
Azzam sekeluarga sudah dalam perjalanan menuju panti asuhan, seperti yang sudah di rencana dan juga sudah se izin ibu panti. Dilara yang akan pergi keluar pun di larang oleh ibu panti, karna akan ada tamu, hanya saja Dilara tidak tahu tamu nya itu siapa.
"kata-kata puitis udah di rangkai belum kak...??" goda Almeera
"gak perlu pakai kata puitis, utarakan saja apa yang ada di hati" Abi yang membalas
"jantung Azzam udah gak karuan Bi..."
"Bismillah..." balas Umma sembari mengelus pundak Azzam dari belakang
"Azzam Bener-bener bersyukur, apapun nanti hasilnya, Azzam di temani keluarga lengkap, gak kebayang gimana kemaren Gibran, gimana ya perasaan..??"
Mendengar penuturan Azzam membuat Almeera teringat betapa tegangnya wajah Gibran saat menyampaikan niat nya.
"kami gimana dek, udah punya jawaban, jangan terlalu lama, kasian kan kalau harus di gantung lama-lama.."
"In Syaa Allah lusa.. doakan yang terbaik aja" mendengar jawaban Almeera, Umma kini merangkul Almeera
Mobil pun sampai di pekarangan panti. Mereka pun turun, tak lupa bingkisan untuk para anak panti, belum untuk Dilara ya, masih untuk anak panti.
"Assalamualaikum..." salam Mereka kompak
"waallaikumusallam..." jawab Dilara, dan betapa kagetnya Dilara saat melihat siapa yang datang
"Abi, Umma.....mari masuk..." Ujar Dilara mempersilahkan mereka masuk dan duduk di sofa tamu
"Ini ada untuk anak-anak yang lain.." ujar umma memberikan bingkisan
"Terimakasih Umma,.Lara panggilkan ibu panti dulu"
Dilara pun memanggil ibu panti, dan bingkisan sudah di bawa anak-anak panti lainnya.
Tak lama kemudian semua sudah berkumpul, Dilara pamit untuk kebelakang tapi di cegah oleh bu panti, Bu panti meminta Dilara untuk tetap duduk.
"duduk disini saja.." ujar Ibu panti dan Dilara menurut
Umma mendekati Dilara, tersenyum di balik cadar nya, Umma menggenggam tangan Dilara saat sudah duduk tepat di samping Dilara.
"Dilara, kami sekeluarga datang kesini mempunyai sebuah niatan.."
__ADS_1
"niat apa Umma.." tanya Dilara sedikit heran
"Azzam, coba kamu sampai sendiri nak.." ujar Umma
"Mohon maaf sebelumnya jika mungkin kedatangan kami agak berbeda dari kedatangan sebelumnya.. kami datang kesini ingin menemani putra kami menyampaikan sebuah niat baik.." kali ini Abi yang bersuara
Dilara melihat ke arah ibu panti.. "benar, Umma sudah menghubungi ibu beberapa hari lalu.." ibu panti menjawab keheranan Dilara
"Nak Azzam silahkan di sampaikan langsung" tambah ibu panti
"Dilara Febrika di depan Ibu panti dan kedua orang tua saya, dan dengan menyebut nama Allah.. Bismillahirrahmanirrahim, kedatangan saya dan keluarga adalah untuk mengkhitbah Kamu menjadi Istri saya" Ujar azzam penuh keyakinan
Mata Dilara membulat mendengar penuturan Azzam.
"Mungkin pertemuan kita singkat, dan komunikasi kita juga sangat jarang, tapi saya tidak tahu apa ini yang dinamakan cinta pada pandangan pertama, tapi jujur ada rasa yang sulit saya ucapkan saat melihat kamu pertama kali di RSH, tapi semakin saya mengenal kamu, membuat saya semakin yakin untuk membentuk sebuah ikatan yang Halal..." Aku Azzam
Air mata Dilara menetes, Umma menarik wajah Dilara untuk menghadap Umma.
"Gimana Nak..kamu bersedia??" tanya Umma
"Maaf sebelumnya, jujur saya sangat kaget dengan semua ini, ini bagaikan mimpi Umma, Umma,.Abi dan juga Mas Azzam pasti sudah tahu latar belakang saya, bagaimana mungkin, secara status sosial kita sangat berbeda Umma" ujar Dilara dengan sesak
"Nak.... status kita sama, sama-sama hamba Allah yang mempunyai banyak ke khilafan, jika mengenai harta yang kamu maksud, kamu pasti tahu, Harta, tahta, bahkan nyawa ini adalah titipan, Allah yang memilikinya..."
