Keteguhan Almeera

Keteguhan Almeera
Satu Status beda suasana


__ADS_3

Malam ini adalah malam yang berbeda untuk dua pasangan halal ini. Malam ini terasa begitu panjang. sulit untuk di ungkapkan dalam sebuah kata.


Azzam dan Dilara baru saja selesai melaksanakan sholat sunah dua rakaat, memohon keberkahan untuk bahtera rumah tangga yang baru saja mereka mulai, baru selangkah, masih banyak langkah yang harus mereka pijakan untuk mencapai tujuan.


Azzam mengecup lembut Kening Dilara.


"mas...hmmm.."


"kenapa??" tanya Azzam dengan senyum mengembang


"Hhmmm..."


"Lelah kan seharian tadi menjalani segala prosesi di tambah tamu yang cukup banyak, istirahat yuk..." ujar Azzam sambil menarik Dilara ke arah ranjang


Mereka pun membaringkan tubuh Mereka di ranjang, tangan Azzam tak melepaskan genggaman nya.


"mas apa gak dosa kita..hmm...." ada sebuah pertanyaan yang sulit untuk Dilara utarakan


"gak...." jawab Azzam seakan tahu akan arah pertanyaan Dilara


"akan jadi dosa jika menolak.. hubungan suami istri tidak harus di lakukan langsung di hari pernikahan, ada kala nya kita semua butuh waktu penyesuaian, waktu saling mengenal, bahkan Rasulullah saja tinggal bersama Aisyah setelah usia pernikahan mereka cukup lama, selama itu kesepakatan bersama, tidak ada niat untuk menolak, In Syaa Allah tidak akan jadi dosa, istirahat lah, mas juga udah lelah" ujar Azzam menjelaskan dan itu membuat Dilara tersenyum bahagia


Dikamar yang berbeda tapi masih dengan status yang sama pengantin baru. Gibran mengalihkan diri nya dengan membuka laptopnya dengan penuh kebisuan, sedangkan Almeera dalam kebimbangan, haruskah dia membuka hijab nya, sedangkan Gibran sedari tadi hanya diam.


Almeera masih termenung di depan cermin setelah tadi selesai mengambil wudhu.


"mas mau Meera buatkan kopi atau susu ??" tanya Almeera memberanikan diri


"gak perlu, kamu istirahat saja duluan, saya masih ada pekerjaan, besok pagi-pagi ada meeting" jawab Gibran Tampa menoleh ke arah Almeera


Almeera memilih menurut saja, sepertinya percuma juga banyak bertanya, tapi batin nya tak bisa di bohongi, merasa aneh dengan sikap Gibran, saat di hadapannya dan di hadapan orang tua nya.


Almeera memutuskan tetap memakai hijab nya, bukan niat hati untuk tidak menunjukkan kepada sang suami, tapi bagaimana ingin menunjukkan nya, Gibran saja memilih diam sejak mereka masuk ke kamar.

__ADS_1


Rasa lelah walau hati tak karuan, membuat nya cepat terlelap.


Malam pun berlalu Adzan subuh juga sudah berkumandang, tak terdengar ketukan pintu semua terasa sunyi, hanya Adzan subuh yang terdengar.


"Ash-shalaatu khairum minan-nauum"


Sebuah lafadz Adzan yang artinya sedang mengingat kita bahwa Shalat itu lebih baik dari pada tidur.


Almeera meraba bantal di sebelah nya, ternyata kosong, mata nya melihat ke sekitar mencari sesuatu dan mata nya tertuju pada sofa, ternyata Gibran memilih tidur di sofa.


"apa karna begitu lelah sampai memilih tidur di sofa??" guman Almeera.


Nampak berkas-berkas yang berserah di atas meja, Almeera pun Merapikan nya. lalu di menit kemudian dia memutuskan untuk membangun kan Gibran


"mas....udah subuh..." Ujar Almeera sambil menggoyang pundak Gibran


Saat melihat sosok Almeera membuat nya terkejut dan langsung mendudukan tubuhnya.


"di kamar aja, kamu ambil Wudhu saja dulu" Ujar Gibran dan Almeera membalasnya dengan anggukan.


🍃🍃🍃


"Jadi udah harus kembali kerja pagi ini juga??" tanya Abi Alvian


"iya Bi.. ada meeting yang udah tertunda dari kemaren, dan hari ini sudah gak bisa di tunda


"kalau kalian harus udah kembali ke butik??" tanya Umma ke arah Dilara dan Almeera


"nanti jika ada yang mendesak mereka hubungi kami Umma.." balas Almeera sambil membereskan piring kotor


"kalian masih tinggal disini kan??" tanya Umma ke arah Gibran


"pengen sih iya Umma, tapi Soraya sendiri di rumah.." balas Gibran

__ADS_1


"oh iya... sebenarnya Umma masih pengen kalian disini, tapi bagaimanapun kalian juga punya rumah sendiri"


Almeera memeluk sang Umma dari belakang, gak jauh Umma, nanti Meera kan bisa sering-sering main" balas Almeera walau sebenarnya dia juga masih berat meninggalkan orang tua nya, tapi setidaknya ada Azzam dan Dilara jadi dia bisa merasa tenang


Gibran pun berpamitan dengan mertua nya, harus segera ke kantor, Almeera pun mengantarkan Gibran hingga masuk ke dalam mobil.


"sore nanti pulang dari kantor, saya jemput" ujar Gibran dan Almeera membalasnya dengan anggukan


Saat Gibran sudah melakukan mobil nya dan hilang dari pandangan Almeera, Almeera pun masuk, lalu memeluk sang Umma


"kenapa??"


"boleh jujur gak??"


"Umma tahu, kamu belum siapkan untuk pindah, tapi bagaimanapun Meera sudah menjadi seorang istri, dan wajib patuh selama itu hal baik, tidak melawan syariat Islam"


"jujur Umma berat, tapi Umma harus siap"tambah Umma


"dua bidadari Abi kepada pada mellow ya..." goda sang Abi


"dosa gak kalau Meera izin di sini dulu..??"


"anak Abi ini paham akan itu semua, pasti tahu harus melakukan apa.." balas Abi sambil mengelus kepala Almeera yang berbalut hijab


🍃🍃🍃


Lanjut...???


Jazaakumullah khairon untuk semua dukungan nya, dalam bentuk apapun itu.,🥰


Like, Komen, Vote, Gift , Tips...


Sebaik-baik nya Bacaan itu adalah Al-Qur'an

__ADS_1


__ADS_2