
Almeera keluar dari kamar mandi dengan rambutnya yang di Cepol, jika biasanya dia di kamar pun tetap memakai hijab, tapi sore ini memberanikan diri untuk membukanya, pakaiannya Gibran yang ada di kamar satu lagi juga sudah kembali ke kamar utama Gibran.
Wajah Gibran yang awalnya muram melihat Almeera yang keluar tampa hijab seakan mengalihkan dunia nya. bahkan beberapa jam lalu Gibran dalam keadaan yang tak mau melapaskan Almeera dari genggaman nya.
Gibran Melangkahkan kaki nya mengikuti arah langkah Almeera yang menuju ke lemari, Saat Almeera akan meraih jilbab nya yang tertata rapi, tangan nya tiba-tiba di tahan oleh Gibran.
"kenapa mas...??"
Gibran bukan menjawab, Gibran malah membawa ke dua tangan Almeera melingkar di perut Almeera, memeluk Almeera dari belakang, menyandarkan kepalanya di atas pundak Almeera.
Almeera yang mendapat perlakuan seperti itu membuat nya menegang, Jantung nya berdebar tak karuan, bagaimana tidak, ini pertama kali nya untuk nya.
"mas..."
"biarkan seperti ini dulu.." balas Gibran, cukup lama di posisi ini.. aroma tubuh Almeera membawa ketenangan untuk Gibran, enggan untuk lepas dari posisi ini.
"mas pundaknya pegel dech, kaki Meera juga pegel berdiri terus" dan itu membuat Gibran terkekeh, lalu membalikkan tubuh Almeera hingga menghadap nya, di belainya pipi Almeera, di bawanya rambut yang menutupi wajar almeera ke belakang telinga.
"Cantik..."
"cantik banget...." ulang nya
"sejak kapan ya suami Meera pinter muji??"
"Sejak saat ini.."
"hari ini cantik, berarti kemaren-kemaren gak cantik ya..??"
"siapa bilang??"
"buktinya sebulan pernikahan, mas baru ini muji Meera..."
"sejak melihat kamu pertama kali sejak kita halal, saya selalu memuji kamu, tapi dalam hati.."
"serius..??"
"serius lah.... alasan saya menghindari kamu juga salah satu nya itu.."
"maksudnya...??" Bukan menjawab, Gibran malah merangkul Almeera dan di bawa nya ke arah sofa,.lalu mereka pun duduk di sofa.
"Laki-laki normal melihat wanita cantik, sah lagi, tapi ada perang batin di hati saya, seperti kata Azzam, saya itu ibarat sedang mengendarai mobil, ada batu batu yang mengganjal di ban mobil saya, saya harus bisa menyingkirkan itu agar saya bisa menjalankan mobil saya... berjalannya waktu batu-batu kecil pengganjal itu mulai tersingkir,...tapi ada yang lebih besar lagi harus saya singkirkan, agar mobil ini bisa melaju sampai ke tujuannya"
"maksud mas Abi...??"
__ADS_1
"ya....saya memang harus jujur ke Abi, mencari kebenaran nya, dan agar tidak ada yang membuat saya ragu untuk melangkah"
"jika Abi marah dan meminta kamu pergi dari hidup saya gimana ya?? itulah ketakutan terbesar saya saat ini"
Almeera menyandarkan kepalanya di bahu Gibran dengan tangan yang merangkul lengan Gibran.
"Yakin.. jika tujuan kita baik, Allah akan mudahkan, dan apapun yang terjadi, Almeera gak akan mungkin menyerah, jika pun Abi nanti marah, maka kita harus bisa meyakinkan nya"balas Almeera
"pliiis... jangan pernah tinggalkan saya" pinta Gibran dengan kepala yang di sandaran ke kepala Almeera yang ada di pundaknya
" In Syaa Allah mas.. kita berjuang bersama ya" cukup lama mereka di posisi saling menyandar, bahkan Almeera telah terlelap.
Gibran yang baru menyadari bahwa Almeera terlelap pun bergegas membawa Almeera ke atas ranjang, di tidurkan nya Almeera di atas ranjang, lalu di tariknya selimut hingga dada, di kecupnya kening Almeera cukup lama.