"Rendah hati itu harus, tapi jangan rendah diri, karna kita tidak pernah tahu kedepan nya kehidupan kita seperti apa, bisa saja di menit berikutnya jika Allah mau harta kita habis, maka dengan mudah Allah akan membuat semua semua itu terjadi, bahkan jika Allah berkehendak akan nyawa kita di menit berikutnya pun kita tak akan bisa menolak.." kali ini Abi yang berbicara
"Nak....kamu anak yang baik, Sholeha, kami semua menyayangi kamu, ibu yakin ini adalah buah dari kesabaran kamu selama ini.. jika kamu bertanya bagaimana pendapat ibu, dengan tangan terbuka ibu merestui nak.." ujar ibu panti dengan menetasnya air mata, ibu panti Begitu menyayangi Dilara seperti anak nya sendiri
Umma mengelus pundak Dilara.. "jika belum bisa menjawab, ingin ber istikharah dulu, kami bersedia menunggu jawaban itu" ujar Umma
Azzam hanya bisa terdiam bingung harus berucap apa lagi. semua dia kembalikan kepada Dilara.
Dilara menggenggam tangan Umma dan ibu panti, di pejamkan nya kedua mata nya, lalu di tariknya napas panjang, lalu di buang nya perlahan.
"Bismillahirrahmanirrahim, dengan menyebut nama Allah juga saya menerima khitbah dari mas Azzam..." Ujar sembari tertunduk dengan air mata yang mengalir
"Alhamdulillah..." ucap syukur semua yang ada di ruangan itu, Dilara dipeluk oleh Umma dan ibu panti secara bergantian
Abi pun memeluk Azzam, di ikutin juga dengan Almeera.
__ADS_1
"Saya bukan wanita sempurna, baik akhlak, ilmu maupun Harta, mohon Mas Azzam bersedia membimbing dan menerima nya" tambah Dilara
"In Syaa Allah..." balas Azzam dengan senyum mengembang
Anak-anak panti yang sedari tadi nguping pun berhamburan keluar...Dilara mendatangi mereka,.lalu mereka memeluk Dilara secara bersamaan.
"Kak Lara bakal pergi Dong...??" tanya salah satu anak panti, Dilara Bingung harus menjawab apa,.tapi tiba-tiba Azzam sudah berada di dekat mereka bersama dengan Almeera juga.
"In Syaa Allah kak Dilara akan sering berkunjung nanti.."
"kalian juga boleh ke rumah jika kangen kak Dilara, tinggal telfon nanti kami jemput" tambah Almeera
"beneran kak Meera gak bohong kan..??" Almeera menjawab dengan anggukan, dan itu membuat sebagian anak panti berlari memeluk Almeera, karena kaget Almeera hampir saja akan terjatuh.
"yeee...." sorak mereka bersamaan
"makanan yang kak Meera bawa tadi kenapa gak di makan..??" tanya Almeera
"belum di buka kak, gak berani..."
"ya sudah kita buka yuuk..." Ajak Almeera, sedangkan Azzam dan Dilara kembali ke sofa, membahas lebih Serius lagi, untuk acara selanjutnya, Umma juga menyematkan sebuah cincin ke jari manis Dilara.
Tak lama kemudian mereka pun pamit.. dan Acara akan di langsung sekitar dua bulan lagi, untuk mempersiapkan semua nya, walaupun Dilara ingin acara yang sederhana, tapi itu tidak mungkin, selain sepak terjang Abi dan juga sudah jadi kebiasaan mereka setiap acara akan mengundang banyak anak yatim dan duafa.
Tak ada acara berfoya-foya, tapi acara ini di jadikan acara berbagi kebahagian untuk mereka.
Jika Khitbah Azzam sudah mendapatkan jawaban, tinggal Almeera yang menjawab khitbah nya.
"Tinggal kamu yang belum menjawab khitbah Gibran.." ujar Umma saat dalam perjalanan pulang
"doain aja Umma Apapun jawaban Meera nanti itu jalan terbaik dari Allah.."
Jika sang kakak melamar dengan mengutarakan isi hati nya, tapi tidak dengan Gibran, lalu apa yang akan membuatnya yakin jika Gibran memang bersungguh-sungguh.
🌠🌠ðŸŒ
Lanjut...???
Jazaakumullah khairon untuk semua dukungan nya, dalam bentuk apapun itu.,🥰
__ADS_1
Like, Komen, Vote, Gift , Tips...
Sebaik-baik nya Bacaan itu adalah Al-Qur'an