
Kadang Allah turunkan Petir dan Kilat, yang membuat kita takut, bahkan menangis tenyata semua itu adalah proses dimana Allah hendak mendatangkan Pelangi.
Mungkin seperti itu yang Almeera jalani, menerima kenyataan pahit niat sang suami menikahinya, hati menjerit, menangis dalam diam, tapi membuat nya kuat untuk mencari kebenaran, dan kebenaran itu membuat nya mendapatkan cinta.
Keteguhan membuahkan hasil, keyakinan akan jalan yang Allah berikan membuat nya semakin kuat.
Kisah cinta nya tak seindah cinta Abi dan Umma... yang di awali dengan cinta yang tulus, berbeda dengan kisah cinta nya , sebuah cinta nya harus di awali dengan sebuah kesalahpahaman di masa lalu.
Tapi setiap perjuangan itu pasti akan membuahkan hasil. jika tidak sekarang mungkin nanti. itulah yang Almeera rasakan.
Hingga malam ini dia bisa merasakan indah nya pelangi setelah hujan itu.
Dibukanya mata nya perlahan, dengan posisi membelakangi sang suami tapi tetap dalam Kungkungan Gibran, yang membuat tubuh nya menghangat.
kruk kuk... kruk kuk..
Ada sebuah suara yang berasal dari perut Almeera.
di lihat nya jam dinding yang menunjukan pukul tiga pagi, dibalikan tubuh nya untuk menghadap ke arah Gibran, di tepuk-tepuk nya pipi Gibran perlahan.
"mas bangun..."
"hmmm... emang udah subuh ya??" tanya Gibran dengan mata yang masih terpejam.
"belum baru jam tiga, tapi Meera lapeeerrr...." jujur Almeera dan itu membuat mata Gibran langsung terbuka.
"laper...??" tanya Gibran lagi dan Almeera membalas dengan anggukan
Gibran pun bangkit dari tidur nya, begitupun Almeera.
"mau mas masakin apa..??"
"emang mas bisa masak???" tanya Almeera meragukan
"yah selepe dia sama suami sendiri...mas masakin nasgor mau gak??"
"sepele kali mas... selepe itu bahasa dari mana coba??"
"bahasa plesetan anak muda sekarang, hehehe...mas masakin nasi goreng ya???
"jam segini makan nasgor, mas gak salah..???"
"trus apa?? mie rebus mau??"
"itu lagi..." sambil menepuk jidat nya
"iya mas paham kamu gak biasa makan berkarbo tinggi di jam segini, kecuali lagi puasa,.tapi sesekali kan juga gak apa, lagian kan baru selesai tempur, jadi butuh pasokan karbo yang banyak... hehehe" bukan jawaban Almeera malah menepuk wajah Gibran dengan bantal karna malu.
"kok mas malah di timpuk bantal...??"
__ADS_1
" siapa suruh mas mesum..." dan itu membuat Gibran terkekeh, lalu mencium singkat kening Almeera
"ya udah mas mandi dulu, nanti mas masaki.."
Tak berapa lama kemudia Gibran pun keluar dari kamar mandi.
"tunggu disini, biar mas yang masak, jangan turun dari ranjang, jadi permaisuri yang manut.." Almeera hanya bisa mengangguk kepalanya, pancaran kebahagiaan nampak dari dua insan ini.
Perlakuan hangat Gibran selalu membuat tak bisa berkomentar,.membuat nya membeku.
Saat Gibran turun, Almeera pun menuju kamar mandi untuk membersihkan diri nya.
Kurang lebih lima belas menit nasi goreng ala Gibran pun selesai, di taruh nya di atas piring, dengan ceplok telur setengah matang, dengan taburan bawang goreng membuat yang melihatnya pasti akan tergugah selera makan nya.
Satu piring nasi goreng dan segelas air hangat Gibran bawa menuju kamar dengan nampan.
cek lek...
pintu kamar terbuka nampak Almeera yang masih setia di atas ranjang dengan Alquran kecil di tangan nya.
Gibran pun duduk di tepi ranjang dengan memangku nampan yang berisikan nasgos dan air hangat.
"Shadaqallahul adzim...." ujar Almeera sembari menutup Alquran kecil nya.
"makan yuk...."
