Keteguhan Almeera

Keteguhan Almeera
keistimewaan perempuan


__ADS_3

Almeera nampak sedang ngobrol dengan seseorang saat berada di lantai dasar Sky, sembari menunjuk ke sebuah arah, sepertinya ada yang bertanya sesuatu kepada Almeera.


"Almeera kan..??" sapa seorang pria yang di belakangnya ada seorang wanita.


"Hardi...??"


"masih ingat...??"


"makasih ya mbak..." potong ibu-ibu yang tadi sempat berbincang dengan Almeera


"kembali kasih ibu.." balas Almeera ramah


"In Syaa Allah ingat, masih tanda sama Meera??"


"masih lah... apa kabar..???"


"Alhamdulillah... itu istri kamu..??"


"oh kenalin ini Micell sekretaris aku.." Ujar Hardi memperkenalkan sang sekretaris dan Almeera menyambut dengan ramah


"belanja...??" tanya Hardi


"gak, mau ngecek kios, kebetulan aku ada kios di sini..."


"wich kok pas banget, aku juga lagi mengajukan kerjasama sama Sky untuk stay kan produk ku disini.."


"gimana hasil nya...??"


"Alhamdulillah, In Syaa Allah lusa mulai buka"


"ya udah kalau gitu, aku ke atas dulu ya.." pamit Almeera


"ok... besok bisa lah ngobrol lebih panjang lagi"


"In Syaa Allah..."


Sebuah pemandangan yang cukup mengganggu nya, sang istri nampak begitu akrab dengan rekan bisnis yang baru.


"jangan cemburu,.kayak nya temen lama dech.." ujar Bimo


"cemburu...??" tanya Bimo


"gak banget..." balas Gibran


"tapi ganteng loh..."


"Lo cari masalah ya sama gue..."


"hahaha... bos kalau orang gak cemburu tuh gak bakal marah-marah" balas Bimo


Gibran berjalan menuju ruangan meladeni Aspri nya itu yang ada membuatnya emosi.


Tepat setelah selesai bada Ashar Gibran menuju kios Almeera... kedatangan langsung di sambut oleh Bella yang kebetulan sedang ada di depan.


"Bu Almeera nya ada..??"

__ADS_1


"ada pak tadi sedang sholat di ruang belakang, kemungkinan sudah selesai" jawab Bella


Gibran pun menuju ruangan belakang sesuai instruksi Bella..tak mempedulikan mata yang memandang nya.


" gak nyangka ya Bu Almeera bisa sampai Menikah dengan pimpinan Sky..." ujar Sandi salah satu pegawai


"nama nya juga jodoh... gak tahu ketemu nya dimana... ada yang udah pacaran bertahun-tahun, eh nikahnya sama yang lain, alias jagain jodoh orang, lah ini baru kenal langsung lamar.." balas Bella


"kerja-kerja.. jangan gibah Mulu..." ujar Riana yang sambil lewat


Sedangkan di ruang belakang Gibran menyibak gorden yang menjadi pembatas ruang itu, nampak Almeera yang sedang merebahkan kepalanya di kursi.


"mau pulang jam berapa??" tanya Gibran membuat Almeera kaget dan langsung membalikkan badan


"mas kapan datang nya??"


"belum lama..." sambil melangkah masuk ke ruangan


"kalau lelah jangan di paksa, kan bisa di lanjut besok..." ujar Gibran yang melihat keras-keras berserakan di meja


"ada pesanan gaun pengantin, ada tiga pasang dan semua waktu acara berdekatan, jadi Meera harus kejar buat desain nya" sambil melipat mukena


"kan bisa di rumah... saya udah laper soal nya, kalau harus nunggu lagi udah gak sanggup kayak nya" sambil mengelus perutnya, karna tapi siang pemandangan di lantai dasar membuat selera makan nya menurun


"ya udah sebentar Meera bersihkan dulu.."


"saya tunggu di depan" Almeera menjawab dengan anggukan.


Setelah semua beres, berpamitan dengan para pekerjanya, Almeera pun melangkah mendekati arah Gibran


"kenapa mereka kaya bos dan sekretaris ya.." komentar Riana


"huust... tu mulut minta di plaster ya??" balas Bella


"masih baru, masih malu-malu..." ujar sandi tak mau kalah


Gibran sebenarnya mendengar apa yang mereka bincangkan, tapi dia tak ambil pusing dengan semua itu.


