nya dengan senyum mengembang.


Sedangkan Almeera mengelus dada nya, menarik nafas panjang lalu membuang nya, bergegas keluar dari kamar mandi setelah Gibran sudah keluar, buru-buru mengunci pintu kamar lalu mengenakan pakaiannya.


Almeera bergegas turun untuk sarapan, keputusan mengenakan cadar nya memang tepat, karna Bimo ternyata masih ada di meja makan.


"Lo ya, kenapa nih sarapan tinggal dikit??"


"Yee salah Lo sendiri makanan enak di tinggal, gue laper..." balas Bimo


"hahaha... sensi amat bos.. tu tangan kenapa?? Lo gak ngelukain Almeera kan..??"


"ya gak lah, Lo gila kali ya, emang pernah gue main tangan, kalau sama Lo mah biasa, sama wanita, bukan Gibran nama nya"


"iya kalau Lo main tangan atau kekerasan gue ganti nama Lo jadi Gebrin, trus gue ganti kemeja-kemeja Lo jadi daster 35 ribuan...hahaha"


"Aden...Aden berdua ini ya, ada saja pembahasan nya" ujar Bik Atun


"Bik gimana rasa nya sejak ada Almeera...??"


"rumah ini berasa ada penghuninya den, apalagi non Meera, baik, ramah.. gak ada istilah nyonya dan bawahan, malah saya banyak di bantu"


"berarti dulu angker donk bik, penghuni nya kayak hantu ya Bik..hahaha"


"berarti gaji bik Atun di potong 25 persen, untuk komisi Almeera karna bantu kerjaan ni Atun ya ..hahaha" canda Gibran, dan itu membuat Bimo dan bik Atun ikut tertawa, saat Almeera sampai di dapur mereka langsung terdiam, sedangkan Almeera berusaha cuek pura pura tak mendengar.

__ADS_1


Almeera mengambil posisi duduk berhadapan dengan Gibran, di ambilnya potongan buah dan segelas susu kambing yang sudah dia siapkan tadi.


"cukup itu aja sarapannya buk??"


"Alhamdulillah cukup... panggil nama aja deh kayak nya, kan lagi gak di lingkungan kerja" balas Almeera


"oh ya siap..." balas Bimo dengan acungan jempol.


"kayak nya ada yang kesulitan makan nich??" sindir Bimo, membuatnya mendapatkan tatapan sinis dari Gibran


"perlu gue suapin gak??" sebuah pertanyaan dengan nada mengejek penuh kepuasan


"eh, dalam keadaan terdesak pakai tangan kiri gak apa lah ya..."


"tu mulut bisa diem gak, kalau gak diem juga gue tonjok juga nich..."


"Bu Almeera....eh maaf Meera maksudnya nya, kayak nya Gibran perlu di bawa jalan-jalan dech.. biar otot-otot agak regang, gak tegang Mulu..."


"sekarang Lo balik ke kantor, seperti yang gue komandoin, emailkan jika ada yang perlu gue cek..."


"berhubung gue udah kenyang dan puas, puas nya pakai banget.... ok dech gue balik ke kantor, baek baek Lo di rumah, jangan nakal ya...." balas Bimo dengan mengedipkan mata nya sebelah


Almeera hanya bisa tersenyum di balik cadar nya melihat dua sahabat itu yang jarang terlihat akur.


Almeera bangkit dari duduk nya, membawa piring serta gelas kotor nya dan Bimo ke cucian piring, lalu mengambil posisi duduk di sebelah Gibran, tepat di bekas duduk Bimo.


"Sini Merea bantuin lagi..." ujar nya sambil meraih sendok yang ada di tangan kiri Gibran, karna dari kemaren memang Almeera lah yang membatu nya makan.


Gibran tak bisa menolak karna tangan kanan nya memang masih di perban. Almeera dengan telaten memberikan suapan demi suapan, tanpa suara.


"lain kali jika marah, jangan sampai melukai diri sendiri, walaupun sebenarnya amarah itu memang hanya berdampak buruk pada diri sendiri, bahkan ke orang lain juga" ujar Almeera di suapan terakhirnya lalu beranjak membersihkan meja makan


Gibran hanya diam, tak tahu harus berkata apa.. dia bisa berdebat dengan banyak orang, tapi saat dengan Almeera, seakan kosa kata nya lenyap, di tambah lagi tadi melihat isi blog dan Instagram milik Almeera.


🍃🍃🍃


Lanjut...???


Jazaakumullah khairon untuk semua dukungan nya, dalam bentuk apapun itu.,🥰

__ADS_1


Like, Komen, Vote, Gift , Tips...


Sebaik-baik nya Bacaan itu adalah Al-Qur'an


__ADS_2