Keteguhan Almeera

Keteguhan Almeera
Tak lepas dari campur tangan Allah


__ADS_3

🌠Jauh dari Al'quran\=Rapuh & Hampa🌠


*****************


Almeera masih terbaring belum sadarkan diri, semua sudah sangat cemas.


Azzam harus membagi waktu nya untuk sang istri dan sang adik


"sayang maaf ya,kakak jadi mondar-mandir..." ujar Azzam sambil mencium singkat kening Sang istri


"aku gak papa kok mas, anak-anak juga anteng, kan ada Uti dan yang lainnya, saat ini kondisi Almeera yang harus ekstra kita perhatikan, apalagi tadi sempat dengar akan dilakukan tindakan operasi Caesar jika kondisi Almeera drop"


"doain yang terbaik, hanya keajaiban dan pertolongan Allah harapan kita,. apalagi kondisi pesawat info nya meledak, puing-puing juga sudah terlihat, tapi kita tutup info itu dari Meera... rasa nya kakak gak sanggup melihat nya"


Dilara paham kondisi Azzam, apalagi mereka kembar, di satu sisi mereka sedang bahagia, tapi kebahagiaan itu sulit untuk di ungkapkan, karna ada duka yang sangat perih yang Almeera sedang derita.


"mas kembali ke sana aja, ada kak Bilqis kok..." ujar Dilara


"iya Zam.....ada kakak disini, kamu tenang aja.."


"ingat bukan kakak mau mengenyampingkan kamu dan anak-anak, tapi kondisi Almeera dan keberadaan Gibran cukup membuat kakak bingung, kita saja merasakan duka, bagaimana dengan Almeera, gak terbayangkan..."


"iya, Dilara paham... temani Almeera ya, dukung dia... sampaikan salam ku untuk nya..."


Di ruangan Almeera


"Al, jika Kondisi Almeera terus menurun kita harus ambil tindakan, sejauh ini kondisi detak jantung twins normal,tapi gerak akhirnya berkurang" ujar Ummi Arafah


"gimana info dari pihak team penyelamatan??" tanya Ummi Arafah


"arus laut sedang gak terkontrol, kondisi ombak di dalam cukup kencang membuat pencarian mereka pun tidak maksimal, tapi koper atau pakaian yang terapung sudah mukai di kumpulkan, ada baju anak kecil juga tadi yang di temukan, gak terbayangkan oleh ku...," Jawab Abi Alvian


"aku gak bisa membayangkan nya Ra.. bagaimana dia akan menjalani hari jika benar Gibran tak bisa selamat, saat kehilangan sang Umma, Gibran lah yang menjadi sumber kekuatan nya, tempat nya bersandar, lalu bagaimana jika..." ucapan Abi terhenti, tak sanggup untuk melanjutkan nya


"Al...kita mohon sama Allah..." terdengar suara Ayah Hafidz


"bukan seorang Alvian Dharmawan yang dia putus harapan, dia selalu punya berjuta harapan.." tambah Ayah Hafidz


"dulu Fatimah ada di depan mata Fidz.. ini Gibran...?? aku juga manusia biasa Fidz..."


Ayah Hafidz merangkul Abi Alvian, sebelum menikah dengan Umma Fatimah sang adik mereka sudah jauh saling mengenal, Abi Alvian dan Ayah Hafidz bukan sekedar sahabat biasa.


Tiba-tiba terdengar handphone dari dalam tas Almeera berdering, Ummi pun mencari keberadaan handphone itu.


"Siapa Ra..??" tanya Ayah Hafidz

__ADS_1


"nomer gak di kenal kak..." jawab Ummi Arafah


Ummi Arafah menyerahkan handphone Almeera ke Abi Alvian


"Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh sayang...." salam seseorang dari balik telfon saat telfon itu sudah terjawab


Deg


Jantung Abi seakan terhenti sejenak


"Waalla..ikumus..sallam..." balas Abi terbata


"Abi... ini Gibran...."


Bukan jawaban yang Abi berikan melainkan air mata yang mengalir tanpa diminta


" Subhanallah walhamdulillah walailaha illallah wallahu akbar...." Abi langsung bertasbih setelah keyakinan terjawab


"Al ada apa Al...??" tanya ayah Hafidz penasaran dan bingung juga, begitu pun Ummi Arafah


Abi Alvian dengan cepat menghapus air mata nya.


