
Dibuka nya mata nya perlahan, dan senyum nya terukir begitu lebar menikmati maha karya Tuhan yang begitu indah, itulah yang Gibran lakukan.
Tak pernah terbesit dipikiran nya bisa menjalani bahtera rumah tangga yang begitu indah, Terkadang kita manusia merancang banyak rencana, merasa rencana kita begitu sempurna, tapi terkadang Allah menilai itu hanya sebuah sampah yang harus Allah buang.
Tapi percayalah rencana Allah itu sudah pasti yang terbaik.
Di kecupnya kening Almeera begitu lama..
“Mas…” terdengar suara khas baru bangun tidur dari Almeera
“Eh sayang nya mas udah bangun…mas ganggu ya..??” Tanya Gibran
Almeera membuka mata nya lebar-lebar, tak percaya dengan apa yang Gibran Ucapkan barusan.
“ Mas panggil meera apa tadi..??” tanya Almeera memastikan
“Sayang,,, " ulang nya
"kenapa gak enak di dengan ya?? Hmm..atau kurang bagus.. atau kamu gak suka?” tanya Gibran
Almeera menggeleng
“Terus kenapa..??” tanya Gibran lagi
“Agak aneh aja tiba-tiba panggilan mas berubah gitu, biasa kalua gak kamu, nama yang mas panggil..”
“Memanggil istri dengan panggilan kesayangan itu yang Rasulullah contohkan, ya walau sebelum nya rada ragu untuk menyebut itu, takut kamu nya gak mau..”
“apapun panggilan suami, selama itu baik, mana mungkin Meera menolak…” balas Almeera dengan senyum mengembang
Gibran pun mencubit hidung Almeera, “ Mandi yuk..??” ajak Gibran kemudian
“Mas duluan aja..” balas Almeera
“Berdua aja…” balas Gibran
“Mas duluan aja…biar cepat..” balas Almeera lagi
“Ibadah Loh…” Goda Gibran
“Udah adzan, nanti yang ada kita telat untuk ibadah yang wajib lain nya..” balas Almeera sambil menaikan alis nya, dan itu membuat Gibran pun beranjak dengan bibir yang mengerut.
Selesai melaksanakan ibadah subuh, almeera pun bergegas ke dapur untuk meyiapkan sarapan
“Bik,sayuran udah habis ya..??” tanya Almeera
__ADS_1
“Iya non, kan ini hari Ahad, nanti bibik belanja ke pasar non.. kemaren penjual sayur keliling nya gak lewat” jawab bik Atun
“Biar Meera aja bik nanti yang kepasar..”
Pagi ini mereka bertiga pun ke pasar dengan Gibran yang setia menemani sang istri tercinta, tak ikhlas jika ada penjual sayur yang menggoda, ledek bi Atun beberapa saat lalu saat mereka selesai sarapan,
“Non kita ke bagian ikan saja dulu ya..” ujar bik Atun mengarahkan mereka untuk mengikuti nya menuju penjual ikan,
Gibran tak membiarkan sang istri kesulitan di suasana pasar yang lumayan padat, melindungi sang istri.
“Mas, ikan Gurame nya sekilo ya…” ujar Bi atun ke penjual ikan
“Bik, nanti kita beli ayam kampung ya,,,” bisik Almeera ke telinga bik Atun dan Bik atun menjawab dengan anggukan
“Anak gadis nya ya buk, boleh lah di kenalin..??” tanya salah satu penjual ikan, dan itu membuat Gibran mengerutkan kening nya
“wah gak bisa mas…” balas Bik atun
“Ah si ibu, gini-gini saya juga fasih loh baca Alquran… masih masuk golongan orang sholeh kok buk” balas sang penjual merasa karna penampilan Almeera membuat nya membanggakan diri nya dalam segi agama
“Bukan soal itu mas, kadar ke sholehan seseorang hanya Allah yang tahu..” balas bik Atun
“mas mau kenalan sama istri orang..” Gibran angkat bicara sambil merangkul pundak Almeera, dengan nada sedikit ketus dan tatapan menusuk bagai pisau belati.
Membuat sang pedagang melotot kaget.
“Sudah menikah, dan ini suami nya..” tambah Bik Atun dan itu membuat sang penjual ikan nyengir kuda
“Bercanda buk…hehehe..” balas sang penjual dan di ikuti tawa oleh sesama pedagang lain nya.
Almeera hanya bisa tersenyum di balik cadar nya, bukan karna sang pedagang, tapi karna melihat ekpresi sang suami.