"trus... masa iya jam tiga pagi mas nelfon bibik..sini mas suapin"
"Bismillahirrahmanirrahim..." doa Gibran dan Almeera bersamaan
Disuapkan sesendok nasi goreng dengan potongan telur ke mulut Almeera.. Mata Almeera membulat saat merasakan hasil dari masakan Gibran.
"ini serius mas yang masak??" tanya Almeera saat makanan nya sudah di telan
"enak kan...??" tanya Gibran sedikit sombong
"enak... enak banget,.kenapa mas gak buat warung nasgor...hehehhe"
"hahaha..." tawa Gibran , lalu Gibran ikut menyuapkan nasi goreng ke mulut nya.
"dulu pas mas kos,.mas biasa masak sendiri, jadi bisa lah masak dikit-dikit..."
Mereka pun menikmati nasgor ala Gibran, dan sesekali saling memberikan suapan, tak lama setelah mereka selesai makan, adzan subuh berkumandang, merekapun beranjak untuk mengambil wudhu lalu menunaikan ibadah sholat subur berjamaah.
:::
"apa agenda pagi ini den...??" tanya mang Amir sembari menyirami tanaman di teras.
"belum tahu mang paling lihat-lihat perkebunan aja mang"
__ADS_1
"anak-anak mamang masih lanjut kan kuliah nya??" tanya Gibran lagi
"masih den,.ada juga yang udah kerja.."
"kalau butuh pekerjaan Kabarin Gibran, sky siap menerima"
"masyarakat...siap den..."
Di dapur nampak bibik yang baru saja pulang membawa belanjaan dari pasar.
Almeera membantu Bik Minah mengeluarkan belanjaan dari dalam keranjang.
Bik Minah nampak sedang membuka bungkusan yang berisikan telur, lalu akan di susun nya ke dalam kulkas,.namun di hentikan oleh Almeera.
"Bik di cuci dulu telur nya dengan air mengalir.." ujar Almeera
"kok di cuci non..??"
"Karna di cangkang telur itu kan ada sisa kotoran ayam.."
"ada dua pendapat tentang kotoran ayam, ada ulama yang berpendapat kotoran ayam itu bukan najis, dan ada juga ulama yang berpendapat kotoran ayam adalah najis.."
"terjadi perselisihan antara dua pendapat ini, tapi para ulama berpendapat keluar dari perselisihan itu adalah hal yang Allah sukai..."
"Maksudnya disini, baik mau ikut pendapat yang mengatakan najis atau pendapat yang mengatakan tidak najis, maka sebaiknya dicuci dulu telurnya. Karena bagi orang yang mengikuti pendapat “tidak najis” tidak ada masalah juga jika telurnya dicuci terlebih dahulu. Sementara bagi yang mengatakan “najis” memang seharusnya dia mencuci telur (yang terkena najis) tadi"
"Intinya, Jika telur kita cuci terlebih dahulu bukankah itu lebih baik, Sedangkan kalau tidak dicuci (padahal ada kotoran ayamnya), Tampa kita sadari olahan yang berbahan telur tadi tercampur oleh kotoran ayam, walaupun hanya sedikit"
"Kebersihan adalah sebagai dari Iman, di tambah ada yang berpendapat kotoran ayam adalah najis, menghindari apa yang kita makan nanti nya berubah menjadi Haram, Wallahu alam Bishawab"
"masyaallah... bener juga ya non, makasih ilmu nya non, bibik mah batu kepikiran gitu, mau mengikuti pendapat mana kembali ke diri masing-masing, tapi menghindari hal yang tidak baik itu kan lebih bagus lagi.. kebersihan sebagian dari iman ya kan non.." balas Bik Minah sambil membawa telur tersebut ke wastafel untuk mencuci nya
Mang Amir yang mendengar percakapan mereka saat akan masuk ke dapur menepuk pundak Gibran.
"Hebat ya den, bisa dapat istri Sholeha..."
"bukan saya yang hebat, tapi Allah yang maha hebat, membuat saya mendapat istri seperti dia mang"
"kalau bapak dan ibu masih ada, pasti sangat bahagia den..." balas mang Amir dan Gibran hanya membalas dengan senyuman bahagia dengan mata yang tak teralihkan dari aktifitas Almeera.
🍃🍃🍃
Lanjut kita??
Jazaakumullah khairon untuk semua dukungan nya, dalam bentuk apapun itu.,🥰
Like, Komen, Vote, Gift , Tips...
Sebaik-baik nya Bacaan itu adalah --Al-Qur'an
__ADS_1