"kamu sekarang dimana Bran...??" tanya Abi dan pertanyaan Abi membuat Ummi Arafah dan Ayah Hafidz kaget bukan main


"Alhamdulillah ya Allah, yang terpenting kalian semua baik-baik saja kan...??"


"Alhamdulillah Bi... Meera mana Bi, kenapa Abi yang jawab telfon,....??" tanya Gibran


"Meera di rawat..." Abi pun mulai menceritakan bagaimana kondisi Almeera sampai detik ini


"jika kondisi bayi nya nanti menurun, maka terpaksa harus dilakukan operasi Caesar Bran..."


"Astagfirullah... Bi bisa arahkan handphone nya ke Meera... tolong di loudspaker ya Bi..." pinta Gibran


"Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh sayang...." terdengar salam dari Gibran


Ayah Hafidz dan Ummi Tampa sadar meneteskan air mata.


"Sayang, ini mas...."


"mas , Bimo dan Silfi semua baik-baik saja sayang...kamu pasti dengar kan??ini mas sayang..., mas sedang di bandara, KTP dan semua data diri mas ada di pesawat yang tadi mengalami kecelakaan, sekarang proses kepulangan mas sedang di urus oleh pihak maskapai, kamu dan twins harus baik-baik saja, mas akan usahakan secepatnya pulang..." ujar Gibran


"Sayang..mas tahu istri mas ini wanita kuat, kamu harus kuat ya.." terdengar suara Gibran yang sudah berat tak terbayangkan oleh nya kondisi Almeera saat ini


"Bi... tolong arahkan handphone nya ke perut Almeera..." pinta Gibran

__ADS_1


"sudah ...." jawab Abi setelah handphone itu tepat berada di Perut Almeera


"Assalamualaikum anak-anak Ayah... hei mana tendangannya..?? nak... ayah baik-baik saja, sebentar lagi ayah pulang, anak-anak ayah ini kuat kan, yuk kasih semangat buat Umma.... kalian harus sehat-sehat ya, jagain Umma... ayah janji akan urus semua nya secepat mungkin.."


Satu gerakan dapat Ummi Arafah dan yang lain lihat, gesekan yang twins buat sangat jelas ,ada respons dari twins saat mendengar suara yang ayah.


"Alhamdulillah...Bran mereka bergerak Bran..." ujar Abi


"Alhamdulillah ya Allah... Bi, tolong sampaikan ke Meera, Gibran baik-baik saja,


"Gibran saat ini lagi pinjam handphone calon penumpang pesawat , nanti akan Gibran hubungi lagi jika ada kendala, Bimo juga sedang menghubungi kantor untuk transfer dana ke kami, detail kejadian nanti akan Gibran jelaskan ya Bi..."


"saat ini ada yang harus kami bantu Disini..."


"kamu fokus urus semua agar bisa segera kembali, Abi dan yang lain akan urus yang disini.. Coba kamu rekan suara kamu dan kirim ke sini, agar Abi bisa dengarkan ke Almeera..."


"baik Bi... Bi titip Soraya juga ya Bi, saat ini dia pasti juga sedang syok..."


"kamu tenang saja Bran, saat ini Soraya sedang sholat..." terdengar suami Ummi Arafah


"titip Almeera dan twins ya Ummi..."


"cepat urus semua, Almeera dan twins butuh kamu..." balas Ummi


Telfon pun di putus, Abi berkali-kali mencium kening sang putri.


Tak berselang lama telfon Gibran terputus, di televisi pun mulai ada pemberitaan bahwa ada penumpang yang tidak jadi ikut penerbangan karna salah satu rekan nya mengalami kecopetan.


Saat nama-nama itu disebut berjuta Syukur mereka ucapkan.


"Ya Rab... ini semua terjadi tidak lepas dari campur tangan Mu ya Rabb...." Azzam langsung Sujud syukur...


🍃🍃🍃🍃


Lanjut…???


Yang ingin tahu jadwal UP langsung Follow IG kak Ajeng ya.. @cerita_ajengkirana


Dan Sebelum lanjut ingat jangan lupa tinggalkan jejak dukungannya ya. Apapun bentuknya akan di terima, Like, vote, gift dan komen nya.


Yang belum meninggalkan jejak dukungannya, semoga dilembutkan hati nya..


Jazaakumullah khairon...🙏🥰


Sebaik-baik nya Bacaan itu adalah –Al’Quran

__ADS_1


__ADS_2