“Gak lagi-lagi biarin istri mas ini ke luar sendiri, kecuali ke butik…” bisik Gibran, dan ucapan Gibran, membuat Almeera tertawa kecil.di balik cadar sebagai jawaban nya.
Selesai dengan ikan, dan menu lauk lainnya, mereka pun menuju bagian sayuran, Gibran tak melepaskan genggaman tangan nya sedetik pun, karna mungkin dia sedang ingin menunjukan kepada dunia, dia wanita ku.
Selesai dengan rutinitas di pasar mereka pun langsung menuju pulang ke rumah, dan sesampainya di rumah Almeera dan Bi Atun langsung ke dapur membereskan hasil belanja mereka.
“Den Gibran kalua cemburu ngeri ya non…” bisik Bik Atun lalu sekilas melihat ke arah Gibran
“Meera juga baru tahu bik, hehehe” balas Almeera dengan tawa kecil
“Loh non, itu kok punggung udang nya di belah gitu..??” tanya Bik Atun yang heran saat melihat Almeera Nampak membelah bagian punggung Udang
“Bik atun belum tahu ya, letak kotoran Udang itu dimana??” tanya Almeera balik
__ADS_1
“Emang udang ada kotoran nya non, bukankah kulit sama kepala aja yang perlu kita buang??”
“Bik Atun sini dech lihat ini” ujar Almeera sambil menunjukkan udang yang sudah dia buang kulit nya, lalu Almeera memotong bagian punggung udang dari area kepala hingga ekor
“Coba lihat ini..” ujar almeera sambil menunjukkan apa yang tampak dari hasil udang yang dia belah bagian punggung nya itu
“Loh itu apa non..??” tanya Bik Atun heran melihat ada seperti benang berwarna hitam Panjang dari atas kepala hingga ekor udang
“yang hitam ini tuh usus udang bik, nah tahu lah ya apa isi usus ini tampa almeera sebutkan..??”
“maksud non meera itu kotoran udang nya gitu..??” Tanya Bik Atun antusias dan Almeera menjawab dengan anggukan.
“Bibik bener-bener baru tahu non, selama ini kalau bersihkan udang cuma buang bagian kepala dan kulit nya saja..”
“Kan sekarang udah tahu, jadi kalau bersihkan udah, bagian punggung harus di belah sedikit ya, agar usus yang berikan kotoran ini bisa kita buang,..jadi makan udang nya gak sama kotoran nya dech"
“Siap non, begini yah kalau dari keluarga dokter, semua serba tahu..” puji Bik Atun
“Gak harus keluarga dokter kok Bik, meera tahu nya malah saat nonton tayangan masak-masak..” Balas Almeera
“Ilmu itu bisa kita dapat dari mana saja bik, pandai-pandai kita menyaring saja..”
“berarti pas non masak udang yang biasa bibik bersihkan gimana??”
“Meera cuci ulang sebelum di masak..” jawab Almeera
“Tuh bik, sekarang banyak akses kita untuk belajar, tapi tetap harus pandai pandai menyimpulkan, karna kadang juga banyak sumber yang tidak berdasar, kadang juga ada mengarah ke arah tidak mendidik” ujar Gibran tiba-tiba sambil mendekati Almeera
“Sayang, Coba lihat dech nich, ada konten yang membawa-bawa agama islam, tapi dia juga ada memerankan di konten sebelum nya memakai salib.. membuat konten tentang Ustadz mesum, ada juga memakai cadar untuk menyelidiki sang suami, membawa nama ta'aruf tapi menuju ke arah kekerasan.. banyak lagi dech...."
"Kita yang berakal harus bisa lebih bijak dan cerdas lagi mas, mereka seakan paham, mereka hanya mengambil poin yang buruk yang pernah mereka dengar,. tanpa ilmu dalam menyampaikan"
"ngeri juga ya non...."
"sama seperti te*roris bik, mereka mengenakan cadar, membuat kadang kami yang bercadar di pandang sebelah mata, padahal itu kaum Yahudi menyamar dengan mengenakan cadar"
"kami yang bercadar , atau yang menutup aurat dengan baik di tuntut sempurna, tak boleh salah sedikit, padahal antara cadar atau hijab dan sikap atau perilaku kita itu adalah hal yang berbeda" tambah Almeera
"yang pasti satu bik, carilah teman yang mengingatkan kita kepada Allah..itulah teman yang sesungguhnya, teman yang mengajak kita mengaji..."
🍃🍃🍃🍃
Lanjut...???
Jangan lupa dukungan nya ya...🥰
__ADS_1
Sebaik-baik nya Bacaan itu adalah --Al-Qur'an