Gibran pun ikut mengambil posisi ternyaman nya, ikut memejamkan mata nya.
:::
Tiga hari berlalu sejak malam itu, Gibran mulai terbiasa mencium kening Almeera saat akan ke kantor, terbiasa menikmati dinginnya nya angin malam di balkon, hingga Almeera terlelap.
"Siang ini mas jemput ya,nanti kita makan siang bareng Abi dan juga Azzam.. mas udah atur tempat nya" kata saya yang biasa dia ucapkan pun sudah berubah.
"mas mau bahas masalah itu sama Abi...mas mau jujur sama Abi"
"In Syaa Allah..."
"Bismillah..."
"apapun keputusan mas, Meera dukung, mas gak sendirian..."
"ya udah Meera masuk ya..dan mas hati-hati" tambah Almeera dan Gibran membalas dengan anggukan.
:::
"Gue ikut ya..." ujar Bimo saat Gibran memberi tahu niat nya untuk jujur ke Abi Alvian
"gak perlu, biar gue yang selesai kan semua nya, ada Almeera dan Azzam kok..."
"gue tahu ini gak mudah, tapi seperti kata kakak ipar Lo.... semua harus di selesaikan kan agar jalan kalian bisa bebas hambatan"
"Lo beruntung punya kakak ipar kaya Azzam..." Gibran membalas dengan anggukan
"sejujurnya gue belum siap, tapi siap tidak siap, selama Almeera mendukung gue.."
__ADS_1
"cie.. cie mulai bucin nih ceritanya.."
"suka suka Lo mau bilang gue apa..."
"hahaha..." tawa Bimo terbahak
"Lo sendiri kapan mau halalin Soraya...???"
"Uhuk...uhuk..." tawa Bimo seketika berubah menjadi batuk
"kenapa...Lo heran gue tahu kedekatan Lo sama Raya.. awas aja Lo macem-macem sama adek gue, gue gorok Lo.."
"sadis ah, jadi bos sadis, jadi sahabat egois, jadi kakak ipar lebih sadis... bisa mati muda gue..."
"enak aja, Lo mau buat adek gue jadi janda muda..."
"Lo dari mana tahu kedekatan gue sama Raya...??"
"Lo lupa mata-mata gue di mana-mana" sambil memainkan Alisnya
"tenang, tunggu raya wisuda, gue lamar secara resmi..." Gibran membalas dengan mengangguk-anggukan kepalanya.
:::
Tepat bada Dzuhur Almeera dan Gibran sudah berada di room private di salah satu restoran yang ada di Sky.
Menunggu kedatangan Abi dan sang kakak , dengan hati dan pikiran yang tak karuan, tapi Almeera harus bisa tenang.
Karna seorang istri itu ibarat kipas angin bagi suami, Harus bisa menjadi penyejuk di kala suami panas, menjadi penenang di saat sang suami gelisah, menjadi penyemangat di saat suami lemah, menjadi penawar di saat sang suami lelah.
Seorang wanita ini lebih peka dalam insting, lebih bisa menampung banyak beban pikiran, lebih bisa menahan kesedihannya, lebih kuat dalam ingatan, karna seorang wanita dalam setiap hal ada emosi di dalam nya.
Emosi yang bisa membuat nya lebih kuat, tapi juga mampu membuat jatuh terkulai tak berdaya.
Wanita akan sangat mudah memahami laki-laki bahkan ketika laki-laki itu diam, tapi terkadang laki-laki sulit untuk memahami wanita sekalipun wanita itu berbicara.
itulah beda nya laki-laki dan perempuan, karna perempuan bukan hanya memakai hati dan pikiran, tapi dia juga melibatkan emosi yang menghasilkan empati.
🍃🍃🍃
Lanjut... kita Lanjut???🤭
Jazaakumullah khairon untuk semua dukungan nya, dalam bentuk apapun itu.,🥰
__ADS_1
Like, Komen, Vote, Gift , Tips...
Sebaik-baik nya Bacaan itu adalah Al-Qur'an