Masih seperti sebelumnya nya, suasana di dalam mobil sunyi senyap, bahkan tak terasa mobil sudah memasuki kawasan komplek perumahan.


Tin..tin..


bunyi klakson terdengar membuat pak Yusep beranjak dari duduk nya menuju pagar rumah. setelah pintu pagar terbuka, mobil pun masuk ke pekarangan rumah.


Almeera langsung turun dan disusul oleh Gibran, menuju kamar untuk membersihkan diri.


"mas mau masuk kamar juga??" tanya Almeera di ambang pintu kamar


"iya....kenapa?? ada yang salah..??"


"kan biasanya mas ke kamar satu lagi??"


"emangnya salah saya masuk ke kamar ini...??" tanya Gibran sambil menaikkan alis nya sebelah.


"gak salah sih..." balas Almeera sambil berlalu mengambil handuk dan baju ganti nya menuju kamar mandi.

__ADS_1


____


Karna memang Gibran sedari tadi sudah lapar, jadi sebelum sholat magrib dia memutuskan untuk makan terlebih dahulu.


"emang Aden gak makan siang??" tanya Bik Atun


"ada sih bik, tapi sedikit.."


"non Almeera belum turun..??"


"mungkin sekalian sholat bik, saya pun mau ke masjid dulu" jawab Gibran saat sudah selesai mengisi perut nya yang di rasa sudah kenyang.


Mendapat pesanan gaun pengantin membuat waktu Almeera terkuras untuk mendesain, seperti malam ini, selesai makan malam bersama di bik Atun karna Gibran sudah lebih dulu makan tadi sebelum berangkat ke masjid, jadi makan malam hari ini meminta bik Atun untuk menemani nya.


Selesai makan malam lalu di lanjutkan sholat isya, selesai dengan sholat isya nya, Almeera kembali dengan goresan pensil nya, mendesain gaun pengantin, sedangkan Gibran sibuk di ruang kerja nya.


ceklek


Pintu kamar terbuka, Gibran lah yang membuka nya.


"udah malam,.lebih baik istirahat dulu, kan bisa di lanjut besok.." ujar Gibran sambil mengambil posisi duduk di tepi ranjang


Almeera pun menyusun kembali lembar demi lembar desain nya, mematikan laptop,.lalu menuju kamar mandi untuk menggosok gigi dan mencuci wajah nya.


"mas tidur disini??" tanya Almeera setelah keluar dari kamar mandi


"rencana kalau boleh..."


"emang kalau Meera gak bolehin mas bakal keluar...??" tanya Almeera sambil berjalan ke meja rias. walaupun bercadar merawat wajah nya itu menjadi rutinitas, karna merawat wajah nya itu bukti Syukur nya kepada Allah.


"Ya sudah saya keluar aja.. takutkannya kamu gak nyaman" balas Gibran sambil beranjak


Almeera langsung beranjak dan menarik kemeja Gibran, membuat Gibran membalik badan ke arah Almeera.


"Mana berani Meera ngusir suami Meera, yang ada nanti Meera di laknat sama Malaikat.." ujar Almeera dan itu membuat senyum Gibran mengembang


"ya udah malam tidur lah... saya mau ke kamar mandi dulu.." Almeera menjawab dengan anggukan


Sepertinya rasa lelah membuat Almeera cepat terlelap, saat Gibran keluar dari kamar mandi Almeera sudah terbuai dengan mimpi indah nya.


Gibran pun mengambil posisi tidur di sisi ranjang satu lagi, menatap wajah teduh Almeera.


Di raih nya benda pipih nya, entak kenapa tiba-tiba Gibran teringat akan akun blok dan sosmed milik Almeera.


Seorang perempuan saat kecil dia membuka pintu SURGA untuk AYAH nya, Saat dia dewasa dia menyempurnakan AGAMA bagi SUAMINYA. Dan saat dia telah menjadi seorang IBU, SURGA ada di bawah telapak kaki Nya.. Itulah Istimewa nya seorang Perempuan....


"Ya.. seperti story yang kamu buat, kamu begitu istimewa..." lirih Gibran , perlahan mata Gibran pun ikut terpejam.


🍃🍃🍃


Lanjut... kita Lanjut???🤭


Jazaakumullah khairon untuk semua dukungan nya, dalam bentuk apapun itu.,🥰


Like, Komen, Vote, Gift , Tips...

__ADS_1


Sebaik-baik nya Bacaan itu adalah Al-Qur'an


__ADS_2