Keteguhan Almeera

Keteguhan Almeera
Aktifitas Baru


__ADS_3

🌠Jauh dari Al'quran\=Rapuh & Hampa🌠


*****************


Hari yang di tunggu, kediaaman Gibran dan Almeera sudah mulai ramai di datangi tamu, acara tasyakuran dan Aqiqah yang di bilang sederhana, tapi hasil nya cukup luar biasa.


Tak ketinggalan anak-anak panti pun hadir, Gibran juga mengundang salah satu ustadz yang cukup di kenal di kota ini, kenapa bukan Abah Fatih atau Adam, jawabannya karna ingin keluarga besar cukup fokus pada acara.


Ustadz tersebut menyampaikan sebuah hadist Rasulullah yang berbunyi


‘’Anak tergadai dengan aqiqahnya, di sembelih untuknya pada hari ke tujuh kelahiran nya..’’ (HR . Al-Tarmidzi dan Hasan Shahih)


“daging Aqiqah hendaknya dibagikan kepada mereka yang berkah, siapakah orang-orang yang berhak itu?? Orang-orang itu adalah mereka yang paling layak menerima sedekah..’’


‘’maka selain daging tersebut untuk kita makan bersama, Sebagian dari daging tersebut juga di sedekahkan…’’ tambah pak Ustadz


Gibran juga sudah meminta Sebagian pegawai nya untuk membagikan daging yang sudah di masak untuk di bagikan keluar.


Keluarga besar Almeera berkupul semua , baby Shaka dan Syila nampak begitu anteng padahal suasana sangat berisik, berbeda dengan baby Reeina dan Reeisya jadi rebutan untuk di gendong.


‘’gemes lihat pipi chubby nya Reeina deh…’’ ujar Soraya


‘’ya udah buruan halal, biar makin ramai nanti..’’ ujar Ummi


‘’doain ya Ummi, sedang persiapan…’’ jawab Soraya


‘’Kenapa gak di halalin dulu, resepsi nyusul..’’ ujar Abah Fatih


‘’setuju tuh, jadi kalau kalian mau ngurus apa-apa udah halal, terhindar dari dosa..’’ ujar Abi setuju


‘’ Alhamdulillah semua sudah siap Bi, tinggal nunggu undangan beres, karna target memang kalau twins sudah lahir" balas Bimo


"kami Nunggu kabar aja, siap untuk bantu makan-makan enak..." canda Azzam


"bisa aja dokter Azzam ini.." balas Bimo


"kita ini keluarga, jangan terlalu formal, dan saya juga gak lagi dinas di rumah sakit loh..." balas Azzam


"hasiap..." balas Bimo


🍃


Malam pun datang, acara Aqiqah berjalan dengan lancar, sedekah juga sudah di bagikan.


Twins sedang terlelap dan Almeera pun memanfaatkan untuk Pumping Asi, karna tidak lah mudah mengurus dua bayi sekaligus, apalagi jika kedua nya minta Asi di saat yang sama.


"Gimana Asi nya..??" tanya Ummi Arafah

__ADS_1


"Alhamdulillah banjir Ummi.. "


"di jaga ya makan nya, ingat semua pesan Ummi, lusa Ummi sudah harus balik ke ponpes" ujar Ummi


"Meera udah bersyukur banget Ummi mau disini temani Meera, ngajarin Meera, Meera juga tahu Ummi di ponpes juga ada tanggung jawab yang gak bisa Ummi tinggal lama-lama" balas Almeera


"kalau ada apa-apa atau mau di tanya langsung hubungi Ummi ya..."


"Siap..." balas Almeera sambil meletakkan botol yang sudah berisi Asi ke atas nampan yang ada di atas nakas.


Almeera memeluk Ummi saat sudah selesai Pumping Asi nya.


"Ingat kamu sekarang bukan hanya istri, tapi juga Ibu, tidak mudah mengimbangi semua nya, tapi Ummi yakin kamu bisa.." nasihat Ummi


"In Syaa Allah Ummi, doakan anakmu ini mampu menjadi Istri dan Ibu yang baik seperti Umma dan juga Ummi..." balas Almeera


"aamiin... ummi akan selalu mendokan yang terbaik untuk anak-anak Ummi.."


"Hmmm..." dehem Gibran


"Asik banget...mau juga di peluk" ujar Gibran


"ada yang iri tuh, biasa dia yang selalu di peluk, sekarang mah twins yang di peluk..." ledek Ummi


"iih Ummi kalau ngomong suka bener...hehehe" balas Gibran


"hadeeh... gak bisa di pungkiri Ummi kalau iri, soal nya di anggurin Mulu, atau pas datang tahu-tahu udah terlelap..." balas Gibran sambil duduk di samping Almeera lalu menyandarkan kepalanya di bahu Almeera


"Ummi keluar aja deh... ada bayi besar yang lagi pengen di urusin..." ledek Ummi sambil beranjak dari duduk nya


"Ummi keluar dulu ya, awas Pumping nya jangan lupa di masukan kulkas..." tambah Ummi saat sudah di depan pintu


Sejak twins lahir Gibran sengaja menyediakan kulkas kecil di kamar, agar Almeera lebih simpel untuk menyimpan Asi nya,.dan sewaktu-waktu membutuhkan tidak perlu lari ke dapur terlebih dahulu.


Gibran beranjak dari posisi nya, di ambil nya botol yang sudah berisi Asi lalu di masukan nya ke dalam kulkas.


Gibran bukan hanya harus jadi suami siaga, tapi dia harus jadi Ayah yang siaga.


Saat twins sama-sama butuh Asi, dia dengan sigap menyiapkan Asi ke dalam dot, satu langsung nge Asi dengan Almeera, satu lagi Gibran yang membantu memberikan nya.


"kenapa kok lihatin mas kayak gitu...??" tanya Gibran


"bahagia dan bangga, punya suami yang tampan, baik, Sholeh, siaga lagi..." puji Almeera


"Mas yang super bahagia dan bangga.. di berikan istri yang mas gak bisa sebutkan kelebihan yang ada pada diri nya satu per satu. yang pasti satu hal yang mas tahu, kamu yang terbaik yang Allah berikan..." balas Gibran


"tidur lah, udah malam, karna twins kan suka bangun berulang kali..." tambah Gibran

__ADS_1


"belum ngantuk, mas duduk sini deh..." ujar Almeera


Saat Gibran duduk di depan Almeera, Almeera di ranjang dan Gibran duduk bersila di atas karpet, Almeera langsung memijat pundak Gibran, Gibran nampak menikmati pijatan sang istri.


Dari pundak lalu kepada.


"jadi ngantuk.." ujar Gibran


Almeera membawa kepala Gibran ke atas paha nya, di pijat nya kening Gibran, Alis Gibran, memberi sensasi relaksasi. Gibran nampak memejamkan mata nya, menikmati setiap hasil pijatan sang istri.


"Kalau kayak gini buat mas gak mau beranjak lah..." ujar Gibran masih dengan mata terpejam


"ayah nya Twins lagi lelah.." ujar Almeera


"lelah menjadi lilah sayang... mas bahagia, apalagi hari ini kita bisa berbagi kebahagiaan ke banyak orang di luar sana, semoga apa yang kita berikan itu,. bermanfaat untuk mereka..." ujar Gibran


"aamiin ya Allah.. "


saat sedang menikmati pijatan sang istri, tiba-tiba terdengar tangisan Shaka.


"Shaka mulai beraksi tuh sayang... biar mas yang lihat" ujar Gibran sambil bangkit dari duduk nya


"Shaka baru nge Asi tadi mas, mungkin dia buang air kecil, karna dia paling gak tahan kalau basah, langsung bangun."


"siap, mas coba lihat popok nya basah atau tidak..." ujar Gibran sambil meraba Popok Shaka


"tapi sayang ini popok nya gak basah...??" tanya Gibran


"di buka mas, itu popok nya gak tembus, ada penampung nya, tapi dia gak betah kalau udah terasa basah..." ujar Almeera


"oh jadi anak ayah ini gak betah kalau becek ya.." ujar Gibran ke Arshaka


Dan bener saja, saat popok di ganti , Arshaka kembali terlelap


🍃🍃🍃🍃


Lanjut…???


Yang ingin tahu jadwal UP langsung Follow IG kak Ajeng ya.. @cerita_ajengkirana


Dan Sebelum lanjut ingat jangan lupa tinggalkan jejak dukungannya ya. Apapun bentuknya akan di terima, Like, vote, gift dan komen nya.


Yang belum meninggalkan jejak dukungannya, semoga dilembutkan hati nya..


Jazaakumullah khairon...🙏🥰


Sebaik-baik nya Bacaan itu adalah –Al’Quran

__ADS_1


__ADS_2